“ Tak ada seorang Muslim yang menanam pohon atau menanam tanaman, lalu burung memakannya atau manusia atau hewan, kecuali ia akan mendapatkan sedekah karenanya. ” [HR. Al-Bukhoriy dlm Kitab AL-Muzaro'ah (2320), & Muslim dlm Kitab Al-Musaqoh (3950)]

Rasulullah SAW bersabda, "Tidak menanam seseorang sepucuk tanaman kecuali Allah SWT menuliskan untuknya pahala sebanyak buah yang dihasilkan oleh tanaman tersebut." Kanz al-'Ummal, jil. 3, hal. 892.

Tips Sukses Membudidayakan Tanaman Anggrek

Posted by Cara & Teknik Friday, December 28, 2012 1 komentar

Sukses Budidaya Anggrek - Setelah sebelumnya menyuguhkan artikel tentang Bunga Anggrek. Maka kali ini kami coba membahas tentang cara membudidayakan tanaman anggrek atau tepatnya tips sukses budidaya bunga anggrek.

Banyak diantara kita yang ingin mempunya skill kemampuan dalam membudidayakan tanaman bunga anggrek di rumah. Hal tersebut sebenarnya mudah saja karena dengan tips sukses menanam anggrek dengan beberapa tips yang cukup simple tentang “how to” bagaimana cara yang benar menanam anggrek, kita dapat membudidayakan bunga anggrek menjadi hal yang mudah layaknya seorang yang telah profesional dalam budidaya anggrek.

Bunga anggrek tergolong diantara bunga yang indah yang eksotis, cantik serta relatif mudah dan sederhana untuk tumbuh dengan catatan Anda memahami tips sukses menanam anggrek dan bagaimana cara merawat bunga anggrek yang baik dan benar berikut ini :
Tips Sukses Menanam Anggrek

Tips sukses menanam anggrek pertama adalah “Memahami teknik penanaman”.

Untuk bibit bunga anggrek yang baik yaitu tanaman anggrek yang sudah berusia 1 tahun atau jika kita melihat pada daunnya sudah mencapai 1 cm dan diikuti munculnya akar berjumlah dua atau tiga helai. Bibit anggrek dapat kita tanam pertama kalinya pada pot plastik kecil. Setelah 3 bulan, bibit anggrek tersebut bisa dipindah pada tempat baru seperti pot kecil dengan ukuran 8 sampai 10 cm untuk 3 atau 5 bibit tanaman. Masukkan larutan fungisida dan pupuk organik pada tiap pot kecil tersebut. Tiga bulan kemudian bibit anggrek pada pot kecil Dapat dipindahkan pada tempat yang lebih besar berisi satu tanaman anggrek. Selain itu, pastikan setiap 6 hingga atau 8 bulan sekali kita perlu mengganti medianya dengan yang baru.
Tips Sukses Menanam Anggrek

Tips sukses menanam anggrek kedua adalah “Memahami akar”.

Ketika kita melihat akar dari tanaman bunga anggrek mulai menyebar keluar dari pot penanamannya. Kita mungkin akan tergoda atau terpanggil untuk memasukkan kembali akar yang menyebar keluar itu pada tempatnya semula, perlu kita ketahui bahwa hal tersebut justru membahayakan tanaman bunga anggrek. Nah disinilah kita harus memahami karakter dari akar anggrek, jika akar sudah menyebar keluar jangan memasukkan kembali melainkan pindahkan pada pot atau tempat yang lebih besar agar tanaman anggrek kita mempunyai ruang lagi untuk tumbuh.

Tips sukses menanam anggrek ketiga adalah “Menegakkan batang tanaman tersebut”.

Batang tanaman bunga anggrek mampu tumbuh tinggi. Jika kita perhatikan atau pernah membeli tanaman anggrek di salah satu toko bunga, maka kita dapat memperhatikan bahwa tanaman anggrek tersebut ditegakkan dengan bantuan penyangga. Nah, dengan mempergunakan bantuan dari penyangga, kita bisa menegakkan kembali batang tanaman anggrek sehingga dia bisa berdiri tegak dan dengan begitu berat alaminya tidak akan membuat tanaman tersebut jatuh seiring pertumbuhannya.
Tips Sukses Menanam Anggrek

Tips sukses menanam anggrek terakhir adalah “Menjaga suhu”.

Kebutuhan utama tanaman Anggrek adalah suhu. Maka agar berhasil dan sukses menanam anggrek maka kita harus memperhatikan suhu lingkungan dimana anggrek ditanam. Suhu berkisar antara 15 sampai 35 derajat celcius merupakan suhu kondusif bagi tanaman Anggrek, maka pastikan suhu tersebut senantiasa terjaga. Jika kita mampu konsisten menjaga suhu bagi pertumbuhan anggrek, maka dapat dipastikan keberhasilan dalam menanam serta merawat anggrek ktia raih.

Nah, tips sukses menanam Anggrek dengan beberapa langkah mudah dan sederhana di atas dapat diikuti dan jangan lupa senantiasa memastikan 3 hal utama yakni penyiraman, menjaga, dan intensitas cahaya yang cukup dan tepat bagi tanaman anggrek kita.

Demikian pembahasan kita kali ini tentang cara membudidayakan tanaman anggrek dan tips sukses menanam Anggrek, semoga bermanfaat!

Teknik Menanam Anggrek Untuk Hasil Pertumbuhan Terbaik

Posted by Cara & Teknik Thursday, December 27, 2012 1 komentar

Sukses Budidaya Anggrek - Pada dasarnya di habitat aslinya, hanya ada dua tempat tumbuh tanaman anggrek.
1. Tanaman anggrek yang hidup menempel pada tanaman lain dan tidak mengganggu tanaman yang ditempeli. Jenis ini disebut anggrek Epiphyt. Yang termasuk jenis ini: Cattleya, Dendrobium, Cymbidium, Phalaenopsis, Vanda, Oncidium.
2. Tanaman anggrek yang hidup ditanah. Biasanya hidup pada tanah berhumus yang subur. Jenis ini disebut anggrek Terrestris atau anggrek tanah.

Posting kali ini akan menjelaskan bagaimana cara menanam anggrek epiphyt, yang telah dilakukan oleh team sukses bercocok tanam selama ini. Ada dua cara, yaitu ditanam pada pot dan ditempel pada pohon atau papan pakis.

Sebenarnya menanam anggrek itu sangat mudah dan sederhana, namun diperlukan kesabaran, ketelatenan dan fokus. Point terpenting pada penanaman anggrek adalah perakarannya tidak rusak, tanaman tidak goyang dan draenase lancar. Penanaman yang benar ditunjang dengan pemeliharaan dan perawatan yang baik serta penempatan pada daerah yang benar dipastikan akan memberikan pertumbuhan tanaman yang bagus dan bunga yang indah.

Banyak kasus yang memaksakan penanaman anggrek pada daerah yang kurang sesuai sehingga pertumbuhan dan bunga yang dihasilkan juga tidak maksimal. Sebagai penanam maupun penikmat bunga anggrek, seharusnya bisa menyesuaikan dengan habitat tanaman anggrek jenis apa yang akan ditanam. Harus tahu apa yang dibutuhkan tanaman anggrek tersebut. Menyesuaikan bagaimana lingkungannya, kebutuhan airnya, semaksimal mungkin mendekati habitat aslinya.

Penanaman Anggrek dengan Pot.

Untuk jenis anggrek yang berbatang monopodial (Vanda, phalaenopsis) cara menanam batang diletakkan ditengah-tengah pot. Karena anggrek ini akan tumbuh terus lurus keatas. Sedangkan anggrek berbatang sympodial (cattleya, dendrobium, cymbidium, oncidium) cara menanamnya bagian batang yang tua diletakkan menempel pada pinggir pot. Dan bagian tunas diletakkan pada bagian tengah pot. Sehingga tanaman akan tumbuh makin ketengah.

Adapun bahan-bahan yang dibutuhkan untuk menanam dipot adalah :

1. Pot (Pot plastik atau tanah)

Pot yang akan dipakai sebaiknya pot baru. Bisa digunakan pot bekas namun harus dengan perlakuan terlebih dahulu. Pot bekas biasanya ditumbuhi lumut, jamur bahkan mungkin bakteri. Dan mungkin pot telah asam. Untuk itu harus dibersihkan sampai betul-betul bersih. Pemilihan pot adalah penting. Pot yang akan digunakan juga harus disesuaikan dengan besarnya tanaman dan jenis anggrek yang akan ditanam. Misalnya untuk vanda potnya beda dengan phalaenopsis. Vanda butuh pot yang dalam dan berongga banyak, sedangkan phalaenopsis memerlukan pot yang tidak terlalu dalam dengan lobang draenase yang cukup. Untuk yang menggunakan pot plastik sebaiknya lubang dibagian bawah pot diperbesar, dan tambah lobang dibagian samping atau sisi pot agar draenase lebih lancar.

2. Tiang penahan batang tanaman.

Lebih baik dibuat dari kawat dengan diameter 2~4 mm. Disamping kokoh juga tahan lama. Fungsi dari tiang ini adalah untuk menyangga tanaman agar tidak goyang saat penyiraman atau perlakuan lainnya. Sehingga pertumbuhan akar tidak terganggu. Tiang penyangga dapat dilepas bila tanaman sudah menempel kuat pada pot.

3. Media tanam.

Untuk menanam anggrek dipot diperlukan media tanam. Ada beberapa jenis media tanam untuk anggrek. Seperti, potongan pakis, arang kayu, potongan sabut kelapa, pecahan batu bata atau genteng. Media ini diperlukan untuk mengikat air dan tempat menempel akar tanaman.

Adapun cara penanamannya yang pertama pasang tiang penahan sampai menyentuh dasar pot. Isi pot dengan pecahan batu bata atau genteng secukupnya, bisa sampai 1/3 tinggi pot. Ini difungsikan untuk pemberat pada pot plastik dan penahan air. Kemudian masukkan media arang kayu atau potongan pakis 1/3 tinggi pot. Setelah itu tanaman anggrek diletakkan diatas media dan akar diatur supaya menyebar rata. Jangan lupa batang tanaman diikat pada tiang penyangga. Yang terakhir diatas akar ditambah media lagi secukupnya. Perlu diingat, jangan sampai batang tanaman pseudo-bulb tertimbun oleh media (cattleya, dendrobium). Hal ini untuk menghindari luka yang bisa menyebabkan busuk dan tanaman mati. Yang ditimbun oleh media adalah akar-akarnya saja.

Penanaman dengan ditempel

Penanaman dengan cara ini lebih simple dan tidak membutuhkan media. Pilihlah tanaman anggrek yang tidak terlalu panjang batangnya, untuk menghindari patah. Tempelkan tanaman anggrek pada pohon atau papan pakis. Pohon atau papan pakis inilah sebagai media tanamnya yang berfungsi untuk menempel akar-akar tanaman anggrek. Agar menempel kuat dan tidak goyang ikat batang anggrek tersebut pada pohon atau papan pakis dengan tali plastik atau tali ijuk atau yang lainnya yang tidak berkarat. Setelah perakarannya menempel kuat, tali bisa dilepas. Lebih praktis tali pengikat bisa diganti kawat dengan panjang 5 – 6 cm, dibentuk huruf U. Kawat ini untuk menjepit batang anggrek yang ditempelkan pada papan pakis atau pohon.

Biasanya kita tidak menyadari hal-hal sederhana, namun penting dalam penanaman anggrek. Baru menyadari ketika tanaman kurang bagus pertumbuhannya bahkan sampai mati. Mungkin posting diatas dapat membantu anda para pecinta anggrek. Setidaknya menambah pengalaman dan sebagai pembanding apa bila anda mempunyai cara penanaman lainnya

Tips Agar Anggrek Tumbuh Cantik dan Subur

Posted by Cara & Teknik 0 komentar

Sukses Budidaya Anggrek - Anggrek memang cantik. Tak heran, banyak orang jatuh hati pada bunga ini. Hanya saja, tak sedikit orang yang merasa 'kurang berjodoh' dengan anggrek. Alasannya, anggrek yang ditanam tak pernah tumbuh dengan subur. Atau jika pun tumbuh, tak kunjung berbunga.

Memang, ada sejumlah hal yang mesti Anda perhatikan jika ingin sukses menanam dan membungakan anggrek. Salah satunya adalah media tanam. ''Media tanamnya bisa berupa pakis, arang kayu, sabut kelapa, dan pecahan genting,'' kata Sumiyati SPd, penggemar anggrek sekaligus pembimbing ekstrakurikuler budidaya anggrek di SMAN 2 Yogyakarta. Sedangkan wadah untuk menanam anggrek bisa berupa pot tanah, pot plastik, atau papan.

Anda juga perlu memerhatikan lingkungan hidup anggrek. Ada anggrek yang bisa terkena sinar matahari langsung seperti anggrek scorpio atau kalajengking, dan vanda daun pendek. Namun ada pula anggrek yang tidak tahan terhadap paparan sinar matahari langsung. ''Anggrek yang masuk dalam kelompok ini, misalnya anggrek catleya, dendrobium, dan anggrek bulan,'' jelas Sumiyati yang kini tercatat sebagai bendahara Perhimpunan Anggrek Indonesia Cabang Yogyakarta ini. Untuk jelasnya, simak tips sukses menanam, merawat, dan membungakan anggrek dari Sumiyati, berikut ini:

* Siram anggrek sekali sehari, sebaiknya sebelum matahari terbit. Untuk pemupukan, lakukan dua kali seminggu. Pemberian pupuk pertumbuhan (dengan kandungan nitrogen (N) tinggi) dilakukan seminggu setelah anggrek dipindahkan dari botol ke pot. Pemberian pupuk pertumbuhan bisa dilakukan sampai anggrek berbunga. Bila tanaman anggrek mulai besar bisa diseling dengan pupuk perangsang bunga (unsur fosfor-nya tinggi). Namun, pupuk perangsang bunga bukanlah keharusan. Asal dirawat dengan baik, tanaman anggrek bisa berbunga dengan sendirinya.

* Perhatikan takaran saat memupuk. Sebaiknya, larutkan satu sendok teh pupuk ke dalam empat liter air, lalu semprotkan.

* Lakukan pemupukan sebelum matahari terbit atau ketika matahari sudah condong ke barat.

* Tanggulangi hama dengan insektisida. Namun, jika kondisi tanaman sudah baik dan lingkungan juga bersih, pemberian insektisida tidak diperlukan.

* Munculnya bercak-bercak di daun merupakan pertanda tanaman anggrek terserang hama. Semprotlah dengan insektisida. Jika kemudian tumbuh anakan yang bersih dan sehat, penyemprotan insektisida sebaiknya dihentikan.

Tidak sulit bukan menerapkan rangkaian tips agar anggrek tumbuh cantik dan subur ini? Jika demikian, selamat bertanam anggrek.

Sukses Budidaya Anggrek Bulan

Posted by Cara & Teknik 1 komentar

Sukses Budidaya Anggrek - Anggrek dalam penggolongan taksonomi termasuk ke dalam famili Orchidaceae. Phalaenopsis berasal dari Yunani, yaitu plaenos yang berarti “kupu” dan opsis yang berarti “melihat”.

Dalam taksonomi tumbuhan menurut Cronguis (1981) dan Sukardi (1991) klasifikasi anggrek adalah sebagai berikut :
Divisio : Magnoliopthyta
Kelas : Liliopsida
Ordo : Orchidales
Famili : Orchidaceae
Sub famili : Orchidoide
Genus : PhalaenopsisSpecies : Phalaenopsis amabilis (L)

SYARAT TUMBUH
Anggrek bulan atau Phalaenopsis amabilis membutuhkan intensitas cahaya optimum antara 20%-50% dengan suhu optimum antara 180C - 290C, serta kelembaban antara 70%-80%.

MEDIA TUMBUH
Media tanam yang dapat digunakan untuk anggrek adalah sabut kelapa, lempengan akar pakis, moss dan sabut kelapa. Tetapi media yang lebih banyak digunakan adalah media sabut kelapa, karena sabut kelapa memiliki aerasi yang baik dan dapat menyimpan air serta memiliki pH yang cocok untuk tanaman yaitu 5,5 – 6,5 serta harganya relatif murah.

TEKNIK PENANAMAN
- Bibit anggrek botolan yang telah berusia 1 tahun atau daunnya sudah mencapai 1 cm dan sudah muncul 2-3 helai akar dikeluarkan dari botol menggunakan kawat yang dibengkokkan pada bagian ujungnya.
- Anggrek yang baru dikeluarkan di tanam dalam pot plastik
- Tiga bulan kemudian, tanaman dipindahkan ke pot yang lebih kecil yaitu ukuran 8 cm atau 10 cm dan ditanami 3-5 tanaman.
- Pot diisi 2/3 bagian,kemudian masukkan larutan fungisida atasi 2ml/l dan larutan pupuk organik suburi 2ml/l.
- Setelah 3 bulan dilakukan pemindahan tanaman (repotting), ke dalam pot yang lebih besar yaitu ukuran 18 cm dan ditanami 1 tanaman saja.
- Setiap 6-8 bulan sekali media diganti dengan yang baru. {mospagebreak}

PEMELIHARAAN
Pemeliharaan meliputi :
- Penyiraman Penyiraman dilakukan sehari sekali. Jika suhu siang hari tinggi, bagian bawah rak dan lantai disiram.
- PemupukanPemupukan dilakukan 7-10 hari sekali dan dilakukan pada pagi atau siang hari. Pupuk yang digunakan adalah pupuk organik, karena ramah lingkungan dan mengandung unsur hara yang kompleks.

HAMA DAN PENYAKIT
Beberapa jenis hama yang menyerang tanaman anggrek antara lain : semut, siput atau keong, thrips, kepik atau kumbang. Semuanya dapat dikendalikan menggunakan insektisida dan molustisida.

Sedangkan penyakit yang menyerang antara lain adalah:
- Penyakit yang disebabkan cendawan dapat dikendalikan dengan fungisida
- Penyakit yang disebabkan oleh bakteri dapat dikendalikan dengan bakterisida
- Penyakit yang disebabkan oleh virus dapat dikendalikan dengan virusida atau dilakukan dengan cara mekanis yaitu membakar tanaman yang terserang dan mencegah pelukaan mekanis dengan alat yang tidak steril

Manfaat Bawang Merah Bagi Kesehatan serta Khasiat dan Kandungannya

Posted by Cara & Teknik Saturday, December 15, 2012 0 komentar
Manfaat bawang merah bagi kesehatan – bawang merah sudah dikenal dari zaman kuno sebagai obat rumah, obat tradisional, maka dari itu bawang merah sangat berperan bagi kesehatan tubuh, seperti halnya di daerah saya ketika salah seorang di serang penyakit bisul (aduh penyakit ini pernah aku idap loh ^_^ ), seperti yang kita tahu bahwa dengan mengangatkan bawang merah kea pi lalu bawang merahnya diiris dan di oleskan ke sekeliling daerah bisul. (semua teman teman kayaknya udah pada tahu semua deh)

Manfaat Bawang merah bagi Kesehatan sangat penting jika kita lihat dari sejumlah penyakit seperti filek, asma , infeksi bakteri, masalah pernapasan, angina , dan batuk. Bawang juga dikenal untuk mengusir serangga haus darah. Dengan kata lain, Anda mungkin mengatakan bahwa bawang merah merupakan karunia allah yang tak tenilai harganya.

Bawang diketahui memiliki nilai kuratif dari zaman dulu (zaman kuno). Bahkan Organisasi Kesehatan Dunia menegaskan bahwa bawang merah baik untuk orang dengan nafsu makannya kurang dan mereka yang menderita aterosklerosis. Para ahli kesehatan mengakui fakta bahwa bawang memang memberikan kelonggaran besar untuk pasien yang memiliki asma kronis, alergi bronkitis , batuk biasa dan sindrom dingin.

Manfaat kesehatan dari bawang merah yang tersedia karena adanya senyawa sulfur dan quercetin, dalam jejak minyak esensial . Ini adalah antioksidan yang sangat efektif membantu dalam menetralisir radikal bebas ada dalam tubuh manusia. Bawang telah digunakan dari berabad-abad oleh manusia untuk tujuan pengobatan. Bawang juga mengandung komponen mineral seperti kalsium , magnesium , natrium , kalium selenium, dan fosfor .

Beberapa manfaat serta kandungan kesehatan dari bawang merah adalah sebagai berikut:

- Manfaat Bawang Merah, Membunuh Kuman di Mulut: Bawang merah sering digunakan untuk mencegah kerusakan gigi dan infeksi mulut. Mengunyah bawang mentah untuk 2 sampai 3 menit mungkin bisa membunuh semua kuman yang ada di daerah mulut.
- Manfaat Bawang Merah, Pengobatan untuk Penyakit Jantung: Bawang membantu dalam penipisan darah, yang pada gilirannya mencegah sel-sel darah merah dari rumpun pembentukan. Blok ini dapat menyebabkan gangguan jantung atau penyakit kardiovaskular.
- Manfaat Bawang Merah, untuk jerawat: Jus Bawang merah dicampur dengan madu atau minyak zaitun dikatakan pengobatan terbaik untuk jerawat.
- Manfaat Bawang Merah, Pengobatan untuk Batuk: Mengkonsumsi jus bawang dan madu dapat menghidupkan kembali sakit tenggorokan dan gejala batuk.
- Manfaat Bawang Merah, Digunakan sebagai repellent Serangga: Anda dapat menerapkan jus bawang untuk mengurangi rasa sakit yang disebabkan karena lebah madu menggigit. Jus segar bawang merah atau pasta dapat digunakan untuk aplikasi eksternal untuk gigitan serangga dan sengatan kalajengking.
- Manfaat Bawang Merah, meningkatkan daya Seks: Bawang merah dikatakan dapat meningkatkan dorongan untuk kehidupan seksual yang sehat.
- Manfaat Bawang Merah, Pengobatan intik anemia: Bahkan kondisi anemia dapat ditingkatkan dengan makan bawang bersama dengan Jaggery dan air .
- Manfaat Bawang Merah, Meredakan Sakit Perut: Bawang memiliki sifat anti-inflamasi dan anti-bakteri yang memberikan bantuan untuk sakit perut dan sindrom gastro terkait.
- Manfaat Bawang Merah, Mengobati Gangguan urin: Bagi mereka yang menderita rasa terbakar saat buang air kecil, bawang merah dapat memberikan bantuan yang cukup besar. Pasien harus minum air direbus dengan 6 sampai 7 gram bawang.
- Manfaat Bawang Merah, Pencegahan Kanker: Bawang kaya senyawa aktif yang berhasil menghambat perkembangan sel-sel kanker.
- Manfaat Bawang Merah, Mengurangi Earache: Beberapa tetes jus bawang benar-benar dapat terbukti dan sangat bermanfaat bagi individu yang menderita dari akut sakit telinga . Suara dering di telinga dapat disembuhkan dengan menerapkan jus bawang melalui kapas.
- Manfaat Bawang Merah, Seperti yang kita ketahui bawang telah bermanfaat untuk mengobati berbagai penyakit manusia seperti tumor, batuk persisten dan dingin. Praktisi pengobatan menganggap ini sebagai bentuk tanaman yang sempurna rumah obat untuk menghilangkan sindrom penyakit. mengkonsumsi bawang merah dapat membantu dalam pencegahan perut dan payudara kanker .
- Manfaat Bawang Merah, Bawang Terdiri dari Sulfur Kaya Senyawa-Penelitian medis menunjukkan bahwa senyawa sulfur berhenti formasi rantai biokimia yang mungkin dapat menyebabkan kondisi asma. Bawang memfasilitasi pencairan dahak pada pasien yang menderita batuk yang parah. Jus bawang segar dikatakan diterapkan pada pasien yang menjadi tidak sadar, untuk membawa kembali kekuatan dan energi ke pasien.

Berbicara tentang kuliner bawang merah telah digunakan sejak dulu dalam berbagai makanan olahan, bawang merah digunakan untuk menghilangkan rasa bau yang kurang sedap pada makanan non vegetarian. Selain itu bawang merah dapat dikonsumsi secara mentah, jus, digoreng, dipanggang dan direbus (disesuaikan dengan penggunaannya). Tanpa disadari kalau bawang merah berguna bagi kesehatan mata karena pada saat mengiris bawang merah kita mengeluarkan air mata yang bertujuan untuk membersih mata dari debu/kotoran tipis pada mata. Dengan adanya manfaat bawang merah bagi kesehatan ini semoga bermanfaat bagi teman semua

Cara Menumpangsarikan Bawang Merah Dengan Cabai

Posted by Cara & Teknik 0 komentar
Ada yang perlu disimak pernyataan petani dari Losari (Brebes) yang memiliki “lapak” (kios) di Pasar Induk Cibitung (Bekasi), Jawa Barat. Katanya, modal untuk menanam cabai diakui oleh petani sangat tinggi. Sehingga, petani yang bermodal kecil, juga “bernyali” kecil, jarang “berani” menanam cabai.

“Sebagai gambaran, biaya menanam bawang merah 2 ha kalau untuk menanam cabai, setengah hektar saja tidak cukup,” nara sumber ini, yang saat ditemui sedang menampung bawang merah, menyambung ceritanya. Karena itu, petani di Patrol (Indramayu, Jawa Barat) misalnya, membuat pola tanam padi-bawang merah–cabai. Maksudnya, setelah padi dipanen, bawang merah ditanam. Setelah bawang merah umur 30 hari, tanaman cabai (disemai dulu sampai umur 20 hari) ditanam. Ketika bawang merah dipanen, cabai memasuki awal pemanenan pertama.

Dengan cara itu, modal penanaman cabai bisa ditekan. Nara sumber di Pacet (Cianjur, Jawa Barat), yang menumpangsarikan cabai dan kol misalnya, bisa mengurangi separuh ongkos produksi untuk menanam cabai. Sementara nara sumber di Patrol (Indramayu) mengatakan, menanam bawang merah seluas 200 bata (1,0 bata = 14 m2) biayanya Rp.10 juta. Hasil penjualan panenannya Rp.16 juta. Jadi selisih Rp.6. juta digunakan untuk mengongkosi penanaman cabai.

Ongkos produksi
Menurut nara sumber di Cibitung dan Patrol, petani harus memantau harga bawang merah dan cabai di pasaran. Sebab, harga bagus untuk bawang merah-cabai hanya berlangsung pada bulan-bulan tertentu. Petani Patrol misalnya bisa menikmati harga tinggi antara Mei, Juni, Juli. Pada bulan-bulan ini harga yang diterima petani dalam kisaran Rp.6.000. – Rp.7.000.

Harga yang diterima petani di Pacet, untuk cabai keriting relatif tidak berbeda. Pada saat yang sama nara sumber penulis juga menerima Rp.6.000. – Rp.7.000. perkilogram atau rata-rata Rp.6.500 perkilogram. Namun petani ini pernah menerima harga antara Rp.1.700. – Rp.3.000. perkilogram atau rata-rata Rp.2.350. Bila harga ini yang diterima petani, apakah petani tidak rugi kalau hasil panen rata-rata 6 – 7 ton untuk lahan seluas kurang lebih 0,4 ha ?.

BIAYA TANAM BAWANG MERAH
1. Pemupukan cara petani
Pupuk dasar
Pupuk organik menggunakan abu pembakaran jerami sisa panen padi pada musim sebelumnya
Pupuk anorganik menggunakan:
- TS 50 kg Rp. 200.000.
- Urea 50 kg 150.000.
- ZA 50 kg 150.000.

Pupuk lanjutan 1 (umur tanaman 10 – 15 hari setelah tanam (HST)
- NPK 50 kg Rp. 1.000.000.
- ZA 50 kg 150.000.
- Kapur 40 kg 16.000.

Pupuk lanjutan 2 (umur tanaman 25-30 HST)
- NPK 50 kg Rp. 1.000.000.
- ZA 50 kg 150.000.
- Kapur 40 kg 16.000.

Subtotal Rp. 2.832.000.

Setelah itu, sampai umur panen 60, 75, 90 hari (tergantung varietas yang ditanam), bawang merah tidak dipupuk lagi.

2. Pemupukan menurut anjuran
Pupuk dasar
Pupuk organik menggunakan pupuk kandang atau kompos atau sejenisnya sebanyak 4 ton Rp. 1.000.000.
Pupuk anorganik menggunakan:
- TS 100 kg Rp. 400.000.
- Urea 30 kg 90.000.
- KCl 60 kg 240.000.
- ZA 60 kg 180.000.

Pupuk lanjutan 1 (umur tanaman 10 – 15 hari setelah tanam (HST)
Ø Urea 30 kg Rp. 90.000.

Pupuk lanjutan 2 (umur tanaman 25-30 HST)
Ø ZA 50 kg 120.000.

Subtotal Rp. 2.120.000.

Setelah itu, sampai umur panen 60, 75, 90 hari (tergantung varietas yang ditanam), bawang merah tidak dipupuk lagi

PESTISIDA
1. Cara petani
Penyemprotan pestisida tergantung keadaan alam.
- kondisi normal dilakukan 3 – 5 kali semprot selama satu periode tanam.
- Banyak hujan 3-5 hari sekali disemprot atau 10 – 15 kali semprot selama satu periode tanam. Atau rata rata penyemprotan untuk satu periode tanam 8 kali semprot.
- Biaya pembelian pestisida untuk satu kali semprot Rp.500.000.
Subtotal Rp. 4.000.000.

2. Cara menurut anjuran
Berdasarkan berbagai pertimbangan di antaranya dampak negatif racun pestisida yang akan timbul di kemudian hari, anjuran dari instansi terkait, penyemprotan pestisida yang aman dari dampak negatif antara 3 – 5 kali semprot perperiode tanam atau rata rata 4 kali semprot. Biaya pembelian pestisida untuk satu kali semprot Rp.500.000.
Subtotal Rp. 2.000.000.

TENAGA KERJA
1. Cara petani
Pengolahan tanah
Empat kali pengolahan:
- Pengolahan I : pembalikan tanah sambil membuat bedengan
- Pengolahan II : penghancuran tanah tanah bongkahan
- Pengolahan III: peremahan tanah
- Pengolahan IV: penggemburan tanah sambil memberi pupuk organic kemudian dilakukan
penyiraman

Biaya pengolahan tanah: Rp.3.200.000.
Tenaga kerja tetap:Untuk perawatan tanaman selama 60 hari kerja Rp.1.000.000.
Tenaga kerja panen: Biasanya menggunakan tenaga kerja Wanita Rp. 400.000.

Subtotal biaya tenaga kerja Rp. 4.600.000.

2. Cara menurut anjuran
Seperti cara petani

PEMBELIAN BIBIT BAWANG MERAH
Kebutuhan bibit untuk luas tanam 0,4 hektar kurang lebih: 400 (kg) x Rp.16.000. Rp. 6.400.000.

TOTAL BIAYA
1. Cara petani
- Subtotal poin 1.a. sampai 1.d. Rp. 18.532.000.
- Asumsi biaya tak terduga 20% Rp. 3.706.400.
- Total biaya penanaman bawang merah seluas 0,4 hektar Rp. 22.238.400.

2. Cara menurut anjuran
- Subtotal poin 1.a. sampai 1.d. Rp. 15.120.000.
- Asumsi biaya tak terduga 20% Rp. 3.024.000.
- Total biaya penanaman bawang merah seluas 0,4 hektar Rp. 18.144.000.

BIAYA TANAM CABAI MERAH
Cabai merah dibenihkan dulu. Ada yang menggunakan kantong kantong (polibag) kecil tetapi lebih banyak pembenihan dilakukan di petakan petakan dekat areal tanam. Pengolahan tanah dan pemupukan dasar “menumpang” pada pengolahan tanah dan pemupukan dasar penanaman bawang merah. Setelah cabai merah ditanam di antara bawang merah, umur cabai merah kurang lebih 30 hari sejak benih ditanam, dilakukan hal berikut.

1. Pemupukan cara petani
Umur tanaman kurang lebih 30 hari sejak benih ditanam
- NPK 25 kg Rp. 500.000.
- TS 25 kg 100.000.
- Kapur 20 kg 8.000.

Pupuk lanjutan, umur tanaman kurang lebih 45 hari atau 15 HST sampai tanaman umur 90 hari atau 60 HST atau 4 kali pemupukan:
- NPK 100 kg Rp. 2.000.000.
- TS 100 kg 400.000.
- Kapur 80 kg 32.000.
Subtotal Rp. 3.040.000.

2. Pemupukan menurut anjuran
Pupuk dasar saat pembenihan dianjurkan
- Pupuk organik menggunakan pupuk kandang atau kompos atau sejenisnya sebanyak 900 kg - 1 ton Rp. 247.500.

Pupuk anorganik menggunakan:
- TS dan KCl (1 : 1) 25 kg Rp. 100.000.
- Urea 25 kg 75.000.

Setelah ditanam di lapangan, umur tanaman kurang lebih 30 hari sejak dibenihkan
- Urea 5 kg Rp. 15.000.
- TS 20 kg 80.000.
- KCl 12 kg 48.000.
- ZA 8 kg 24.000.

Pupuk lanjutan 2, umur tanaman kurang lebih 45 hari atau 15 HST sampai tanaman umur 90 hari atau 60 HST atau 4 kali pemupukan:
- Urea 25 kg Rp. 75.000.
- TS 80 kg 320.000.
- KCl 48 kg 192.000.
- ZA 32 kg 96.000.
Subtotal Rp. 1.197.500.

Pestisida
1. Cara petani
- Penyemprotan pestisida tergantung keadaan alam.
- kondisi normal dilakukan 3 kali semprot selama satu periode tanam (sampai 120 HST).
- banyak hujan bisa 10 kali semprot selama satu periode tanam atau rata rata penyemprotan untuk satu periode tanam 6 kali semprot.
- Biaya pembelian pestisida untuk satu kali semprot Rp.500.000.
Subtotal Rp. 3.000.000.

2. Cara menurut anjuran
Berdasarkan berbagai pertimbangan di antaranya dampak negatif racun pestisida yang akan timbul di kemudian hari, anjuran dari instansi terkait, penyemprotan pestisida yang aman dari dampak negatif antara 3 – 5 kali semprot perperiode tanam atau rata rata 4 kali semprot
Biaya pembelian pestisida untuk satu kali semprot Rp.500.000.
Subtotal Rp. 2.000.000.

Tenaga kerja
1. Cara petani
Pengolahan tanah
Biaya pengolahan tanah: Rp.0..
Tenaga kerja tetap: Untuk perawatan tanaman selama 120 hari kerja Rp.2.000.000.
Tenaga kerja panen: Biasanya menggunakan tenaga kerja Wanita Rp. 400.000.

Subtotal biaya tenaga kerja Rp. 2.400.000.

2. Cara menurut anjuran
Seperti cara petani

Pembelian bibit cabai merah
Kebutuhan bibit untuk luas tanam 0,4 hektar kurang lebih:
2 liter (2 botol) x Rp.100.000. Rp. 200.000.

Total biaya
1. Cara petani
- Subtotal poin 1.a. sampai 1.d. Rp. 8.640.000.
- Asumsi biaya tak terduga 20% Rp. 1.728.000.
- Total biaya penanaman cabai merah seluas 0,4 hektar Rp. 10.368.000.

2. Cara menurut anjuran
Subtotal poin 1.a. sampai 1.d. Rp. 5.797.500.
Asumsi biaya tak terduga 20% Rp. 1.159.500.
Total biaya penanaman cabai merah seluas 0,4 hektar Rp. 6.957.000.

Total biaya produksi
1. Cara petani
Biaya penanaman bawang merah dan cabai merah untuk areal tanam 0,4 hektar: Rp.22.238.400. + Rp. 10.368.000.=Rp. 32.606.400.

2. Cara menurut anjuran
Biaya penanaman bawang merah dan cabai merah untuk areal tanam 0,4 hektar: Rp.18.144.000. + Rp.6.957.000.=Rp.25.101.000.

Pemanenan

1. Bawang merah
Pemanen bawang merah dilakukan setelah umbinya sudah cukup tua. Umur tanaman biasanya sudah menginjak 60 hari. Tanda-tanda umbi sudah tua adalah:
- leher batang di atas umbi sudah lemas dan mudah direbahkan;
- daun mulai menguning;

Bila sudah kelihatan tanda-tanda ini bawang merah sudah bisa dipanen. Setelah dipanen, bawang didiamkan selama 2 hari, kemudian diikat dan dijemur. Setelah itu bawang merah disimpan di tempat yang teduh dan tidak lembab.

Sedangkan hasil panennya berdasarkan pengalaman nara sumber untuk setiap deret tanaman (12 tanaman) antara 0,25 kg – 1,0 kg. Jumlah tanaman bawang merah (yang hidup) untuk areal 0,4 hektar kurang lebih 80% nya kira-kira 71.280. tanaman. Dengan demikian jumlah umbi yang bisa dipanen antara:
- (71.280. tanaman : 12) x 0,25 kg = 1.485. kg.
- (71.280. tanaman : 12) x 1,0 kg = 5.940. kg.

Hasil panen rendah biasanya karena penanamannya dilakukan saat hujan masih banyak turun sehingga mengganggu pertumbuhan umbi.

2. Cabai merah
Panen pertama dengan luas pertanaman 0,4 hektar, dengan jumlah tanaman yang hidup 7.920. tanaman, bisa dipanen rata-rata pertanaman 1,0 kg – 2,0 kg. Masa panen kira-kira 2-3 bulan (60 – 90 hari) dengan waktu pemanenan 3 – 5 hari sekali. Atau jumlah pemanenan atau pemetikannya sekitar 20 kali panen. Dengan jumlah panenan ini total hasil panen antara 7.920. kg – 15.840. kg.

Berbeda dengan penanganan bawang merah yang perlu penjemuran setelah panen, maka cabai merah begitu selesai dipanen bisa langsung dibawa ke pasar atau kerap kali juga sudah ditunggu pedagang. Jadi hasil panenan cabai tidak perlu penanganan seperti bawang merah.

Perkiraan hasil penjualan panenan
Kebetulan harga cabai merah besar dan harga bawang merah yang diterima petani relatif sama yaitu dalam kisaran Rp.6.000. – Rp.7.000. perkilogram (sekitar bulan Mei 2009 dan Juli 2010) atau rata-rata Rp.6.500 perkilogram. Harga terendah selama periode 2007 – 2009 antara Rp.1.700. – Rp.3.000. perkilogram atau rata-rata Rp.2.350. Bila harga ini yang diterima petani maka pendapatan petani dari hasil penjualan panenannya seperti berikut (Sumber: Petani dan pedagang bawang merah – cabai merah di Patrol, Indramayu dan Losari, Brebes, serta petani dan pedagang di Pasar Induk Cibitung, Bekasi, Jawa Barat).

1. Penjualan hasil panen bawang merah (luas panen 0,4 hektar)

Hasil panen rendah
1. Harga rata rata Rp.6.500. perkilogram
- Bawang merah: 1.485. (kg) x Rp.6.500. = Rp. 8.910.000.
- Cabai merah: 7.920. (kg) x Rp.6.500. = Rp. 47.520.000.

2. Harga rata rata Rp.2.350. perkilogram
- Bawang merah: 1.485. (kg) x Rp.2.350. = Rp. 3.489.750.
- Cabai merah: 7.920. (kg) x Rp.2.350. = Rp. 18.612.000.

Hasil panen tinggi

1. Harga rata rata Rp.6.500. perkilogram
- Bawang merah: 5.940. (kg) x Rp.6.500. = Rp. 38.610.000.
- Cabai merah: 15.840. (kg) x Rp.6.500. = Rp. 141.520.000.

2. Harga rata rata Rp.2.350. perkilogram
- Bawang merah: 5.940 (kg) x Rp.2.350. = Rp. 13.959.000.
- Cabai merah: 15.840. (kg) x Rp.2.350. = Rp. 37.224.000.

Analisa Usaha

1. Panen rendah dan harga rendah
- Biaya produksi versi petani untuk menanam bawang merah dan cabai merah Rp.32.606.400.
- Biaya produksi versi anjuran untuk menanam bawang merah dan cabai merah Rp.25.101.000.
- Total hasil penjualan bawang merah dan cabai Rp.22.101.750.
- Kesimpulannya, petani rugi lebih dari 10 – 30-an% dari biaya produksi

2. Panen rendah namun harga tinggi
- Biaya produksi sama seperti di atas
- Total hasil penjualan bawang merah dan cabai Rp.56.430.000.
- Kesimpulannya, petani untung lebih dari 70 – 120-an% dari biaya produksi

3. Panen tinggi namun harga rendah
- Biaya produksi sama seperti di atas
- Total hasil penjualan bawang merah dan cabai Rp.51.183.000.
- Kesimpulannya, petani untung lebih dari 50 – 100-an% dari biaya produksi

4. Panen tinggi dan harga tinggi
- Biaya produksi sama seperti di atas
- Total hasil penjualan bawang merah dan cabai Rp.141.570.000.
- Kesimpulannya, petani untung lebih dari 300-400-an% dari biaya produksi

Sehat Dengan Ubi Jalar ???

Posted by Cara & Teknik 0 komentar
Mendengar kata ubi jalar dan kentang membuat sebagian orang bergidik, karena memikirkan berat badan dan lemak. Tapi tidak dengan ubi jalar. Tanaman akar sederhana ini memiliki banyak manfaat kesehatan dan bermanfaat bagi yang ingin menurunkan berat badan.

1. Karbohidrat
Ubi jalar memiliki kandungan karbohidrat sedikit lebih rendah dari kentang biasa. Satu kentang ukuran sedang mengandung 26 gram karbohidrat, sedangkan satu ubi jalar berukuran sama mengandung 23 gram karbohidrat.

2. Serat
Ubi jalar mengandung serat hampir dua kali lipat daripada kentang jenis lain dan memiliki 7 gram serat per porsi. Kandungan serat tinggi membuat proses pembakaran lebih lambat. Artinya, energi dari kalori digunakan lebih lambat dan efisien daripada karbohidrat rendah serat lainnya.

3. Vitamin dan kalium
Ubi jalar merupakan sumber vitamin A dan merupakan sumber kalium dan vitamin C, B6, riboflavin, tembaga, asam pantothetic dan asam folat. Satu buah ubi jalar ukuran sedang memiliki kalium 28 persen lebih banyak daripada pisang.

4. Kadar air
Jumlah air yang tinggi yang ditemukan dalam ubi jalar membantu menurunkan berat badan. Sama seperti serat, air mengambil banyak ruang di perut Anda. Oleh karena itu, makan makanan yang mengandung air tinggi membuat Anda merasa kenyang dan mencegah makan berlebihan atau ngemil di antara waktu makan.

Memilih ubi jalar
Ubi jalar berkualitas baik adalah yang tidak retak atau memar. Ubi yang disimpan di tempat yang sejuk dan gelap, berventilasi bisa bertahan hingga dua minggu. Ubi jalar yang telah matang bisa disimpan di kulkas selama seminggu.Ubi jalar bisa dimasukkan dalam berbagai olahan makanan atau sebagai sebagai kue.

Resep cepat ubi jalar panggang
Ingin mencoba makanan sehat dan praktis? Olahan ubi jalar ini bisa Anda coba!

Panaskan oven, dan tambahkan satu sendok teh minyak zaitun atau minyak lainnya dengan api sedang dalam panci kecil. Potong ubi jalar memanjang dengan tebal 2-3 cm dan tempatkan dalam mangkuk besar. Bumbui dengan garam, merica dan oregano. Aduk perlahan. Masak sampai matang.

Pilihan kedua adalah menyimpan potongan ubi jalar dalam loyang besar. Panggang dalam suhu tinggi selama 20-40 menit atau sampai lunak dan berwarna kecokelatan. Bumbui dengan garam dan merica. Sajikan hangat-hangat.

Khasiat & Manfaat Bawang Merah Sebagai Tanaman Obat

Posted by Cara & Teknik 0 komentar
Manfaat Bawang Merah : Bawang merah masih menjadi salah satu tanaman favorit petani dalam mendapatkan rupiah, budidaya bawang merah terus mengalami peningkatan seiring meningkatnya kebutuhan pasar akan tanaman yang sebagian besar dimanfaatkan bagian umbinya ini.

Bawang merah merupakan salah satu jenis tanaman dimana penggunaannya bisa kita temukan dihampir semua jenis masakan, baik makanan lokal maupun luar. Selain sebagai bahan rempah, ternyata bawang merah juga bisa berperan sabagai tanaman obat.

Klasifikasi Ilmiah Bawang merah
Kerajaan: Plantae
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Liliopsida
Ordo: Asparagales
Famili: Amaryllidaceae
Genus: Allium
Spesies: A.cepa
Nama binomial: Allium cepa

Kandungan Bawang merah
Nilai Gizi Per 100 G (3.5Oz)
Energi: 166kj (40 kcal)
Karbohidrat: 9.34 g
Gula: 4.24 g
Diet Serat: 1.7 g
Lemak jenuh: 0.1 g
Monounsaturated: 0.013 g
Polyunsaturated: 0.017 g
Protein: 1.1 g
Air: 89.11 g
Vitamin A equiv: 0 mg (0%)
Thiamine (Vitamin B1): 0.046 mg (4%)
Riboflavin (Vitamin B2): 0.027 mg (2%)
Niacin (Vitamin B3 ): 0.116 mg ( 1%)
Vitamin B6: 0.12 mg (95)
Folat: 19 mg (5%)
Vitamin B12: 0 mg (5%)
Vitamin C: 7.4 mg (12%)
Vitamin E: 0.02 mg
Vitamin K: 0.4 mg
Kalsium: 23 mg
Besi: 0.21 mg
Magnesium: 0.129 mg
Fosfor: 9 mg
Kalium: 146 mg
Sodium: 4 mg
Seng 0.17 mg

Sumber : USDA Nutrient Database

Bebebapa ciri umum bawang merah :

1. Bunga majemuk, berbentuk tandan bertangkai yang terdiri dari 50-200 kuntum bunga. Bagian ujung serta pangkal tangkai mengecil, bagian tengahnya mengembung. Bentuk tangkai seperti pipa. Tangkai bunga tumbuh memanjang hingga mencapai 30-50 cm.Bunga bawang merah merupakan jenis bunga sempurna dimana dalam setiap bunga terdapat benang sari dan kepala putik.
2. Buah berbentuk bulat dengan bagian ujung tumpul. Bentuk biji agak pipih, pada bagian ini sering digunakan untuk memperbanyak tanaman secara generatif.

Khasiat bawang merah untuk kesehatan
Banyak khasiat bawang merah yang bisa digunakan untuk pengobatan sejumlah penyakit antara lain :

1. Sifat minyak yang terkandung dalam air bawang merah bisa digunakan untuk membunuh sejumlah mikroba staphylococci, juga mikroba streptococci yg merupakan jenis mikroba penyebab penyakit radang pada torak dan kerongkongan. Dapat membunuh mikroba diphtreria, amuba disentri, dan mikroba TBC.Cara penggunaannya yaitu dengan menghirup aroma atau memakannya
2. Dapat meminimalisir pembekuan darah, caranya dengan memakan umbi bawang merah mentah yang di campur dengan keju.
3. Menjadikanya sebagai bahan kompres untuk menyembuhkan penyakit dari luar. Caranya yaitu dengan memotong-motong bawang merah menjadi beberapa bagian kecil selanjutnya dipanaskan. Cara penggunaaan kompresan yaitu dengan meletakannya pada bagian-bagian tubuh yg akan diobati lalu mengikatnya. Kompresan ini diganti setiap 12 jam. Beberapa penyakit yang bisa disembuhkan dengan cara ini antara lain : Batuk rejan dan radang paru. Letakkan kompresan di bagian dada. Melancarkan buang air kecil, letakkan kompresan diatas ginjal / kantong kemih. Gangguan pada fungsi pengaturan darah, letakkan kompresan pada bagian atas telapak kaki. Mengeluarkan darah kotor dan nanah, letakkan kompresan di bagian atas luka.
4. Menghilangkan rasa perih pada bagian-bagian tubuh yang luka dengan memanfaatkan air perasan bawang merah.
5. Menghilangkan pecah-pecah pada bagian puting. Caranya bawang merah dihaluskan dan mencampurnya dengan minyak zaitun, lalu di oleskan kebagian kulit yang pecah-pecah.
6. Menyembuhkan penyakit cacingan pada anak-anak. Caranya beri si anak minuman hasil seduhan dari potongan-potongan bawang merah yang telah disimpan selama satu malam. Sebelum diminumkan, tambahkan dahulu sedikit madu kedalam seduhan tersebut.
7. Menghilangkan rasa pusing dan menyadarkan orang pingsan. Caranya dengan mendekatkan bawang merah mentah ke bagian hidung penderita.
8. Membantu menghilangkan kalu dan mata ikan pada bagian kaki.
9. Kengunaan bawang merah lainnya yaitu dapat digunakan untuk menurunkan kadar gula darah. Juga bisa digunakan untuk menyembuhkan penyakit flu.

Demikian ulasan singkat tentang manfaat dan khasiat bawang merah sebagai tanaman obat, semoga bermanfaat bagi anda

Ubi Jalar Ternyata Bisa Menjaga Stamina Pria

Posted by Cara & Teknik 0 komentar
Ubi jalar dinobatkan sebagai ‘juara satu’ dalam ‘kompetisi’ kekayaan nutrisi kelompok sayur-sayuran. Hal ini ‘diumumkan’ oleh asosiasi nutrisionis Amerika Serikat, beberapa waktu lalu. Khususnya, ubi jalar kaya akan karbohidrat kompleks sehingga energi tidak sekaligus terlepas, melainkan secara berkala.

Selain itu, dalam setiap butir ubi jalar ukuran sedang, kandungan vitamin A-nya hampir dua kali lipat dari yang disarankan dikonsumsi setiap hari. Warna ungu pada ubi jalar ungu adalah zat antioksidan yang membantu tubuh menangkal radikal bebas.

Untuk memenuhi kebutuhan vitamin C setiap hari, 42% bisa tercukupi dari mengonsumsi ubi jalar. Bahkan, beta carotene ubi jalar adalah 4 kali lipat dari yang dibutuhkan. Bila dimakan bersama kulitnya (tentunya setelah dicuci bersih), ubi jalar rebus mengandung lebih banyak serat dibanding oatmeal. Kalorinya? Hanya 130-160. Jadi, cocok buat Anda yang sedang menjaga berat badan. Dengan catatan, ubi jalar direbus tanpa tambahan apa pun.

Ubi jalar pun sempurna bagi ‘ransum’ Anda yang menderita diabetes, karena kandungan indeks glikemiknya rendah. Karena ubi jalar tercerna perlahan di dalam lambung, gula darah meningkat pelan-pelan. Efeknya, Anda kenyang lebih lama. Karena keunggulan ini, makin banyak orang di berbagai belahan dunia yang menempatkan ubi jalar dalam daftar sumber karbohidrat dalam program diet mereka.

Diet South Beach yang terkenal di Amerika Serikat, misalnya, ‘menerima’ ubi jalar dalam daftar bahan pangan layak konsumsi. Begitu pula diet Atkins, yang merekomendasikan hanya 10 gram karbohidrat. Ubi jalar kukus disarankan untuk menggantikan nasi, kentang ataupun jagung rebus. Pada diet Sugarbusters, konsumsi ubi jalar sangat dianjurkan untuk menggantikan bahan pangan kaya gula dan karbohidrat, seperti nasi, pasta, dan jagung.

Secara umum, karbohidrat kompleks pada umbi-umbian dapat membantu pria dalam menjaga stamina bercinta. Apabila diolah tanpa digoreng, tanpa gula, tanpa MSG, tanpa lemak trans (seperti pada margarin), dan lain-lain, umbi-umbian dapat membantu Anda mengatasi selulit. Hebatnya lagi, prebiotik, yang tenar ada dalam produk-produk susu, sebetulnya juga dapat dijumpai pada ubi jalar, umbi dahlia, bawang merah, bawang putih, asparagus, pisang, artichoke, dan kedelai. Prebiotik berguna untuk membantu stimulasi pertumbuhan bakteri baik probiotik, Bifidobacteria, dan Lactobacili di dalam usus. Berkat para bakteri baik tersebut, daya tahan usus terhadap serangan mikroorganisme penyakit, meningkat. Pendeknya, prebiotik dapat mengurangi frekuensi diare.

Selain itu, prebiotik bisa mengusir zat-zat racun penyebab kanker (antikarsinogenik) dan melawan mikroba pengganggu (antimikrobial). Kabar baik lainnya, prebiotik membantu menyerap mineral serta mengatur keseimbangan kadarnya di dalam tubuh. Dengan begitu, Anda pun terhindar dari osteoporosis

Pengendalian HAMA Pada Tanaman Ubi Jalar

Posted by Cara & Teknik Tuesday, December 11, 2012 0 komentar
Pengendalian HAMA Pada Tanaman Ubi Jalar
a. Penggerek Batang Ubi Jalar
Stadium hama yang merusak tanaman ubi jalar adalah larva (ulat). Cirinya adalah membuat lubang kecil memanjang (korek) pada batang hingga ke bagian ubi. Di dalam lubang tersebut dapat ditemukan larva (ulat).
Gejala : terjadi pembengkakan batang, beberapa bagian batang mudah patah, daun-daun menjadi layu, dan akhirnya cabang-cabang tanaman akan mati.
Pengendalian :
(1) rotasi tanaman untuk memutus daur atau siklus hama;
(2) pengamatan tanaman pada stadium umur muda terhadap gejala serangan hama: bila serangan hama >5 %, perlu dilakukan pengendalian secara kimiawi;
(3) pemotongan dan pemusnahan bagian tanaman yang terserang berat;
(4) penyemprotan insektisida yang mangkus dan sangkil, seperti Curacron 500 EC atau Matador 25 dengan konsentrasi yang dianjurkan.

b. Hama Boleng atau Lanas
Serangga dewasa hama ini (Cylas formicarius Fabr.) berupa kumbang kecil yang bagian sayap dan moncongnya berwarna biru, namun toraknya berwarna merah. Kumbang betina dewasa hidup pada permukaan daun sambil meletakkan telur di tempat yang terlindung (ternaungi). Telur menetas menjadi larva (ulat), selanjutnya ulat akan membuat gerekan (lubang kecil) pada batang atau ubi yang terdapat di permukaan tanah terbuka.
Gejala : terdapat lubang-lubang kecil bekas gerekan yang tertutup oleh kotoran berwarna hijau dan berbau menyengat. Hama ini biasanya menyerang tanaman ubi jalar yang sudah berubi. Bila hama terbawa oleh ubi ke gudang penyimpanan, sering merusak ubi hingga menurunkan kuantitas dan kualitas produksi secara nyata.
Pengendalian :
(1) pergiliran atau rotasi tanaman dengan jenis tanaman yang tidak sefamili dengan ubi jalar, misalnya padi-ubi jalar-padi;
(2) pembumbunan atau penimbunan guludan untuk menutup ubi yang terbuka;
(3) pengambilan dan pemusnahan ubi yang terserang hama cukup berat;
(4) pengamatan/monitoring hama di pertanaman ubi jalar secara periodik: bila ditemukan tingkat serangan > 5 %, segera dilakukan tindakan pengendalian hama secara kimiawi;
(5) penyemprotan insektisida yang mangkus dan sangkil, seperti Decis 2,5 EC atau Monitor 200 LC dengan konsentrasi yang dianjurkan;
(6) penanaman jenis ubi jalar yang berkulit tebal dan bergetah banyak;
(7) pemanenan tidak terlambat untuk mengurangi tingkat kerusakan yang lebih berat.

c. Tikus (Rattus rattus sp)
Hama tikus biasanya menyerang tanaman ubi jalar yang berumur cukup tua atau sudah pada stadium membentuk ubi. Hama Ini menyerang ubi dengan cara mengerat dan memakan daging ubi hingga menjadi rusak secara tidak beraturan. Bekas gigitan tikus menyebabkan infeksi pada ubi dan kadang-kadang diikuti dengan gejala pembusukan ubi.
Pengendalian:
(1) sistem gerepyokan untuk menangkap tikus dan langsung dibunuh;
(2) penyiangan dilakukan sebaik mungkin agar tidak banyak sarang tikus disekitar ubi jalar;
(3) pemasangan umpan beracun, seperti Ramortal atau Klerat.

Membaca Harga Bawang Merah Dengan Mengintip Tanam & Panen Daerah Lain

Posted by Cara & Teknik 0 komentar
Membaca Harga Bawang Merah Dengan Mengintip Tanam & Panen Daerah LainArtinya kalau petani ingin menikmati harga yang tinggi, ia harus sudah menanamnya 2-3 bulan sebelum harganya tinggi. Atau kira-kira Februari-Maret (cabai ditanam sebulan kemudian), di mana pada bulan-bulan ini jatuh pada musim peralihan yaitu musim hujan memasuki musim kemarau. Sedangkan memasuki Agustus, petani sudah meramal harga bawang merah-cabai mengalami kegoncangan karena bulan-bulan sekitar Agustus-September adalah bulan-bulan musim panen baik di Patrol maupun daerah lain terutama Brebes-Tegal.

Nara sumber di Cibitung menambahkan, harga menjadi murah karena pada bulan-bulan itu, bawang merah-cabai yang masuk Cibitung tidak hanya dari Jawa Tengah (antara lain dari Brebes, Tegal, Weleri, Demak) melainkan juga dari Jawa Timur (antara lain dari Kediri dan Nganjuk).

Karena itu, perencanaan kapan menanam komoditas tersebut menjadi penting bila tidak ingin terkena “musibah” rugi besar. Sekedar gambaran kapan seharusnya mulai menanam, berdasarkan sumber berikut:
- Pola Produksi Hortikultura, Tanaman Sayuran(Direktorat Jenderal Bina Produksi Hortikultura, Departemen Pertanian RI, 2004).
- Vademekum Tanaman Sayuran (Direktorat Jenderal Produksi Hortikultura dan Aneka Tanaman, Direktorat Tanaman Sayuran dan Tanaman Hias, Departemen Pertanian RI, 2000.).
- Vademikum Agribisnis Sayuran (Direktorat Bina Produksi Hortikultura, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan dan Hortikultura, Departemen Pertanian RI, 1998).

CATATAN PENTING
- umur mulai panen tanaman cabai 90 – 120 hari sejak dibenihkan dan lama panen bisa 3 bulan atau lebih (bisa dipanen sampai 20 kali dan frekuensi pemanenan rata rata 3 – 5 hari sekali;
- umur panen bawang merah 75 – 90 hari dan dipanen sekaligus (fakta lapang, umur 60 hari (bahkan ada yang kurang dari umur ini), petani banyak yang sudah memanennya.

Selain itu adalah dengan memperhatikan perkiraan bulan bulan musim tanam cabai dan bawang merah di berbagai daerah yang dikenal sebagai produsen komoditi tersebut. Meskipun memancing timbulnya pertanyaan, apakah pada saat “banyak daerah yang menanam”, berarti cabai-bawang merah di pasaran sedang kosong, karena tidak ada panenan, sehingga harganya tinggi ? Begitu juga sebaliknya. Apakah pada saat “sedikit daerah yang menanam”, berarti banyak daerah yang memanennya sehingga pasar dibanjiri kedua komoditas itu sehingga harganya rendah ?

1. Musim tanam cabai
- Oktober: Tapanuli Utara, Rejang Lebong, Serang, Ciamis, Sukabumi, Garut, Bandung, Cianjur (9 kabupaten).
- November: Tapanulki Utara, Tanah Karo, Simalungun, Solok, Serang, Majalengka, Kuningan, Ciamis, Sukabumi, Indramayu, Garut, Bandung, Cianjur, Cirebon, Klaten, Wonogiri, Banjarnegara, Rembang, Boyolalai, Cilacap, Jember, Ponorogo, Mojokerto (26 kabupaten).
- Desember: Deli Serdang, Tanah Karo, Simalungun, Tanah Datar, Majalengka, Kuningan, Sukabumi, Indramayu, Cirebon, Klaten, Rembang, Boyolali, Kediri, Banyuwangi, Mojokerto, Malang, Probolinggo, Lamongan, Karangasem (19 kabupaten).
- Januari: Deli Serdang, Kerinci, Klaten, Kediri (4 kabupaten).
- Februari: Tapanuli Utara, Deli Serdang, Blora, Klaten (4 kabupaten).
- Maret: Pandeglang, Majalengka, Bantul, Blora, Grobogan, Semarang, Klungkung (7 kabupaten).
- April: Tapanuli Utara, Pandeglang, Kuningan, Ciamis, Sukabumi, Indramayu, Cianjur, Bantul, Blora, Grobogan, Tegal, Ponorogo, Lumajang (13 kabupaten).
- Mei: Deli Serdang, Tanah Karo, Pandeglang, Serang, Kuningan, Ciamis, Kulon Progo, Grobogan, Wonosobo, Tegal, Magelang, Ponorogo, Lumajang, Probolinggo, Klungkung (15 kabupaten).
- Juni: Tapanuli Utara, Deli Serdang, Simalungun, Tanah Datar, Solok, Serang, Majalengka, Kulon Progo, Grobogan, Temanggung, Brebes, Magelang, Nganjuk, Lumajang, Lombok Timur, Jeneponto (16 kabupaten).
- Juli: Tapanuli Utara, Deli Serdang, Bogor, Bekasi, Temanggung, Brebes, Kediri, Nganjuk, Jember, Ponorogo, Karangasem, Lombok Barat, Lombok Timur (13 kabupaten).
- Agustus: Tapanuli Utara, Deli Serdang, Tanah Karo, Rejang Lebong, Bogor, Bekasi, Kediri, Lombok Barat (8 kabupaten).
- September: Tapanuli Utara, Tanah Karo, Kampar, Agam, Bekasi, Enrekang, Bone (7 kabupaten).

2. Musim tanam bawang merah
- Oktober: Tapanuli Utara, Agam, Kuningan, Kediri, Lombok Barat (5 kabupaten).
- November: Tapanuli Utara, Solok, Indramayu, Blora, Wonogiri, Boyolali, Kediri, Malang, Bone (9 kabupaten).
- Desember: Simalungun, Solok, Bandung, Brebes, Kediri, Malang, Lombok Timur, Enrekang, Jeneponto, Bone (10 kabupaten).
- Januari: Tapanuli Utara, Lombok Timur, Enrekang, Jeneponto (4 kabupaten).
- Februari: Taput, Majalengka, Kuningan, Bandung, Bone (5 kabupaten).
- Maret: Tapanuli Utara, Majalengka, Blora, Wonogiri, Bantul, Magetan, Klungkung (7 kabupaten).
- April: Majalengka, Kuningan, Magetan, Enrekang (4 kabupaten).
- Mei: Kuningan, Brebes, Tegal, Mojokerto, Probolinggo, Magetan, Jeneponto (7 kabupaten).
- Juni: Majalengka, Indramayu, Brebes, Nganjuk, Mojokerto, Malang, Probolinggo, Jeneponto (8 kabupaten).
- Juli: Tanah Datar, Brebes, Tegal, Nganjuk, Probolinggo, Karangasem (6 kabupaten).
- Agustus: Tapanuli Utara, Tanah Karo, Tanah Datar, Kulon Progo, Probolinggo, Bima, Enrekang, Jeneponto (8 kabupaten).
- September: Tapanuli Utara, Tanah Karo, Kuningan (3 kabupaten)

Hindari penanaman secara massal
Kiranya informasi di atas bias dijadikan petunjuk bahwa pada bulan-bulan tertentu terjadi penanaman secara serempak, sehingga bisa dipastikan 2 – 3 bulan kemudian akan tejadi panen besar-besaran; atau pada bulan-bulan yang lain tidak terjadi penanaman secara besar-besaran sehingga tidak terjadi panenan massal. Hal itu sekaligus juga menunjukkan, ada bulan-bulan tertentu tersedia peluang usaha yang bisa digarap, meskipun ada tantangan yang akan dihadapinya, misalnya musim hujan (curah hujan tinggi) atau musim kemarau (keterbatasan penyediaan air).

Tentu saja hal di atas tidak bisa dijadikan “patokan mati”. Sebab kalau menyimak data yang dikeluarkan instansi terkait, ternyata bulan puncak panen dari waktu ke waktu mengalami pergeseran (perubahan). Dampaknya harga komoditas itu ikut bergeser alias selalu berubah dan perubahannya sulit ditebak: “kapan harga tinggi dan kapan harga rendah” !.

Senada dengan pernyataan nara sumber di Cibitung, nara sumber di Pacet setengah mengeluh mengatakan, “Sekarang ini susah menebak kapan harga tinggi dan kapan harga rendah. Dulu, petani bisa dengan mudah membuat target. Kalau waktu panen jatuh persis pada musim hujan, atau pada bulan-bulan Desember, Januari, Februari, bawang merah-cabai, tomat, harganya mahal. Tapi sekarang target itu tidak bisa dibuat lagi.”

Ia mengambil contoh pada musim hujan tahun lalu. Seharusnya harga panenan tomatnya tinggi. Namun yang ia nikmati, selain tanamannya hancur akibat serangan penyakit, harganya juga jatuh. Padahal, hampir semua petani tomat pada waktu itu (paling tidak di Pacet) panenannya banyak yang gagal. Tapi kenapa harganya tetap saja jatuh ? Karena kehancuran panenan tomat di Pacet, mendorong tomat dari daerah lain masuk ke situ, sehingga harga tomat tidak naik malahan sebaliknya. Jadi, pada saat petani Pacet memanen tomat, daerah lain juga memanen. Bisa pula diartikan, musim tanam petani di Pacet itu bersamaan dengan musim tanam di daerah lain. Pelajaran apa yang bisa dipetik dari pengalaman ini ? Menghindarlah dari penanaman secara massal !

Menekan kerugian

Lalu apa yang dilakukan nara sumber Pacet itu untuk menekan kerugian ? Ia tidak menanam secara “monokultur” melainkan “polikultur”. Maksudnya, dengan keterbatasan lahan, ia lebih suka menanam bermacam-macam tanaman pada setiap musimnya.

Dengan cara ini kerugian pada tanaman yang satu bisa ditutup dari tanaman yang lain. Makanya, nara sumber yang memiliki kurang lebih 1,5 hektar lahan, selain menanam cabai yang ditumpangsarikan dengan kol, bawang daun, sawi, dan brokoli, juga menanam tomat.

Kalau begitu, kapan harus memulai penanaman cabai agar hasil panenannya jatuh persis pada saat harga tinggi ? Tampaknya, berkaca dari pengalaman petani di Pacet itu, penanaman dimulai pada saat daerah lain tidak sedang menanam atau sedikit yang menanam. Bisa juga diartikan, janganlah menanam tanaman yang sama dengan daerah lain. Tanamlah tanaman yang sama saat daerah lain yang secara serempak melakukan panenan raya. Sehingga, pada saat pascapanen raya akan terjadi kekosongan pasokan dan kita justru baru memulai pemanenan.-***.Set.

Analisa Usaha Bawang Merah Menggunakan Pupuk-Pestisida Alami

Posted by Cara & Teknik 0 komentar
Analisa Usaha Bawang Merah Menggunakan Pupuk-Pestisida AlamiPersiapan PPA dan Persiapan lahan
- Bunga tahi ayam, daun sipaet-paet, daun ingul, biji buah sirsak, cabe rawit, dan lain sebagainya.
- Lahan yang akan ditanami terlebih dahulu dibersihkan dengan cara membabat rumput dan mengumpulkan dan memasukkan ke dalam lubang yang telah disediakan untuk dikomposkan.
 - Selanjutnya lahan dicangkul sedalam + 25 cm. Pada waktu pencangkolan ini semua rumput beserta akar-akaran dicincang sampai halus (+ 5 cm) dan dibiarkan selama 2 minggu selanjutnya dipakai sebagai kompos.

Persiapan kompos
- Penyedian bahan-bahan seperti pupuk kandang yang sudah kering 200 kg, dicampur dengan dedak, arang sekam 50 kg ditambah daun-daunan yang telah dicincang halus 50 kg. Semua bahan dicampur jadi satu dan dilakukan penyiraman dengan EM-4 buatan sendiri yang dicampur dengan air.
- Pembuatan EM-4 dilakukan dengan memanfaatkan buah-buah yang ada di sekitar, yaitu dengan mengambil air perasannya yang dicampur dengan gula pasir atau gula merah dan air.
- Selanjutnya campuran kompos disiram dengan cairan EM-4 sampai kompos dirasa lembab. Kompos dirasa cukup lembab apabila kompos digenggam tidak meneteskan air dan jika dilepas tidak hancur. Kompos tersebut kemudian ditutup dengan plastik hitam, tetapi terlebih dahulu ditancapkan bambu/kayu sebagai lubang tempat sirkulasi udara.
- Setelah kompos dirasa sudah matang (matang : apabila bambu dicium telah menimbulkan bau khas), berarti kompos telah siap untuk dipakai. Sebelum kompos dipakai, kompos ditebar/didinginkan untuk mengurangi panas.
- Pada dasarnya, cara tanam dengan mengunakan PPSA dan dengan menggunakan PPK sama, tetapi perumputan dengan PPSA menjadi 3 kali sedangkan dengan PPK hanya 2 kali. Penyiangan yang ketiga dilakukan 2 atau 3 minggu sebelum panen. Penyemprotan dilakukan sebanyak 4 kali dan penyemprotan keempat dilakukan setelah penyiangan terakhir.
- Akan tetapi, bawang hasil PPSA dapat ditahan/digantung sampai 6 bulan. Dari pengalaman mereka, hasil bawang yang memakai PPK 1 kaleng beratnya kurang dari 10 kg, sedangkan dengan PPSA 1 kaleng bisa mencapai berat 10 sampai 12 kg, warna lebih cerah dan rasa lebih pedas dan tidak mengandung bau busuk atau langu.
- Bila dijadikan sebagai bibit, bawang yang memakai PPSA sangat cocok karena siungnya lebih besar, padat, tahan pada kemarau. Sebelum tanam, bibit bawang terlebih dahulu direndam selama 1 jam. Pada waktu menanam harus hati-hati agar suing bawang tidak lecet atau luka agar pertumbuhan dan perkembangan bibit tetap bagus.

Analisa Usaha Bawang menggunakan Pupuk-Pestisida Selaras Alam (PPSA)
Tenaga kerja
1. Pembersihan lahan 1 orang x 1 hari @ Rp.25.000,- Rp. 25.000
2. Pengemburan tanah I 3 orang @ Rp.25.000,- Rp. 75.000
3. Penggemburan tanah ke II dan pembuatan bedengan 2 orang Rp 50.000
4. Penanaman 2 orang @ Rp. 25.000,- Rp. 50.000
5. Penyemprotan (4 kali) 1 orang @ Rp.25.000,- Rp. 25.000
6. Menyiangi (3 kali) 2 orang x 2 hari @Rp.25.000 Rp. 100.000
7. Panen (mencabut dan menggangkat) 2 orang Rp. 50.000
8. Menggantung bawang 1 orang Rp. 25.000
SubTotal Rp. 400.000

Biaya bahan
1. Benih/bibit 30 kg x Rp.5000 Rp. 150.000
2. Kompos / pupuk buatan 300 kg Rp. 50.000
3. PPA 2 liter Rp. 2.600
4. Biaya lain lain Rp. 20.000
Total Biaya Bahan-bahan Rp. 222.000

Total biaya tenaga kerja, bahan-bahan Rp. 622.000 (sewa lahan, biaya peralatan tidak dihitung)
Perkiraan Hasil Menggunakan Pupuk-Pestisida Alami
Perkiraan Produksi Siap Jual : 240 - 300 kg
Perkiraan Harga(Dianggap sama) : Rata-rata Rp 4.000
Perkiraan hasil penjualan : 960.000 - 1.200.000
Biaya produksi : Rp.622.000
Perkiraan keuntungan : Rp.338.000 - 578.000

Analisa Usaha Bawang Merah Menggunakan Pupuk dan Pestisida Kimia

Posted by Cara & Teknik 0 komentar
Analisa Usaha Bawang Merah Menggunakan Pupuk dan Pestisida KimiaPembersihan lahan
Pengolahan tanah dalam pertanian bawang yang sering mereka lakukan adalah dengan cara tradisional. Tahap awal dari penanaman bawang adalah dengan pembersihan lahan dengan membabat/memotong rumput-rumput sekitar lahan, lalu membakarnya.
Lahan yang telah dibersihkan kemudian diolah dengan cara mencangkul/membalik + 25 cm, kemudian dilakukan pengumpulan akar- akaran dari dalam tanah yang dicangkul dan dibiarkan selama 2 minggu menunggu dilakukan penanaman

Persiapan Bibit, Pupuk dan Pestisida
Pemilihan bibit dilakukan dengan hati-hati karena pada umumnya bibit banyak mengalami busuk akar. Jadi harus dilakukan dengan teliti. Biasanya bibit yang digunakan adalah bawang yang telah dibersihkan dari daun, akar, tidak bau busuk atau tidak lembek, tidak basah, dan telah digantung + 1,5 bulan. Karena bila bawang yang lembab dan lembek ditanam maka tidak akan tumbuh dengan baik.
Setelah persiapan bibit selesai maka dilakukan persiapan pupuk dan pestisida. Pupuk yang biasa digunakan adalah ZA, TSP dan SS dengan perbandingan 1 : 2 : 2. Pestisida yang biasa dipergunakan adalah Gramor D, Gramor B, Vitagro dan Antrakol. Fungsinya untuk memperlebat daun bawang. Perbandingan Gramor 2 CC : Vitagro 2 CC per tangki begitu juga perbandingan untuk jenis Antracol .

Penanaman
Sebelum mulai penanaman, dilakukan penggemburkan lahan sambil dibersihkan dari akar yang masih ada. Kemudian dilakukan penaburan pupuk secara merata dengan pupuk (ZA, TSP, SS) yang telah dicampur sebanyak 25 kg dengan perbandingan di atas. Lalu dilakukan pembedengan dengan lebar +1 meter dengan panjang rata-rata 5 meter atau menurut selera ataupun menurut luas lahan.
Jarak tanam disesuaikan menurut ukuran bawang, kalau bibit bawang besar maka jarak tanam agak renggang dan kalau bibit bawang kecil maka jarak tanam rapat (umumnya jarak tanam 5 X 5 cm).
Bedengan berbentuk cembung (bagian tengah harus lebih tinggi dari sisi kiri dan kanan) dengan tujuan bila musim hujan air tidak tergenang dipermukaan bedegan.

Perawatan
Perawatan bawang tergantung cuaca atau musim. Selanjutnya dilakukan perawatan sebagai berikut ; Setelah bawang berumur 2 minggu, dilakukan penyemprotan pertama dengan menggunakan takaran dan jenis pestisida di atas, selanjutnya dilakukan penyiangan setelah tanaman berumur 4 minggu.
Setelah tanaman umur 5 minggu dilakukan penggemburan tanah di sela-sela tanaman bawang dengan cangkul kecil dengan tujuan agar tanah longgar (berpori) sehingga umbi bawang leluasa berkembang dengan baik. Setelah bawang berumur 6 minggu dilakukan penyemprotan kedua. Setelah umur 7 minggu dilakukan penyiangan kembali dan pada umur 9 - 10 minggu (+ 1 minggu) sebelum panen, dilakukan penyemprotan untuk merangsang perkembangan umbi dan untuk mempercepat daunnya layu.

Panen
Setelah tanaman berumur 10 - 11 minggu, bawang siap untuk dipanen, dengan cara mencabut dan membiarkan terkena sinar matahari selama 1 - 2 hari, kemudian digantung selama + 3 minggu agar bawang berwarna merah cerah dan kering, setelah itu bawang siap untuk dipasarkan.
Penanaman bawang menggunakan pupuk dan pestisida kimia ini, menurut pengalamannya tidak dapat bertahan lebih dari 2 - 3 bulan karena bawang akan busuk dan bawang akan mengalami penyusutan berat hingga setengah dari berat sebelumnya. (Biasanya berat bawang harus dapat menghasilkan/mencapai 8 kali dari berat bibit yang digunakan).

Analisa Usaha Bawang per 1 rante Menggunakan Pupuk dan Pestisida Kimia (PPK)
Tenaga kerja
1. Pembersihan lahan, 1 orang x 1 hari @ Rp.25.000 Rp. 25.000
2. Penggemburan tanah tahap I, 3 orang @ Rp.25.000 Rp. 75.000
3. Penggemburan tanah tahap II dan pembuatan bedengan, 2 orang Rp 50.000
4. Penanaman 2 orang @ Rp. 25.000 Rp. 50.000
5. Penyemprotan (3 kali), 1 orang @ Rp.25.000 Rp. 25.000
6. Penyiangan (2 kali), 2 orang @ Rp. 25.000 Rp. 100.000
7. Panen (mencabut dan mengangkat) 2 orang Rp. 50.000
8. Menggantung bawang 1 orang Rp. 25.000

Total Rp. 400.000

Biaya bahan
1. Benih / bibit 30 kg x Rp.5000 Rp. 150.000
2. Pupuk 30 kg x Rp.3.000 Rp. 90.000
3. Pestisida 3 botol x Rp.20.000,- + antracol 500 gr Rp. 108.000
4. Biaya lain-lain Rp. 50.000
Total biaya bahan Rp. 398.000

Perkiraan Hasil per 1 Rante Bawang
Perkiraan Produksi Siap Jual : <240 kg
Perkiraan Harga(Dianggap sama) : Rata-rata Rp 4.000
Perkiraan hasil penjualan : 960.000
Biaya produksi : Rp.798.000
Perkiraan keuntungan : Rp.162.000

Manfaat Mengkonsumsi Bawang Merah Mentah Untuk Tubuh

Posted by Cara & Teknik 0 komentar
Mengkonsumsi bawang merah secara mentah mungkin hanya segelintir orang saja yang suka melakukannya. Bau yang kurang sedap merupakan salah satu faktor mengapa banyak orang menghindari mengkonsumsinya dalam keadaan mentah.

Tapi ternyata menkonsumsi bawang merah mentah memiliki khasiat yang lebih baik dibandingkan menkonsumsinya setelah menjadi bumbu rempah.

Manfaat bawang merah mentah untuk tubuh
Dibawah ini adalah beberapa manfaat bawang merah mentah untuk tubuh kita yaitu :
1. Dapat mengatasi konstipasi ; Serat yang terkandung dalam bawang merah mentah bisa menghilangkan racun dan partikel keras yang melekat pada usus.

2. Mengobati sakit pada tenggorokan yang disebabkan oleh filek ataupun batuk. Caranya yaitu dengan menjadikan bawang merah sebagai jus, konsumsi dengan menambahkan madu atau gula merah terlebih dahulu.

3. Dapat meningkatkan jumlah insulin dalam tubuh, sehingga baik dikonsumsi oleh penderita diabetes.

4. Mengkonsumsi bawang merah secara rutin dapat melindungi jantung dari serangan penyakit koroner. Selain itu, bawang merah mentah juga berperan dalam mengontrol tekanan darah tinggi serta membuka arteri yang tertutup.

5. Sulfur amino dan methylallyl sulfide dalam bawang merah mentah Dapat menekan level kolesterol jahat pada tubuh.

6. Senyawa belerang yang terkandung dalam bawang merah dapat melindungi dada, kolon, perut dan mencegah tumbuh dan berkembangnya sel kanker.

Demikinan ulasan singkat mengenai manfaat menkonsumsi bawang merah mentah yang sangat baik untuk tubuh. Semoga bermanfaat.

Pedoman Singkat Budidaya Bawang Merah Ala Petani Brebes

Posted by Cara & Teknik 0 komentar
Varietas Bawang Merah yang dianjurkan ditanam di dataran rendah adalah sebagai berikut:
a. Bima Brebes Varietas lokal asal Brebes ini mampu menghasilkan 10 ton/ha umbi kering dengan bobot susut panen mencapai 22%. Varietas ini dipanen pada umur 60 hari. Anakan dalam satu rumpun mencapai 7-12 buah. Di Brebes tanaman ini jarang berbunga. Umbi berwarna merah muda, bentuknya lonjong kecil dengan suatu cincin kecil pada cakram. Jenis ini cocok sekali untuk dikembangkan di dataran rendah. Bima brebes resisten terhadap penyakit busuk umbi (Botrytis allii), tetapi peka terhadap penyakit busuk daun (Phytoptora porii).
b. Bawang Merah Medan Banyak ditanam di daerah Samosir, Sumatera Utara. Dipanen pada umur 70 hari dengan produksi rata-rata 7 ton/ha umbi kering. Bobot susut varietas ini tergolong tinggi, yakni 25% dar7 bobot panen basah. Satu rumpun terdiri dari 6-12 anakan. Mudah berbunga, wama umbi merah, berbentuk bulat dengan ujung runcing. Jenis ini fleksibel untuk dataran tinggi maupun rendah. Varietas ini cukup resisten terhadap busuk umbi, tetapi peka terhadap penyakit busuk ujung daun.
c. Bawang Merah Keling Merupakan varietas lokal yang banyak ditanam di Majalengka. Produksinya agak rendah yakni 8 ton/ha umbi kering dengan susut bobotnya hanya 15%. Umur 70 hari setelah tanam varietas ini sudah bisa dipanen. Satu rumpun memiliki 7-13 anakan, sukar berbunga, dan umbinya merah berbentuk bulat. Jenis ini cocok dikembangkan di dataran rendah. Keling cukup tahan terhadap busuk umbi, tetapi peka terhadap penyakit busuk ujung daun. Selain varietas di atas ada lagi jenis bawang merah, yakrni kuning dan bangkok. Sayangnya kemampuan produksinya rendah, hanya mampu menghasilkan 7 ton/ha. Hampir semua varietas di atas ditanam pada musim kemarau. Hanya varietas medan dan kuning yang tahan ditanam di musim hujan.

Manfaat Bawang Merah
Beberapa kalangan menyebut bawang merah (Allium ascalonicum) sebagai sayuran bumbu. Hal ini disebabkan oleh fungsinya yang kebanyakan sebagai pemberi rasa dan bukan bahan yang dimasak. Bawang merah di Indonesia juga sering digunakan sebagai campuran acar.

Syarat Tumbuh
Tanaman bawang merah dapat ditanam di dataran rendah maupun dataran tinggi, yaitu pada ketinggian 0-1.000 m dpl. Meskipun demikian ketinggian optimalnya adalah 0-400 m dpl saja. Secara umum tanah yang tepat ditanami bawang merah ialah tanah yang bertekstur remah, sedang sampai liat, berdrainase baik, memiliki bahan organik yang cukup, dan pH-nya antara 5,6-6,5. Syarat lain, penyinaran matahari minimum 70%, suhu udara harian 25-32°C, dan kelembapan nisbi sedang 50-70%.

Pedoman Singkat Menanam Bawang Merah
- Bibit Bawang merah diperbanyak dengan umbi. Umbi diambil dari tanaman yang sudah cukup tua. Usianya sekitar 70 hari setelah tanam. Pada umur tersebut pertumbuhan calon tunas dalam umbi sudah penuh. Umbi sebaiknya tidak terlalu besar dan juga tidak terlalu kecil. Penampilan umbi harus segar, sehat, dan tidak kisut. Umbi yang masih baik wamanya mengilap. Sebaiknya umbi ini sudah melewati masa penyimpanan 2,5-4 bulan. Untuk satu hektar lahan membutuhkan sekitar 600-800 kg bibit.
- Penanaman Bawang merah paling baik ditanam saat musim kemarau dengan syarat air cukup untuk irigasi. Awal tanam bisa pada bulan April/Mei setelah musim panen padi atau pada bulan Juli/Agustus. Biasanya petani di Brebes melakukan penanarnan di sawah yang telah ditanami padi.
- Pada lahan dibuat bedengan-bedengan dengan lebar antara 1,2-1,8 m. Di sela-sela bedengan dibuat parit yang lebarnya 40-50 cm, kedalaman parit antara 50-60 cm. Parit nantinya berfungsi sebagai pemasukan air ataupun pengeluaran air yang berlebihan.
Sebelum penanaman sawah dikeringkan, kemudian tanah diolah dan dihaluskan. Bedengan tanam yang belum baik diperbaiki.
- Pengolahan manual perlu 2-3 kali. Bila pH lahan kurang 5,5, tambahkan kapur dolomit atau kaptan sebanyak 1-1,5 ton/ha. Kapur ini sebaiknya diberikan jauh sebelum tanam, minimum 2 minggu, Pengapuran bisa bersamaan dengan pengolahan tanah.
- Selesai pengolahan tanah dilanjutkan dengan penanaman. Jarak tanam 20 x 15 cm atau 15 x 15 cm. Bibit yang hendak ditanam dirompes ujungnya. Perompesan ujung bibit berfungsi untuk memecahkan masa dormansi bibit.

Pemeliharaan
- Pemeliharaan: Penyiraman perlu diperhatikan dalam budi daya bawang merah. Tanaman ini tidak menyukai banyak hujan, tetapi kebutuhan aimya banyak. Pada saat musim kemarau kita harus bisa menyiram tanaman setiap hari sejak ditanam hingga satu minggu sebelum panen.
- Penyiraman dilakukan pagi dan sore. Kalau sulit pelaksanaannya paling tidak dilakukan pada pagi hari saja.
- Penyiangan : Sejak awal tanam hingga tanaman bawang merah berumur 2 minggu, gulma tumbuh dengan cepat sehingga mengganggu pertumbuhan bawang merah. Untuk itu perlu dilakukan tindakan penyiangan. Petani di Brebes biasanya melakukan penyiangan secara manual, baik dengan mencabut langsung atau memakai kored.
- Pemupukan: Tanaman bawang merah membutuhkan pupuk organik dan pupuk anorganik. Pupuk organik yang diberikan ialah pupuk kandang. Dosisnya ialah 10-20 ton/ha, diberikan sebelum tanam yakni saat melakukan pengolahan. Pupuk organik yang dibutuhkan adalah TSP sebanyak 150-200 kg/ ha. Pupuk ini diberikan seraya tnencampur pupuk kandang. Selain itu kita berikan pupuk tambahan berupa 300 kg Urea dan 200 kg KCl/ha. Pupuk ini diberikan dengan cara larikan/barisan saat tanaman berumur 10-15 hari.

Hama dan Penyakit pada tanaman Bawang Merah
Bawang merah disukai oleh ulat daun (Laphygma exigua) dan hama bodas (Thrips tabaci). Serangan kedua hama ini sering menyebabkan ujung daun terpotong dan daun menjadi terkulai. Larvanya sering merusak umbi yang disimpan dalam gedung. Hama yang agak mirip ulat daun ialah Spodoptera exigua.
Gejala serangannya terlihat pada pinggiran dan ujung daun berupa bekas gigitan.
Untuk pencegahannya, digunakan Bayrusil 250 EC yang mengandung bahan aktif kuinalfos atau Azodrin 15 WSC yang mengandung bahan aktif monokrotofos. Dosisnya 2 ml/1 air.

Penyakit bercak ungu yang disebabkan oleh jamur Alternaria porri amat ditakuti petani bawang. Gejala serangan dimulai dari daun berupa bercak-bercak putih kelabu, kemudian daun berubah menjadi cokelat dan mengering. Dari daun serangan berlanjut ke umbi. Umbi berair, berubah menjadi kekuningan dan akhimya cokelat kehitaman. Untuk pencega.han, semprotkan Difolatan 4F dengan dosis 2 cc/l.

Panen dan Pasca Panen
- Bawang merah di dataran rendah lebih cepat memasuki masa panen dibandingkan dengan yang di dataran tinggi. Ciri tanaman siap panen ialah leher batang mengeras dan daun menguning. Bila ciri tersebut sudah mencapai 70-80% dari jumlah tanaman maka panen bisa dilaksanakan. Panen dilakukan saat cuaca cerah dan tanah kering. Panen dilakukan panen cara mencabut tanaman. Kemudian beberapa tanaman diikat menjadi satu pada bagian daunnya untuk mempermudah penanganan selanjutnya.
- Umbi diangkut dengan cara mengangkat ikatannya. Tindakan pcmjemuran diperlukan untuk mendapatkan kadar air umbi 80%. Jangan dijemur langsung menghadap cahaya matahari terik, melainkan cukup di tempat terlindung. Bila memiliki alat pengering maka bisa dikeringkan sebentar.
- Setelah itu umbi disimpan di gudang dengan cara menggantungkan ikatan-ikatan tadi. Suhu ruang penyimpalan sebaiknya 25-30° C dengan kelembapan nisbi 6070%. Perlu diir gat bahwa gudang yang dingin dan lembap dapat menurunkan kualitas bawang merah yang disimpan.

Pengelolaan Tanaman Bawang Merah Menjelang Panen & Pasca Panen

Posted by Cara & Teknik 0 komentar
Pengelolaan Tanaman Bawang Merah menjelang Panen & Pasca Panen :
- Penyiangan kedua dilakukan pada umur
30-35 HST dilanjutkan pendagiran, pembumbunan dan perbaikan bedengan yang rusak.
- Penyemprotan POC NASA dengan dosis 4-5 tutup/tangki tiap 7-10 hari sekali mulai 7 hari setelah tanam hingga hari ke 50-55. Mulai hari ke 35 penyemprotan ditambah HORMONIK dengan dosis 1-2 tutup/ tangki (dicampurkan dengan NASA).
- Pengairan, penyiraman 1x per hari pada pagi hari, jika ada serangan Thrips dan ada hujan rintik-rintik penyiraman dilakukan siang hari.

PEMBENTUKAN UMBI
Pada fase pengamatan HPT sama seperti fase Vegetatif, yang perlu diperhatikan adalah pengairannya. Butuh air yang banyak pada musim kemarau sehingga perlu dilakukan penyiraman sehari dua kali yaitu pagi dan sore hari.

PEMATANGAN UMBI
Pada fase ini tidak begitu banyak air sehingga penyiraman hanya dilakukan sehari sekali yaitu pada sore hari.

PANEN DAN PACA PANEN
1. Panen
- 60-90 % daun telah rebah, dataran rendah pemanenan pada umur 55-70 hari, dataran tinggi umur 70 - 90 hari.
- Panen dilakukan pada pagi hari yang cerah dan tanah tidak becek
- Pemanenan dengan pencabutan batang dan daun-daunnya. Selanjutnya 5-10 rumpun diikat menjadi satu ikatan (Jawa : dipocong)

2. Pasca Panen
- Penjemuran dengan alas anyaman bambu (Jawa : gedeg). Penjemuran pertama selama 5-7 hari dengan bagian daun menghadap ke atas, tujuannya mengeringkan daun. Penjemuran kedua selama2-3 hari dengan umbi menghadap ke atas, tujuannya untuk mengeringkan bagian umbi dan sekaligus dilakukan pembersihan umbi dari sisa kotoran atau kulit terkelupas dan tanah yang terbawa dari lapangan. Kadar air 89 85 % baru disimpan di gudang.
- Penyimpanan, ikatan bawang merah digantungkan pada rak-rak bambu. Aerasi diatur dengan baik, suhu gudang 26-290C kelembaban 70-80%, sanitasi gudang.

Cara Mengendalikan Hama Dan Penyakit Pada Tanaman Bawang Merah

Posted by Cara & Teknik 0 komentar
Cara Mengendalikan Hama Dan Penyakit Pada Tanaman Bawang Merah1. Hama Ulat bawang, S. litura dan S. exigua
Thrips, mulai menyerang umur 30 HST karena kelembaban di sekitar tanaman relatif tinggi dengan suhu rata-rata diatas normal. Daun bawang yang terserang warnanya putih berkilat seperti perak Serangan berat terjadi pada suhu udara diatas normal dengan kelembaban diatas 70%. Jika ditemukan serangan, penyiraman dilakukan pada siang hari, amati predator kumbang macan. Populasi diatas ambang ekonomi kendalikan dengan BVR atau PESTONA.

2. Penyakit Bercak Ungu atau Trotol
Disebabkan oleh jamur Alternaria porii melalui umbi atau percikan air dari tanah. Gejala serangan ditandai terdapatnya bintik lingkaran konsentris berwarna ungu atau putih-kelabu di daun dan di tepi daun kuning serta mongering ujung-ujungnya. Serangan pada umbi sehabis panen mengakibatkan umbi busuk sampai berair dengan warna kuning hingga merah kecoklatan. Jika ada hujan rintik-rintik segera dilakukan penyiraman. Preventif dengan penebaran GLIO.

3. Penyakit Antraknose atau Otomotis
Disebabkan oleh jamur Colletotricum gloesporiodes. Gejala serangan adalah ditandai terbentuknya bercak putih pada daun, selanjutnya terbentuk lekukan yang akan menyebabkan patahnya daun secara serentak (istilah Brebes: otomatis). Jika ada gejala, tanaman terserang segera dicabut dibakar dan dimusnahkan. Untuk jamur yang ada didalam tanah kendalikan dengan GLIO

4. Penyakit oleh virus.
- Gejalanya pertumbuhan kerdil, daun menguning, melengkung ke segala arah dan terkulai serta anakannya sedikit. Usahakan memakai bibit bebas virus dan pergiliran tanaman selain golongan bawang-bawangan.

5. Busuk umbi oleh bakteri.
- Umbi yang terserang jadi busuk dan berbau. Biasa menyerang setelah dipanen. Usahakan tempat yang kering.
- Busuk umbi/ leher batang oleh jamur.
- Bagian yang terserang jadi lunak, melekuk dan berwarna kelabu. Jaga agar tanah tidak terlalu becek (atur drainase).
- Untuk pencegahan hama-penyakit usahakan pergiliran tanaman dengan jenis tanaman lain (bukan golongan Bawang-bawangan. PESTISIDA Kimia digunakan sebagai alternatif terakhir untuk mengatasi serangan hama-penyakit.

Pemeliharaan Tanaman BAWANG MERAH di Awal Pertumbuhan

Posted by Cara & Teknik 0 komentar
AWAL PERTUMBUHAN ( 0 - 10 HST )

1. Pengamatan Hama
Waspadai hama Ulat Bawang ( Spodoptera exigua atau S. litura), telur diletakkan pada pangkal dan ujung daun bawang merah secara berkelompok, maksimal 80 butir. Telur dilapisi benang-benang putih seperti kapas.

Kelompok telur yang ditemukan pada rumpun tanaman hendaknya diambil dan dimusnahkan. Populasi diatas ambang ekonomi kendalikan dengan VIREXI atau VITURA . Biasanya pada bawang lebih sering terserang ulat grayak jenis Spodoptera exigua dengan ciri terdapat garis hitam di perut /kalung hitam di leher, dikendalikan dengan VIREXI.

Ulat tanah . Ulat ini berwarna coklat-hitam. Pada bagian pucuk /titik tumbuhnya dan tangkai kelihatan rebah karena dipotong pangkalnya. Kumpulan ulat pada senja/malam hari. Jaga kebersihan dari sisa-sisa tanaman atau rerumputan yang jadi sarangnya. Semprot dengan PESTONA.

Penyakit yang harus diwaspadai pada awal pertumbuhan adalah penyakit layu Fusarium. Gejala serangan penyakit ini ditandai dengan menguningnya daun bawang, selanjutnya tanaman layu dengan cepat (Jawa : ngoler). Tanaman yang terserang dicabut lalu dibuang atau dibakar di tempat yang jauh. Preventif kendalikan dengan GLIO.

2. Penyiangan dan Pembumbunan
Penyiangan pertama dilakukan umur 7-10 HST dan dilakukan secara mekanik untuk membuang gulma atau tumbuhan liar yang kemungkinan dijadikan inang hama ulat bawang. Pada saat penyiangan dilakukan pengambilan telur ulat bawang

Dilakukan pendangiran, yaitu tanah di sekitar tanaman didangir dan dibumbun agar perakaran bawang merah selalu tertutup tanah. Selain itu bedengan yang rusak atau longsor perlu dirapikan kembali dengan cara memperkuat tepi-tepi selokan dengan lumpur dari dasar saluran (di Brebes disebut melem).

3. Pemupukan pemeliharaan/susulan
Dosis pemupukan bervariasi tergantung jenis dan kondisi tanah setempat. Jika kelebihan Urea/ZA dapat mengakibatkan leher umbi tebal dan umbinya kecil-kecil, tapi jika kurang, pertumbuhan tanaman terhambat dan daunnya menguning pucat. Kekurangan KCl juga dapat menyebabkan ujung daun mengering dan umbinya kecil.
Pemupukan dilakukan 2 kali
( dosis per 1000 m2 ) :
- 2 minggu : 5-9 kg Urea+10-20 kg ZA+10-14 kg KCl
- 4 minggu : 3-7 kg Urea+ 7-15 kg ZA+12-17 kg KCl
Campur secara merata ketiga jenis pupuk tersebut dan aplikasikan di sekitar rumpun atau garitan tanaman. Pada saat pemberian jangan sampai terkena tanaman supaya daun tidak terbakar dan terganggu pertumbuhannya.
Atau jika dipergunakan Pupuk Majemuk NPK (15-15-15) dosis ± 20 kg/ 1000 m2 diberikan pada umur ± 2 minggu.

4. Pengairan
Pada awal pertumbuhan dilakukan penyiraman dua kali, yaitu pagi dan sore hari. Penyiraman pagi hari usahakan sepagi mungkin di saat daun bawang masih kelihatan basah untuk mengurangi serangan penyakit. Penyiraman sore hari dihentikan jika persentase tanaman tumbuh telah mencapai lebih 90 %
Air salinitas tinggi kurang baik bagi pertumbuhan bawang merah
Tinggi permukaan air pada saluran ( canal ) dipertahankan setinggi 20 cm dari permukaan bedengan pertanaman

Tehnik Memanen Ginseng

Posted by Cara & Teknik Monday, December 10, 2012 0 komentar
Tanaman Ginseng dipanen umur 4 - 5 bulan tergantung pertumbuhan dan keadaan umbi. Cirinya; batang semula hijau berubah merah, daun menguning dan mulai rontok, berbunga dan mengeluarkan biji, umbi bila didangir sudah cukup besar (diameter diatas 1 cm).

Pemanenan pada pagi hari saat kondisi cerah, tidak hujan dan daun tidak berembun lagi, tanah kering.

Umbi dipanen sekaligus dengan menggunakan garpu tanah untuk menggemburkan permukaan tanah.

Sebelum umbi dicabut pangkal batang tanaman dipangkas dan dipisahkan dari batang serta daunnya. Pencabutan umbi harus dilakukan hati-hati, jangan sampai umbinya putus dan tertinggal dalam tanah. Umbi yang telah dicabut dibersihkan dan dibawa ke tempat teduh untuk penyortiran.

Hama Dan Penyakit Tanaman Ginseng

Posted by Cara & Teknik 0 komentar

HAMA

Bekicot
Biasanya aktif pada malam hari, dan perlu diwaspadai keberadaannya. Pengendalian dengan cara dikumpulkan dan dimusnahkan.

Ulat
Banyak jenis ulat yang menyerang pada ginseng terutama ulat grayak (Spodoptera sp.), Ulat penggulung daun (Lamprosema sp.), dan ulat jenis lainnya. Pengendalian dengan cara mematikan ulat, semprot Vitura atau Pestona dan alternative terakhir dengan Insektisida kimia.

Uret/Lundi
Hama ini menyerang akar bahkan bisa ke umbi sehingga tanaman lama kelamaan bisa layu dan akhirnya mati. Pada saat tanam bisa ditaburkan insektisida granular di sekeliling tanaman

Penyakit

Penyakit Busuk Leher Batang
Penyebabnya jamur Phytium sp. atau Sclerotium sp. Biasanya di awal tanam ginseng mengalami pembusukan yang disebabkan oleh kelembaban tanah yang berlebihan. Leher batang atau pangkal batang tampak berwarna kelabu atau kecoklatan, lunak kebasahan dan melekuk ke dalam. Jamur ini dapat menjalar ke bagian umbi, lama-kelamaan daun tampak layu. Pengendalian dengan cara pengaturan drainase, kebun tidak becek dan tidak lembab. Sejak awal sebelum tanam gunakan Natural GLIO.

Penyakit Busuk Umbi
Penyebabnya jamur Phythopthora sp. Gejalanya daun yang mulanya hijau berubah menjadi kuning. Lama kelamaan menjalar hingga menyebabkan kematian. Bila tanaman dicabut pada pangkal umbi/batang tampak bulu-bulu putih yang kemudian berubah menjadi bulat-bulatan dan akhirnya berubah menjadi coklat tua sampai hitam. Pengendalian gunakan Natural GLIO sebelum tanam, jaga kelembaban tanah dan alternative terakhir dengan fungisida sistemik

Penyakit Layu
Bisa disebabkan jamur Fusarium sp. atau bakteri Pseudomonas sp. Tetapi kebanyakan disebabkan oleh jamur Fusarium. Mulanya tulang daun menguning, kemudian menjalar ke tangkai daun dan akhirnya daun menjadi layu. Pengendalian dengan cara sebarkan Natural GLIO sebelum tanam dan celupkan stek sebelum tanam ke dalam POC NASA dicampur Natural GLIO.

Pembibitan, Penanaman Dan Pemeliharaan Tanaman Ginseng

Posted by Cara & Teknik 0 komentar
PEMBIBITAN DAN PENANAMAN GINSENG
- Diutamakan pakai bibit dari setek batang.
- Gunakanlah induk tanaman sehat, tidak terindikasi gejala serangan hama dan penyakit, umur tidak terlalu muda dan terlalu tua, segar dan tidak layu, warna cerah/mengkilap.
- Bibit hasil setek diistirahatkan/disimpan di tempat lembab selama 2 - 4 hari.
Sebelum tanam, pangkal bibit dipotong miring ± 45º menggunakan pisau tajam dan bersih.
- Pangkal bibit direndam 20-30 menit dalam larutan POC NASA (1-2 ttp) + HORMONIK (0,5-1 ttp) + 1-2 sendok makan Natural GLIO per 10 liter air.
- Bibit dikeringanginkan ± 1-2 jam.
- Penanaman dilakukan sore hari, jarak tanam 50 x 60 cm atau 60 x 70 cm.

PEMELIHARAAN TANAMAN GINSENG

Penyiraman
Pemberian air tidak boleh berlebihan ataupun kekurangan. Usia 0 - 21 hst (hari setelah tanam) disiram tiap hari secukupnya. Sejak usia ±100 hst penyiraman dikurangi atau dihentikan.

Penyulaman
Jika diperlukan, hingga 15 hst.

Pemupukan susulan:
- Pengocoran larutan pupuk : NPK majemuk 0,25 kg + 50 liter air. Berikan 200-300 cc/lubang tanam setiap 2 minggu sekali hingga usia 100 hst.
- Penyemprotan pupuk lewat daun dilakukan 1 minggu sekali hingga 100 hst, pakai 3 - 5 tutup POC NASA + 1-2 tutup HORMONIK dalam tangki 14 atau 17 liter.

Penyiangan, pendangiran dan pembumbunan
Dilakukan bersamaan setiap 2 minggu sekali terutama pada usia 14 - 65 hst.

Perempelan I
Pada 20 hst disisakan 2-3 batang utama. Perempelan selanjutnya adalah perempelan tunas ketiak daun setiap 2 minggu sekali hingga usia 65 hst.

Khasiat dan Manfaat Daun Ubi Jalar

Posted by Cara & Teknik 0 komentar
Demam berdarah merupakan salah satu penyakit mematikan yang sudah banyak memakan jiwa, penyebabnya adalah karena nyamuk aidis, dalam penyakit demam berdarah salah satu faktor yang menyebabkan penderitanya tidak tertolong adalah kurangnya pengetahuan kita tentang penyakit demam berdarah, dan pertolongan pertama pada penderitanya.

Dewasa ini sudah banyak jenis-jenis obat khusus untuk penyakit demam berdarah, namun tidak ada salahnya bagi kita untuk mencoba jenis jenis obat demam berdarah yang masih bersifat alami, atau herbal, salah satunya adalah dengan mengunakan daun ubi jalar, Manfaat daun ubi jalar ternyata mampu mengobati dan mencegah penyakit demam berdarah, adapun langkah-langkah mengolah daun ubi jalar sebagai obat demam berdarah adalah sebagai berikut :

1. Siapkan beberapa ikat daun ubi jalar yang masih segar, kira-kira sebesar ikatan sayur
2. Cuci bersih daun ubi jalar yang sudah kita siapkan tersebut
3. Rebus daun ubi jalar tersebut
4. Saring dan ambil airnya
5. Minum, airnya untuk pencegahan sebaiknya minum air rebusan daun ubi jalar tersebut, sebagai pengganti air minum sehari-hari

Khasiat daun ubi jalar yang bagus untuk kesehatan dan mampu untuk mengobati salah satu penyakit mematikan ini tentunya dapat kita praktekkan setiap harinya, karena menjaga itu lebih baik dari pada mengobati.

Analisis Usaha Budidaya UBI JALAR

Posted by Cara & Teknik 0 komentar
Analisis Usaha Budidaya UBI JALARPerkiraan analisis budidaya ubi jalar dengan luas lahan 1 hektar per musim tanam (6 bulan) di daerah Bogor pada tahun 1999.

BIAYA PRODUKSI
1. Sewa lahan 6 bulan Rp. 750.000,-
2. Bibit: 50.000 stek (500 kg) Rp. 100.000,-
3. Pupuk
- Urea: 200 kg @ Rp. 1.100,- = Rp. 220.000,-
- TSP: 50 kg @ Rp. 1.800,- = Rp. 90.000,-
- KCl: 100 g @ Rp. 1.650,- = Rp. 165.000,-

4. Pestisida: 2 liter (kg) Rp. 100.000,-
5. Tenaga kerja
- Pengolahan tanah dan pengguludan 100 HKP = Rp. 1.000.000,-
- Penyiapan bibit 4 HKP+8 HKW = Rp. 100.000,-
- Penanaman 10 HKP+40 HKW = Rp. 400.000,-
- Pembongkaran guludan dan penyiangan 20 HKP = Rp. 200.000,-
- Pupuk, balik batang dan pengguludan 40 HKP = Rp. 400.000,-
- Pengairan 2 kali (8 HKP) = Rp. 80.000,-
- Pengendalian hama penyakit 4 HKP = Rp. 40.000,-

6. Panen dan pasca panen 20 HKP+20 HKW Rp. 350.000,-
7. Alat dan penyusutan Rp. 150.000,-

Jumlah biaya produksi Rp. 4.145.000,-

PENDAPATAN : 25 ton @ Rp. 200.000,- Rp. 5.000.000,-

KEUNTUNGAN Rp. 855.000,-

Parameter kelayakan usaha

1. Rasio Out/Input = 1,205
Catatan : HKP= Hari Kerja Pria; HKW=Hari kerja Wanita

2. Gambaran Peluang Agribisnis
Selama ini masyarakat mengenal ubi jalar sebagai makanan pangan pengganti/tambahan dalam keadaan darurat atau untuk konsumsi masyarakat bawah. Akan tetapi saat ini potensi ubi jalar cukup baik yang dapat digunakan sebagai bahan baku industri pakan dan industri lainnya. Hal ini terlihat dari meningkatnya permintaan Singapura, Belanda, Amerika Serikat, Jepang dan Malaysia akan ubi jalar sebagai bahan baku berbagai industri.

Begitu pula kebutuhan dalam negeri cukup tinggi dimana pada tahun 2000 ini Pemerintah merencanakan kebutuhan akan umbi-umbian sekitar 17 juta ton. Sedangkan rata-rata produksi ubijalar dari tahun 1983-1991 hanya 1,8 juta ton.

Pemeliharaan Tanaman UBI JALAR

Posted by Cara & Teknik 0 komentar
Budidaya Ubi JalarPenjarangan dan Penyulaman
Selama 3 (tiga) minggu setelah ditanam, penanaman ubi jalar harus harus diamati kontinu, terutama bibit yang mati atau tumbuh secara abnormal. Bibit yang mati harus segera disulam. Cara menyulam adalah dengan mencabut bibit yang mati, kemudian diganti dengan bibit yang baru, dengan menanam sepertiga bagian pangkal setek ditimbun tanah.

Penyulaman sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari, pada saat sinar matahari tidak terlalu terik dan suhu udara tidak terlalu panas. Bibit (setek) untuk penyulaman sebelumnya dipersiapkan atau ditanam ditempat yang teduh.

Penyiangan
Pada sistem tanam tanpa mulsa jerami, lahan penanaman ubi jalar biasanya mudah ditumbuhi rumput liar (gulma). Gulma merupakan pesaing tanaman ubi jalar, terutama dalam pemenuhan kebutuhan akan air, unsur hara, dan sinar matahaari. Oleh karena itu, gulma harus segera disiangi. Bersama-sama kegiatan penyiangan dilakukan pembumbunan, yaitu menggemburkan tanah guludan, kemudian ditimbunkan pada guludan tersebut.

Pembubunan
Penyiangan dan pembubunan tanah biasanya dilakukan pada umur 1 bulan setelah tanam, kemudian diulang saat tanaman berumur 2 bulan. Tata cara penyiangan dan pembumbunan meliputi tahap-tahap sebagai berikut:
a) Bersihkan rumput liar (gulma) dengan kored atau cangkul secara hati-hati agar tidak merusak akar tanaman ubi jalar.
b) Gemburkan tanah disekitar guludan dengan cara memotong lereng guludan, kemudian tanahnya diturunkan ke dalam saluran antar guludan.
c) Timbunkan kembali tanah ke guludan semula, kemudian lakukan pengairan hingga tanah cukup basah.

Pemupukan
Zat hara yang terbawa atau terangkut pada saat panen ubi jalar cukup tinggi, yaitu terdiri dari 70 kg N (± 156 kg urea), 20 kg P2O5 (±42 kg TSP), dan 110 kg K2O (± 220 kg KCl) per hektar pada tingkat hasil 15 ton ubi basah. Pemupukan bertujuan menggantikan unsur hara yang terangkut saat panen, menambah kesuburan tanah, dan menyediakan unsur hara bagi tanaman.

Dosis pupuk yang tepat harus berdasarkan hasil analisis tanah atau tanaman di daerah setempat. Dosis pupuk yang dianjurkan secara umum adalah 45-90kg N/ha (100-200 kg urea/ha) ditambah 25 kg P2O5/ha (±50 kg TSP/ha) ditambah 50 kg K2O/ha (±100 kg KCl/ha).

Pemupukan dapat dilakukan dengan sistem larikan (alur) dan sistem tugal. Pemupukan dengan sistem larikan mula-mula buat larikan (alur) kecil di sepanjang guludan sejauh 7-10 cm dari batang tanaman, sedalam 5-7 cm, kemudian sebarkan pupuk secara merata ke dalam larikan sambil ditimbun dengan tanah.

Pengairan dan Penyiraman
Meskipun tanaman ubi jalar tahan terhadap kekeringan, fase awal pertumbuhan memerlukan ketersediaan air tanah yang memadai. Seusai tanam, tanah atau guludan tempat pertanaman ubi jalar harus diairi, selama 15-30 menit hingga tanah cukup basah, kemudian airnya dialirkan keseluruh pembuangan. Pengairan berikutnya masih diperlukan secara kontinu hingga tanaman ubi jalar berumur 1-2 bulan. Pada periode pembentukan dan perkembangan ubi, yaitu umur 2-3 minggu sebelum panen, pengairan dikurangi atau dihentikan.

Waktu pengairan yang paling baik adalah pada pagi atau sore hari. Di daerah yang sumber airnya memadai, pengairan dapat dilakukan kontinu seminggu sekali. Hal Yang penting diperhatikan dalam kegiatan pengairan adalah menghindari agar tanah tidak terlalu becek (air menggenang).