“ Tak ada seorang Muslim yang menanam pohon atau menanam tanaman, lalu burung memakannya atau manusia atau hewan, kecuali ia akan mendapatkan sedekah karenanya. ” [HR. Al-Bukhoriy dlm Kitab AL-Muzaro'ah (2320), & Muslim dlm Kitab Al-Musaqoh (3950)]

Rasulullah SAW bersabda, "Tidak menanam seseorang sepucuk tanaman kecuali Allah SWT menuliskan untuknya pahala sebanyak buah yang dihasilkan oleh tanaman tersebut." Kanz al-'Ummal, jil. 3, hal. 892.

Cara Menumpangsarikan Bawang Merah Dengan Cabai

Posted by Cara & Teknik Saturday, December 15, 2012 0 komentar
Cara Menumpangsarikan Bawang Merah Dengan Cabai

Ada yang perlu disimak pernyataan petani dari Losari (Brebes) yang memiliki “lapak” (kios) di Pasar Induk Cibitung (Bekasi), Jawa Barat. Katanya, modal untuk menanam cabai diakui oleh petani sangat tinggi. Sehingga, petani yang bermodal kecil, juga “bernyali” kecil, jarang “berani” menanam cabai.

“Sebagai gambaran, biaya menanam bawang merah 2 ha kalau untuk menanam cabai, setengah hektar saja tidak cukup,” nara sumber ini, yang saat ditemui sedang menampung bawang merah, menyambung ceritanya. Karena itu, petani di Patrol (Indramayu, Jawa Barat) misalnya, membuat pola tanam padi-bawang merah–cabai. Maksudnya, setelah padi dipanen, bawang merah ditanam. Setelah bawang merah umur 30 hari, tanaman cabai (disemai dulu sampai umur 20 hari) ditanam. Ketika bawang merah dipanen, cabai memasuki awal pemanenan pertama.

Dengan cara itu, modal penanaman cabai bisa ditekan. Nara sumber di Pacet (Cianjur, Jawa Barat), yang menumpangsarikan cabai dan kol misalnya, bisa mengurangi separuh ongkos produksi untuk menanam cabai. Sementara nara sumber di Patrol (Indramayu) mengatakan, menanam bawang merah seluas 200 bata (1,0 bata = 14 m2) biayanya Rp.10 juta. Hasil penjualan panenannya Rp.16 juta. Jadi selisih Rp.6. juta digunakan untuk mengongkosi penanaman cabai.

Ongkos produksi
Menurut nara sumber di Cibitung dan Patrol, petani harus memantau harga bawang merah dan cabai di pasaran. Sebab, harga bagus untuk bawang merah-cabai hanya berlangsung pada bulan-bulan tertentu. Petani Patrol misalnya bisa menikmati harga tinggi antara Mei, Juni, Juli. Pada bulan-bulan ini harga yang diterima petani dalam kisaran Rp.6.000. – Rp.7.000.

Harga yang diterima petani di Pacet, untuk cabai keriting relatif tidak berbeda. Pada saat yang sama nara sumber penulis juga menerima Rp.6.000. – Rp.7.000. perkilogram atau rata-rata Rp.6.500 perkilogram. Namun petani ini pernah menerima harga antara Rp.1.700. – Rp.3.000. perkilogram atau rata-rata Rp.2.350. Bila harga ini yang diterima petani, apakah petani tidak rugi kalau hasil panen rata-rata 6 – 7 ton untuk lahan seluas kurang lebih 0,4 ha ?.

BIAYA TANAM BAWANG MERAH
1. Pemupukan cara petani
Pupuk dasar
Pupuk organik menggunakan abu pembakaran jerami sisa panen padi pada musim sebelumnya
Pupuk anorganik menggunakan:
- TS 50 kg Rp. 200.000.
- Urea 50 kg 150.000.
- ZA 50 kg 150.000.

Pupuk lanjutan 1 (umur tanaman 10 – 15 hari setelah tanam (HST)
- NPK 50 kg Rp. 1.000.000.
- ZA 50 kg 150.000.
- Kapur 40 kg 16.000.

Pupuk lanjutan 2 (umur tanaman 25-30 HST)
- NPK 50 kg Rp. 1.000.000.
- ZA 50 kg 150.000.
- Kapur 40 kg 16.000.

Subtotal Rp. 2.832.000.

Setelah itu, sampai umur panen 60, 75, 90 hari (tergantung varietas yang ditanam), bawang merah tidak dipupuk lagi.

2. Pemupukan menurut anjuran
Pupuk dasar
Pupuk organik menggunakan pupuk kandang atau kompos atau sejenisnya sebanyak 4 ton Rp. 1.000.000.
Pupuk anorganik menggunakan:
- TS 100 kg Rp. 400.000.
- Urea 30 kg 90.000.
- KCl 60 kg 240.000.
- ZA 60 kg 180.000.

Pupuk lanjutan 1 (umur tanaman 10 – 15 hari setelah tanam (HST)
Ø Urea 30 kg Rp. 90.000.

Pupuk lanjutan 2 (umur tanaman 25-30 HST)
Ø ZA 50 kg 120.000.

Subtotal Rp. 2.120.000.

Setelah itu, sampai umur panen 60, 75, 90 hari (tergantung varietas yang ditanam), bawang merah tidak dipupuk lagi

PESTISIDA
1. Cara petani
Penyemprotan pestisida tergantung keadaan alam.
- kondisi normal dilakukan 3 – 5 kali semprot selama satu periode tanam.
- Banyak hujan 3-5 hari sekali disemprot atau 10 – 15 kali semprot selama satu periode tanam. Atau rata rata penyemprotan untuk satu periode tanam 8 kali semprot.
- Biaya pembelian pestisida untuk satu kali semprot Rp.500.000.
Subtotal Rp. 4.000.000.

2. Cara menurut anjuran
Berdasarkan berbagai pertimbangan di antaranya dampak negatif racun pestisida yang akan timbul di kemudian hari, anjuran dari instansi terkait, penyemprotan pestisida yang aman dari dampak negatif antara 3 – 5 kali semprot perperiode tanam atau rata rata 4 kali semprot. Biaya pembelian pestisida untuk satu kali semprot Rp.500.000.
Subtotal Rp. 2.000.000.

TENAGA KERJA
1. Cara petani
Pengolahan tanah
Empat kali pengolahan:
- Pengolahan I : pembalikan tanah sambil membuat bedengan
- Pengolahan II : penghancuran tanah tanah bongkahan
- Pengolahan III: peremahan tanah
- Pengolahan IV: penggemburan tanah sambil memberi pupuk organic kemudian dilakukan
penyiraman

Biaya pengolahan tanah: Rp.3.200.000.
Tenaga kerja tetap:Untuk perawatan tanaman selama 60 hari kerja Rp.1.000.000.
Tenaga kerja panen: Biasanya menggunakan tenaga kerja Wanita Rp. 400.000.

Subtotal biaya tenaga kerja Rp. 4.600.000.

2. Cara menurut anjuran
Seperti cara petani

PEMBELIAN BIBIT BAWANG MERAH
Kebutuhan bibit untuk luas tanam 0,4 hektar kurang lebih: 400 (kg) x Rp.16.000. Rp. 6.400.000.

TOTAL BIAYA
1. Cara petani
- Subtotal poin 1.a. sampai 1.d. Rp. 18.532.000.
- Asumsi biaya tak terduga 20% Rp. 3.706.400.
- Total biaya penanaman bawang merah seluas 0,4 hektar Rp. 22.238.400.

2. Cara menurut anjuran
- Subtotal poin 1.a. sampai 1.d. Rp. 15.120.000.
- Asumsi biaya tak terduga 20% Rp. 3.024.000.
- Total biaya penanaman bawang merah seluas 0,4 hektar Rp. 18.144.000.

BIAYA TANAM CABAI MERAH
Cabai merah dibenihkan dulu. Ada yang menggunakan kantong kantong (polibag) kecil tetapi lebih banyak pembenihan dilakukan di petakan petakan dekat areal tanam. Pengolahan tanah dan pemupukan dasar “menumpang” pada pengolahan tanah dan pemupukan dasar penanaman bawang merah. Setelah cabai merah ditanam di antara bawang merah, umur cabai merah kurang lebih 30 hari sejak benih ditanam, dilakukan hal berikut.

1. Pemupukan cara petani
Umur tanaman kurang lebih 30 hari sejak benih ditanam
- NPK 25 kg Rp. 500.000.
- TS 25 kg 100.000.
- Kapur 20 kg 8.000.

Pupuk lanjutan, umur tanaman kurang lebih 45 hari atau 15 HST sampai tanaman umur 90 hari atau 60 HST atau 4 kali pemupukan:
- NPK 100 kg Rp. 2.000.000.
- TS 100 kg 400.000.
- Kapur 80 kg 32.000.
Subtotal Rp. 3.040.000.

2. Pemupukan menurut anjuran
Pupuk dasar saat pembenihan dianjurkan
- Pupuk organik menggunakan pupuk kandang atau kompos atau sejenisnya sebanyak 900 kg - 1 ton Rp. 247.500.

Pupuk anorganik menggunakan:
- TS dan KCl (1 : 1) 25 kg Rp. 100.000.
- Urea 25 kg 75.000.

Setelah ditanam di lapangan, umur tanaman kurang lebih 30 hari sejak dibenihkan
- Urea 5 kg Rp. 15.000.
- TS 20 kg 80.000.
- KCl 12 kg 48.000.
- ZA 8 kg 24.000.

Pupuk lanjutan 2, umur tanaman kurang lebih 45 hari atau 15 HST sampai tanaman umur 90 hari atau 60 HST atau 4 kali pemupukan:
- Urea 25 kg Rp. 75.000.
- TS 80 kg 320.000.
- KCl 48 kg 192.000.
- ZA 32 kg 96.000.
Subtotal Rp. 1.197.500.

Pestisida
1. Cara petani
- Penyemprotan pestisida tergantung keadaan alam.
- kondisi normal dilakukan 3 kali semprot selama satu periode tanam (sampai 120 HST).
- banyak hujan bisa 10 kali semprot selama satu periode tanam atau rata rata penyemprotan untuk satu periode tanam 6 kali semprot.
- Biaya pembelian pestisida untuk satu kali semprot Rp.500.000.
Subtotal Rp. 3.000.000.

2. Cara menurut anjuran
Berdasarkan berbagai pertimbangan di antaranya dampak negatif racun pestisida yang akan timbul di kemudian hari, anjuran dari instansi terkait, penyemprotan pestisida yang aman dari dampak negatif antara 3 – 5 kali semprot perperiode tanam atau rata rata 4 kali semprot
Biaya pembelian pestisida untuk satu kali semprot Rp.500.000.
Subtotal Rp. 2.000.000.

Tenaga kerja
1. Cara petani
Pengolahan tanah
Biaya pengolahan tanah: Rp.0..
Tenaga kerja tetap: Untuk perawatan tanaman selama 120 hari kerja Rp.2.000.000.
Tenaga kerja panen: Biasanya menggunakan tenaga kerja Wanita Rp. 400.000.

Subtotal biaya tenaga kerja Rp. 2.400.000.

2. Cara menurut anjuran
Seperti cara petani

Pembelian bibit cabai merah
Kebutuhan bibit untuk luas tanam 0,4 hektar kurang lebih:
2 liter (2 botol) x Rp.100.000. Rp. 200.000.

Total biaya
1. Cara petani
- Subtotal poin 1.a. sampai 1.d. Rp. 8.640.000.
- Asumsi biaya tak terduga 20% Rp. 1.728.000.
- Total biaya penanaman cabai merah seluas 0,4 hektar Rp. 10.368.000.

2. Cara menurut anjuran
Subtotal poin 1.a. sampai 1.d. Rp. 5.797.500.
Asumsi biaya tak terduga 20% Rp. 1.159.500.
Total biaya penanaman cabai merah seluas 0,4 hektar Rp. 6.957.000.

Total biaya produksi
1. Cara petani
Biaya penanaman bawang merah dan cabai merah untuk areal tanam 0,4 hektar: Rp.22.238.400. + Rp. 10.368.000.=Rp. 32.606.400.

2. Cara menurut anjuran
Biaya penanaman bawang merah dan cabai merah untuk areal tanam 0,4 hektar: Rp.18.144.000. + Rp.6.957.000.=Rp.25.101.000.

Pemanenan

1. Bawang merah
Pemanen bawang merah dilakukan setelah umbinya sudah cukup tua. Umur tanaman biasanya sudah menginjak 60 hari. Tanda-tanda umbi sudah tua adalah:
- leher batang di atas umbi sudah lemas dan mudah direbahkan;
- daun mulai menguning;

Bila sudah kelihatan tanda-tanda ini bawang merah sudah bisa dipanen. Setelah dipanen, bawang didiamkan selama 2 hari, kemudian diikat dan dijemur. Setelah itu bawang merah disimpan di tempat yang teduh dan tidak lembab.

Sedangkan hasil panennya berdasarkan pengalaman nara sumber untuk setiap deret tanaman (12 tanaman) antara 0,25 kg – 1,0 kg. Jumlah tanaman bawang merah (yang hidup) untuk areal 0,4 hektar kurang lebih 80% nya kira-kira 71.280. tanaman. Dengan demikian jumlah umbi yang bisa dipanen antara:
- (71.280. tanaman : 12) x 0,25 kg = 1.485. kg.
- (71.280. tanaman : 12) x 1,0 kg = 5.940. kg.

Hasil panen rendah biasanya karena penanamannya dilakukan saat hujan masih banyak turun sehingga mengganggu pertumbuhan umbi.

2. Cabai merah
Panen pertama dengan luas pertanaman 0,4 hektar, dengan jumlah tanaman yang hidup 7.920. tanaman, bisa dipanen rata-rata pertanaman 1,0 kg – 2,0 kg. Masa panen kira-kira 2-3 bulan (60 – 90 hari) dengan waktu pemanenan 3 – 5 hari sekali. Atau jumlah pemanenan atau pemetikannya sekitar 20 kali panen. Dengan jumlah panenan ini total hasil panen antara 7.920. kg – 15.840. kg.

Berbeda dengan penanganan bawang merah yang perlu penjemuran setelah panen, maka cabai merah begitu selesai dipanen bisa langsung dibawa ke pasar atau kerap kali juga sudah ditunggu pedagang. Jadi hasil panenan cabai tidak perlu penanganan seperti bawang merah.

Perkiraan hasil penjualan panenan
Kebetulan harga cabai merah besar dan harga bawang merah yang diterima petani relatif sama yaitu dalam kisaran Rp.6.000. – Rp.7.000. perkilogram (sekitar bulan Mei 2009 dan Juli 2010) atau rata-rata Rp.6.500 perkilogram. Harga terendah selama periode 2007 – 2009 antara Rp.1.700. – Rp.3.000. perkilogram atau rata-rata Rp.2.350. Bila harga ini yang diterima petani maka pendapatan petani dari hasil penjualan panenannya seperti berikut (Sumber: Petani dan pedagang bawang merah – cabai merah di Patrol, Indramayu dan Losari, Brebes, serta petani dan pedagang di Pasar Induk Cibitung, Bekasi, Jawa Barat).

1. Penjualan hasil panen bawang merah (luas panen 0,4 hektar)

Hasil panen rendah
1. Harga rata rata Rp.6.500. perkilogram
- Bawang merah: 1.485. (kg) x Rp.6.500. = Rp. 8.910.000.
- Cabai merah: 7.920. (kg) x Rp.6.500. = Rp. 47.520.000.

2. Harga rata rata Rp.2.350. perkilogram
- Bawang merah: 1.485. (kg) x Rp.2.350. = Rp. 3.489.750.
- Cabai merah: 7.920. (kg) x Rp.2.350. = Rp. 18.612.000.

Hasil panen tinggi

1. Harga rata rata Rp.6.500. perkilogram
- Bawang merah: 5.940. (kg) x Rp.6.500. = Rp. 38.610.000.
- Cabai merah: 15.840. (kg) x Rp.6.500. = Rp. 141.520.000.

2. Harga rata rata Rp.2.350. perkilogram
- Bawang merah: 5.940 (kg) x Rp.2.350. = Rp. 13.959.000.
- Cabai merah: 15.840. (kg) x Rp.2.350. = Rp. 37.224.000.

Analisa Usaha

1. Panen rendah dan harga rendah
- Biaya produksi versi petani untuk menanam bawang merah dan cabai merah Rp.32.606.400.
- Biaya produksi versi anjuran untuk menanam bawang merah dan cabai merah Rp.25.101.000.
- Total hasil penjualan bawang merah dan cabai Rp.22.101.750.
- Kesimpulannya, petani rugi lebih dari 10 – 30-an% dari biaya produksi

2. Panen rendah namun harga tinggi
- Biaya produksi sama seperti di atas
- Total hasil penjualan bawang merah dan cabai Rp.56.430.000.
- Kesimpulannya, petani untung lebih dari 70 – 120-an% dari biaya produksi

3. Panen tinggi namun harga rendah
- Biaya produksi sama seperti di atas
- Total hasil penjualan bawang merah dan cabai Rp.51.183.000.
- Kesimpulannya, petani untung lebih dari 50 – 100-an% dari biaya produksi

4. Panen tinggi dan harga tinggi
- Biaya produksi sama seperti di atas
- Total hasil penjualan bawang merah dan cabai Rp.141.570.000.
- Kesimpulannya, petani untung lebih dari 300-400-an% dari biaya produksi
Sumber Pustaka
Comments
0 Comments

0 komentar:

Post a Comment