“ Tak ada seorang Muslim yang menanam pohon atau menanam tanaman, lalu burung memakannya atau manusia atau hewan, kecuali ia akan mendapatkan sedekah karenanya. ” [HR. Al-Bukhoriy dlm Kitab AL-Muzaro'ah (2320), & Muslim dlm Kitab Al-Musaqoh (3950)]

Rasulullah SAW bersabda, "Tidak menanam seseorang sepucuk tanaman kecuali Allah SWT menuliskan untuknya pahala sebanyak buah yang dihasilkan oleh tanaman tersebut." Kanz al-'Ummal, jil. 3, hal. 892.

Program Budidaya Mentimun

Posted by Cara & Teknik Sunday, September 16, 2012 0 komentar
Program Budidaya Mentimun

Budidaya Mentimun (Curcumis sativus) - Kegiatan budidaya mentimun dilaksanakan pada lahan sekitar bandara Nusawiru yang terletak di:
Dusun : Kalensari
Desa : Kondangjajar
Kecamatan : Cijulang
Kabupaten : Ciamis

Tanaman mentimun bisa ditanam pada daerah dataran tinggi dan dataran rendah juga bisa ditanam diawal musim kemarau dengan curah hujan yang dikehendaki 1500 – 2000 mm.

Mentimun menghendaki tanah yang subur, gembur dan mengandung banyak bahan organik serta berada pada Ph tanah sekitar 6 – 7. Pengolahan tanah untuk budidaya mentimun dilakukan 2 kali, tanah diolah sampai gembur sedalam 30 – 40 cm, jarak tanam antar lubang 30 cm dan lebar barisan 100 cm, dan tinggi bedengan 25 – 30 cm.

Permintaan pasar oleh mentimun sangat tinggi, oleh karena itu untuk mempertahankan kualitas mentimun petani melakukan budidaya dengan intensif. Tanaman mentimun mempunyai prospek yang cukup baik untuk diusahakan.

Luas lahan yang digunakan oleh petani untuk usaha budidaya mentimun ini yaitu sekitar 250 m^2 dan biaya yang digunakan berasal dari uang pribadi petani. Dalam kegiatan wirausaha budiday mentimun, petani melakukan beberapa kegiatan dilahan diantaranya sebagai berikut :

Penyiapan benih
Benih didapatkan dari EAST-WEST SEED yang diberikan tanpa bayar. Benih ini didapatkan petani ketika tim EAST-WEST SEED melakukan penyuluhan mengenai tanaman Hibrida ke desa Kondangjajar.

Persiapan lahan
- Pembabadan
Dikarenakan lahan yang akan digunakan petani banyak rumput terutama alang – alang, maka petani perlu melakukan pembabadan.
- Pengolahan tanah
Lahan yang akan digunakan dilakukan pembajakan atau dicangkul sedalam 30 – 35 cm, kemudian dikeringkan selama 14 hari agar gas – gas beracun yang terkandung dalam tanah sebelumnya menguap.
- Pemupukan dasar
Pemupukan dasar dilakukan sebeluim penanaman. Pupuk yang digunakan adalah pupuk organik yang sudah dingin terutama pupuk kandang. Cara penggunaan pupuk ini adalah disebarkan dalam bedengan sebanyak 4 karung ukuran 25 kg secara merata.

Penanaman
- Waktu tanam
Waktu tanam yang tepat untuk kegiatan budidaya mentimun adalah pada akhir musim hujan atau pada musim kemarau.
- Cara penanaman
Sistem penanaman dilakukan dengan tanam langsung benihnya, caranya yaitu buat lubang tanam dengan alat bantu tugal pada jarak 50 cm dalam barisan. Tanamkan benih 2-3 butir/lubang tanam kemudian tutup dengan tanah tipis.
Pemeliharaan
- Penyulaman dan seleksi tanaman.
Dilakukan pada tanaman yang mati dengan cara tanaman yang tumbuhnya lemah dicabut. Waktu penyulaman yakni sejak tanam hingga berumur 5 hari.
- Penyiraman
Penyiraman secara rutin dilakukan pada sore hari, dan kadang pada pagi hari dengan menggunakan alat embrat dan ember.
- Pemasangan Ajir (Turus)
Dilakukan ketika tanaman berumur 5 HST agar tidak mengganggu dan merusak perakaran mentimun.
- Pemupukan susulan
Waktu pemupukan susulan I umur 3 – 5 HST, disebar merata disekeliling tanaman sejauh 15 cm dari batangnya. Pupuk susulan II diberikan pada umur 20 HST dan pupuk yang diberikan campuran urea 3 kg, TSP 2 kg, KCL 2 kg untuk dua kali pemupukan.
- Penyiangan
Penyiangan rumput – rumput liar dilakukan setelah pemupukan dengan dua kali penyiangan yang alat bantunya parang.
- Pengendalian hama dan penyakit
Untuk mengendalikan hama pada tanaman mentimun, petani melakukan berbagai hal, diantaranya yaitu :
– Disemprot dengan insektisida seperti cymbus
– Pergiliran tanam dan waktu tanam serempak
– Mengumpulkan buah yang terserang untuk dikubur.
Sedangkan untuk mengendalikan penyakit yang sering terjadi pada tanaman mentimun yaitu busuk daun dan penyakit tepung, petani melakukan berbagai hal diantaranya yaitu :
– Penanaman varietas yang resisten
– Mengurangi kelembaban dengan cara memperjarang jarak tanam.
– Mencabut tanaman yang terserang cukup parah

Panen
Buah mentimun dapat dipanen pada waktu tanaman berumur 4 – 6 minggu dengan cara dipetik dan dilakukan cara bertahap. Waktu panen yang paling baik adalah sekitar jam 07.00 – 09.00 agar pada buah mentimun tidak terdapat air (embun).

Pasca panen
Buah mentimun termasuk sayuran yang mudah busuk dan rusak. Oleh karena itu selepas panen, penyusun segera memasukkan ke dalam wadah yang lebih besar untuk dicuci, kemudian ditiriskan sebentar dan dimasukkan ke dalam kantong plastik ukuran 1 kg untuk dipasarkan.

Pemasaran hasil
Pemasaran hasil buah mentimun ini tidak semuanya ke pedagang pengecer tetapi sebagian langsung ke konsumen dengan harga yang tidak beda jauh.

Sumber Pustaka
Comments
0 Comments

0 komentar:

Post a Comment