“ Tak ada seorang Muslim yang menanam pohon atau menanam tanaman, lalu burung memakannya atau manusia atau hewan, kecuali ia akan mendapatkan sedekah karenanya. ” [HR. Al-Bukhoriy dlm Kitab AL-Muzaro'ah (2320), & Muslim dlm Kitab Al-Musaqoh (3950)]

Rasulullah SAW bersabda, "Tidak menanam seseorang sepucuk tanaman kecuali Allah SWT menuliskan untuknya pahala sebanyak buah yang dihasilkan oleh tanaman tersebut." Kanz al-'Ummal, jil. 3, hal. 892.

Perbanyakan Pada Tanaman Dengan Cangkok, Okulasi Dan Kopulasi

Posted by Cara & Teknik Tuesday, November 4, 2014 0 komentar
Tanaman yang ada di sekitar kita sebenarnya bisa direkayasa agar meberikan hasil yang lebih banyak, lebih kuat atau bahkan mendapatkan varian baru.

Kali ini saya akan sedikit berbagi tentang teknik-teknik rekayasa yang sebenarnya sudah umum di lakukan oleh masyarakat kita, siapa tahu bisa meng-inspirasi pengunjung untuk melakukannya; bukankah berarti menambah nilai manfaat ?
Ada 3 tips yang akan saya paparkan, yaitu :

► Mencangkok

Dahan dibungkus tanah dan diikat sabut
Adalah memperbanyak tanaman atau membuat bibit tanaman baru dari suatu pokok tanaman yang telah ada. Tanaman -tanaman yang dapat dicangkok misalnya pohon jambu, rambutan, jeruk, mangga dll.

Tahapan Mencangkok:

  • Objek cangkok adalah bagian cabang (dahan); pilih yang berumur sedang (tidak terlalu tua atau terlalu muda), pilih yang berdiameter kira-kira 3 cm.
  • Keratlah bagian pangkal dahan sepanjang 5 cm lalu kulitnya dikupas.
  • Bersihkan lendir yang membasahi batang yang telah dikupas sampai kering dan biarkan selama 1 jam.
  • Balutlah batang yang telah dikupas dengan tanah lalu dibungkus dengan sabut dari luar, ikat kedua ujungnya baik-baik.
  • Sirami cangkokan setiap hari, terutama jika tidak turun hujan.
  • Jika cangkokan sudah tumbuh akar artinya proses pencangkokan berhasil; potonglah cangkokan dengan hati-hati agar tidak merusak akarnya.
  • Pindahkan/tanam hasil cangkokan ke tempat baru yang disediakan.

► Okulasi (Menempel):

okulasi adalah memindahkan tunas (entres) dari batang suatu tanaman ke batang tanaman lain yang sejenis.

Tahapan Okulasi :

  • Batang yang dapat diokulasi ialah batang yang telah berdiameter 5 - 6 cm. tunas yang dipindahkan diambil dari pohon yang telah terbukti berbuah dan banyak buahnya; tunas diambil dari dahan (cabang).
  • Kulit yang bertunas disayat dari pohonnya kira-kira 4 - 5 cm.
  • Sayat kulit pohon yang diokulasi setinggi 30 cm dari tanah dengan ukuran yang sama dengan tunas tadi.
  • Tempelkan tunas dengan baik lalu dibungkus dengan kain yang bersih yang telah dicelupkan dalam lilin.
  • Setelah seminggu bukalah kain, jika tunas telah melekat dan berwarna hijau itu tandanya proses okulasi berhasil.
  • Setelah okulasi berumur 15 hari, batang di atas tunas dipotong dan bekas potongan dicat.

► Kopulasi (Menyambung):

Adalah proses rekayasa agar benih-benih tanaman yang dihasilkan mempunyai sifat-sifat yang sama seperti induknya.
Model menyambung ini banyak dilakukan orang di kebun buah-buahan, tujuannya sama dengan menempel (okulasi), untuk melestarikan sifat induk. Terkadang Benih yang didapat dari biji-biji hasil semaian belum tentu mempunyai sifat yang sama dengan induknya, terutama untuk tanaman hasil perkawinan (tanaman ternyata juga kawin).

Tahapan Kopulasi :

  • Pada saat benih telah tumbuh, misalnya batang telah sebesar jari, potonglah kira-kira 1 dm dari tanah.
  • Carilah ranting tanaman yang baik sifatnya dan besarnya sama dengan batang benih itu.
  • Potonglah pangkal ranting tanaman itu sedemikian rupa hingga bisa disambung dengan pas pada batang benih.

Selamat mencoba.

Cara Alami Membuat Perangsang Akar, Bunga & Daun

Posted by Cara & Teknik Friday, October 24, 2014 0 komentar

PERANGSANG AKAR


► Bahan-bahan untuk membuat pupuk cair perangsang akar, adalah :

1. bonggol pisang/rebung bambu 10 kg
2. air leri 2 liter
3. air kelapa 2 liter
4. tetes tebu/gula/berenuk/maja 20% dari total bahan

► Cara Pembuatan :

  1. Bonggol pisang (Ambil pisang yang belum berbuah)/rebung bambu muda di tumbuk sampai halus kemudian campurkan air kelapa, air leri dan tetes tebu di aduk sampai rata.
  2. Masukkan campuran tadi ke dalam derigen (system aerob) pada tutup botol di beri lobang untuk memasukkan selang sebagai proses aerobnya. Ujung selang yang satu masuk pada derigen yang berisi pupuk cair dan satu ujungnya masuk ke botol yang berisi air.
  3. Proses di biarkan selama 2 minggu.
  4. Ciri-ciri pupuk cair jadi yaitu : bau pupuk cair mendekati bau tape, atau agak kecut, bukan bau yang kurang sedap. Jika yang muncul bau kurang sedap berarti ada proses yang bocor pada saat pembuatan.

► Manfaat dan Fungsi air kelapa :

Selain kaya mineral, air kelapa juga mengandung gula antara 1,7 sampai 2,6 % dan protein 0,07 hingga 0,55 %. Mineral lainnya antara lain natrium (Na), kalsium (Ca), magnesium (Mg), ferum (Fe), cuprum (Cu), fosfor (P) dan sulfur (S). Disamping kaya mineral, air kelapa juga mengandung berbagai macam vitamin seperti asam sitrat, asam nikotinat, asam pantotenal, asam folat, niacin, riboflavin, dan thiamin. Terdapat pula 2 hormon alami yaitu auksin dan sitokinin sebagai pendukung pembelahan sel embrio kelapa.

Penelitian di National Institute of Molecular Biology and Biotechnology (BIOTECH) di UP Los BaƱos mengungkapkan bahwa dari air kelapa dapat diekstrak hormon yang kemudian dibuat suatu produk suplemen disebut cocogro. Hasil penlitian menunjukkan bahwa produk hormon dari air kelapa ini mampu meningkatkan hasil kedelai hingga 64 %, kacang tanah hingga 15 % dan sayuran hingga 20-30 %. Dengan kandungan unsur kalium yang cukup tinggi, air kelapa dapat merangsang pembungaan pada anggrek seperti dendrobium dan phalaenopsis.

► Manfaat air cucian beras :

"Air cucian beras memiliki kandungan nutrisi yang melimpah di antaranya karbohidrat berupa pati sebesar 85-90 persen, protein glutein, selulosa, hemiselulosa, gula, dan vitamin yang tinggi," ujar Yayu.

Percepatan pertumbuhan bakteri P. fluorescens pada formula air cucian beras dapat ditambahkan ekstrak tempe dan gula.

PERANGSANG BUNGA

Untuk pupuk cair perangsang bunga dan buah, kami menggunakan formulasi sebagai berikut :

Larutan A
1. Serabut kelapa 2 kg
2. 2. Air 10 liter

► Cara Pembuatan :

Serabut kelapa di tumbuk bagian belakangnya yang bertujuan untuk memudahkan proses penyerapan air kemudian masukkan kedalam wadah (drum plastik) lalu di berikan air setelah itu di tutup biarkan selama 2 minggu, pasca 2 minggu air akan berubah berwarna merah kecoklat-coklatan, air di saring kemudian di gunakan untuk penyemprotan tanaman ( semua tanaman), karena larutan ini sangat bagus untuk memperkuat batang tanaman dan meransang pertumbuhan bunga

Larutan B
1. Buah-buahan yang busuk
2. Air Cucian beras
3. Air kelapa

► Cara Pembuatan :

Buah-buahan di hancurkan kemudian di campur dengan air cucian beras dan air kelapa di masukkan dalam derigen dengan sistem aerob di biarkan selama 15 hari. Setelah 15 hari larutan di saring dan endapan sebaiknya di buang di bawah pohon sebagai pupuk sedangkan airnya untuk penyemprotan.

Larutan B ini sangat baik untuk merangsang pertumbuhan bunga dan buah.

► Aplikasi di lahan :

Campurkan larutan A dan larutan B, hasil campuran tersebut di sebut sebagai larutan induk yang kemudian di campur lagi dengan air biasa, perbandingan bisa di upayakan sendiri dengan melakukan uji coba di lahan masing-masing, karena apa yang kami di terapkan di Ngawi tentunya akan berbeda jika di terapkan di daerah lain, sebagai gambaran kombinasi larutan yang kami gunakan setiap 10 cc/liter air.

► Waktu Penyemprotan :

  • Penyemprotan untuk pemupukan ini efektifnya pagi antara jam 07.00 - 11.00
  • Penyemprotan yang baik adalah berbentuk kabut

PERANGSANG TUMBUH

Untuk pupuk cair perangsang tumbuh dapat di ambil dari tanaman muda/tunas karena hormon tumbuh masih cukup tinggi. Untuk bahan-bahan yang bisa di gunakan untuk membuat perangsang tumbuh, di antaranya adalah :
1. Tanaman semanggi, pupus melon, azola, pucuk kangkung = 10 kg
2. Air kelapa = 2 - 5 liter
3. air leri = 2 - 5 liter
4. Tetes tebu/buah maja/gula 20% dari larutan

► Cara pembuatan :

  • tanaman semanggi, Azola mulai dari akar, daun dan cabang di tumbuk bersamaan dengan pupus melon setelah benar-benar halus campurkan air kelapa, tetes dan air leri/cucian beras. Setelah semuanya tercampur masukkan ke dalam derigen dengan model aerob selama 14 hari.
  • pasca 14 hari campuran di saring kemudian bisa di gunakan.
  • catatan : saringan kasar dapat di taruh di bawah tanaman atau di sebar di lahan sebagai kompos (sekalipun kandungan utamanya sudah berkurang)

► Aplikasi :

  • Sangat baik di gunakan untuk tanaman bunga atau tanaman daun lainnya.
  • Sedangkan untuk aplikasi pada tanaman berbuah seperti padi, kacang, buah-buahan, kedelai, dll dapat di aplikasikan pada awal tanam sebelum tumbuh bunga.
  • Dosis antara 5-10 cc/liter air

► Keterangan :

Jika bahan-bahan no. 1 tidak ada dapat di ganti dengan tanaman lain yang pertumbuhan (liar) bagus dan bagian yang di ambil adalah pupus/pucuk/tunasnya.

Cara Mudah Perbanyakan Tanaman Sirih

Posted by Cara & Teknik Sunday, October 19, 2014 0 komentar
Secara alami, Sirih menyukai tempat ternaung. Seperti di bawah pohon di hutan. Tumbuh subur di tempat yang berhawa sejuk. Untuk sinar matahari sirih merah butuh 60 – 75 persen cahaya matahari. Di tempat teduh, daunnya akan melebar, warna merah yang cantik akan segera terlihat bila daunnya dibalik. Batangnya pun tumbuh gemuk. Bila terkena banyak sinar matahari, batangnya cepat mengering. Sebaliknya bila terlalu banyak kena air akar dan batangnya akan membusuk.

Jika kebanyakan air, tanaman akan mati. Kena panas terus pun akan mati juga. Artinya, jika di pot tidak boleh langsung kena matahari. Sangat baik jika menggunakan paranet sehingga tak langsung kena hujan.

Musuh utama tanaman sirih adalah keong, bekicot kecil, dan semut. Kalau daunnya akan dipakai obat, hendaknya jangan menggunakan pestisida untuk menghalau hama.

Budidaya sirih bisa dilakukan lewat pembibitan atau perbanyakan. Untuk perbanyakan bisa dilakukan bila tanaman sirih merah sudah mulai menjalar atau berkembang pesat. Berikut kami jelaskan cara perbanyakan tanaman sirih:

► Steck

Bagi Anda yang ingin mencoba menanam sirih merah, cobalah dengan cara stek. Cara ini adalah yang paling mudah bagi pemula. Caranya:
  1. Sediakan media tanam stek berupa tanah, pasir, dan kompos. Perbandingannya tanah, pasir dan kompos dengan perbandingan 3:1:3. Masukkan ke dalam polybag berdiameter 10 cm yang bagian bawahnya sudah dilubangi, atau menggunakan bekas botol aqua gelas
  2. Pilih batang sirih merah yang sudah tua.
  3. Potong batang sirih kira-kira dua ruas. Jangan asal potong. Sebaiknya batang yang diplih sudah memiliki 2 -3 lembar daun.
  4. Rendam potongan batang ini ke dalam air biasa kira-kira 15 menit lalu angkat.
  5. Masukkan setek ke dalam media tanam yang sudah disediakan.
  6. Letakkan setek yang sudah ditanam di tempat teduh. Sinar matahari kira-kira 60 persen saja.

► Runduk

Pilih batang sirih yang sudah panjang, kemudian cukup letakan di tanah atau di media yang telah kita siapkan. Setelah beberapa minggu, akar akan tumbuh, dan batang sirih siap di potong.

► Steck Air.

Cara ini paling mudah. Cukup potong batang sirih, kemudian batangnya di rendam di air sampai akarnya keluar. Tapi cukup batangnya saja yang di rendam, jangan dengan daun sirihnya. Bisa kita masukan di botol bekas air mineral.

Cara Budidaya Tanaman Sirih/ Suruh

Posted by Cara & Teknik 0 komentar
Tidak semua orang tahu cara menanam sirih (Piper betle) atau sebutan lain seperti Sireh, Suruh, padahal suruh sangat dikenal luas dan populer sebagai tanaman yang banyak mempunyai khasiat obat dan memiliki manfaat terhadap kesehatan. Daun sirih telah digunakan sejak zaman nenek moyang kita terdahulu baik sebagai obat ataupun untuk dikomsumsi rutin setiap hari (dibeberapa daerah dikenal dengan kebiasaan " nyirih ").

Tanaman ini tumbuh memanjat, tinggi 5-15 m, helaian daun berbentuk bulat telur.Bunga bentuk bulir di ujung cabang, panjang bulir 2,5-6 cm, biji membentuk lingkaran.

Ada 4 macam sirih, yaitu sirih berdaun hijau tua dengan rasa pedas merangsang, sirih berdaun kuning, sirih kaki merpati, daun berwarna kuning dengan tulang daun berwarna merah, dan sirih hitam yang ditanam khusus untuk obat.

Sirih tersebar di Indonesia dalam skala yang tidak terlalu luas, tumbuh di ketinggian sampai 300 m dpl.Tumbuh liar di hutan jati dan hutan hujan.

► Cara Budi daya Tanaman Suruh:

Perbanyakan tanaman menggunakan sulur.Turus diambil dari sulur di bagian ujung atas sepanjang 40-50 cm.Untuk pertumbuhannya, sirih memerlukan sandaran pohon hidup, seprti dadap, kapuk randu, kelor, waru atau gamal.

Pohon sandaran ditanam pada musim hujan sebelum menanam sirih, dengan jarak 1,5 m.Tiap dua baris dibuat selokan atau parit untuk mengalirkan air karena sirih tidak tahan terhadap tanah yang terlalu basah.Selokan digunakan juga untuk mengairi sirih di musim kemarau.Bila sandaran sudah berakar baik, pada permulaan musim hujan dibuat lubang di sekitar sandaran.

Turus ditanam sepanjang dua buku dan sisanya diikatkan pada tiang sandaran.Cara lain ialah dengan memotong sulur panjang yang sudah dewasa pada pangkalnya, daun dihilangkan kemudian sulur dibagi 3 atau 4 bagian dan ditanam secara mendatar.Setelah turusberakar, cukup tiga sulur saja yang dibiarkan tumbuh dan dipanjatkan diatas.

Pemeliharaan yang baik menyebabkan sirih akan bertahan selama bertahun-tahun dengan tetap memberikan hasil yang baik.Dari ketiak daun akan tumbuh cabang dan ranting yang menggantung, bagian itulah yang akan dipanen.

Bila tanaman telah terkena cahaya matahari, warna akan berubah menjadi kuning kehijauan dan bila dikunyah terasa lebih pedas.

Sirih yang tumbuh ditempat teduh, daunnya berbentuk panjang, lemas, berwarna hijau segar, dan tidak begitu pedas.Di samping cahaya matahari, macam pupuk juga mempengaruhi rasa daun.Dianjurkan menggunakan pupuk kotoran ayam yang sifatnya dingin dan daun yang dihasilkan berwarna kuning muda.Jika digunakan pupuk kotoran kuda, sapi, atau kerbau, daunnya berwarna kuning tua.

Bila tanaman telah berumur satu tahun, dapat mulai dipanen, produksi tertinggi akan diperoleh bila sirih telah mencapai ujung sandaran.Yang dipanen adalah daun yang berasal dari sulur yang menggantung sebanyak 3 atau 4 ruas.Panen dilakukan pagi sekali, ketika daun masih segar.

Sulur yang telah dipanen diikat dan dikemas dalam keranjang atau dengan memetik daun dari sulur kemudian tiap 25 lembar diikat menjadi satu.Untuk dikirim kedaerah lain, daun dibungkus dengan daun atau pelepah pisang.

► Khasiat Daun Sirih

  1. Obat jerawat : tumbuk 10 lbr daun sirih hingga halus, Seduh dengan dua gls air panas. Setelah dingin, gunakan air seduhan tersebut untuk mencuci muka. Lakukan sehari 2 sampai 3 kali.
  2. Mengobati diare : 6 lbr daun sirih, 6 biji lada, 1 sdm minyak kelapa. Tumbuk semua bahan sampai halus, gunakan sebagai obat gosok pada bagian perut.
  3. Mengurangi air ASI berlebih : ambil daun sirih secukupnya, lalu olesi dengan minyak kelapa, panaskan diatas api sampai layu, hangat-hangat tempelkan diseputar payudara yang bengkak.
  4. Mengatasi mata merah dan gatal : rebus 6 lbr daun sirih menggunakan 1 gls air hingga mendidih. Setelah air rebusan dingin, gunakan untuk mencuci mata. Lakukan 3x sehari sampai mata anda sembuh.
  5. Mengobati pendarahan pada hidung / mimisan : 1 lbr daun sirih agak muda dilumatkan , gulung sambil ditekan sehingga keluar minyaknya. Gunakan untuk menyumbat hidung.
  6. Sebagai obat batuk : Rebus 15 lembar daun sirih dengan tiga gelas air sampai tersisa ¾ air. Minum air rebusan tersebut dengan menambahkan satu sendok madu. Lakukan hingga batuk hilang.
  7. Sebagai obat bronchitis : daun sirih sebanyak 7 lbr, gula batu satu potong direbus dengan 2 gelas air sampai tersisa satu gelas. Minum 1/3 gelas dengan aturan 3 x sehari.
  8. Obat luka bakar : peras daun sirih secukupnya, tambahkan madu sedikit, lalu bubuhkan pada bagian kulit tubuh yang luka akibat terbakar.
  9. Menghilangkan bau badan : rebus 5 lembar daun sirih dengan 2 gls air sampai menjadi 1 gls, minum secara rutin tiap hari.
  10. Mengobati bisul : Cuci daun sirih secukupnya, giling hingga halus, lalu bubuhkan pada bisul dan sekelilingnya. Kemudian dibalut. Lakukan 2x sehari.
  11. Menghilangkan aroma kurang sedap pada mulut : 4 lembar daun sirih,diseduh air panas, tunggu sekitar 1 jam. Gunakan sebagai obat kumur.
  12. Mengobati sariawan : 2 lembar daun sirih segar dicuci, lalu kunyah sampai lumat oleh mulut anda. Buang ampasnya.
  13. Mengobati keputihan : Rebus 10 lbr daun sirih menggunakan 2,5 ltr air, angkat, lalu pada kondisi air hangat gunakan untuk mencuci bagian kemaluan.

Cara Sukses Menanam Cabe Rawit

Posted by Cara & Teknik Monday, October 6, 2014 0 komentar
Anda suka cabe rawit ? ingin menanam cabe rawit? kali ini kami akan mengupas tentang Cara Menanam Cabe Rawit Yang Baik dan Benar. Cabe Rawit adalah salah satu tanaman yang sangat mudah di budidayakan karena dapat ditanam di dataran tinggi maupun rendah. Tanaman ini banyak tumbuh di daerah Indonesia dan Juga negara di Asia Tenggara. Meskipun mempunyai ukuran yang cukup mini, cabe rawit dikenal mempunyai tingkat kepedasan yang cukup tinggi, tingkat kepedasannya antara 50.000 – 100.000 pada skala Scoville.

Cara Menanam Cabe Rawit Yang Baik dan Benar
Yang perlu diperhatikan saat menanam cabai rawit adalah pengolahan tanah, dapat dilakukan dengan membajak atau mencangkul sedalam kurang lebih antara 25 – 30 cm hingga tanah menjadi gembur . setelah itu biarkan 7 – 14 hari untuk mendapatkan sinar matahari.

Setelah itu tahap pembuatan bedeng, buat bedeng dengan kriteria seperti berikut ini:
Lebar bedeng 100 – 120 cm
Tinggi bedeng 20 – 30 cm
Jarak antara bedeng dengan bedeng lainnya 30 – 45 cm . arah bedeng memanjang ke utara selatan.

Kemudian lakukan pemupukan dengan menggunakan pupuk kandang, pupuk kandang yang baik mempunyai ciri sebagai berikut:
- Tidak berbau
- Tidak panas
- Berwarna kehitam hitaman
- Benar – benar sudah matang

Jarak tanaman cabai rawit, agar menghasilkan produksi yang maksimal adalah sebagai berikut:
50 x 100 cm
60 x 70 cm
50 x 90 cm

Cara pembuatan jarak tanaman
- Pasang tali pelurus sejajar dengan panjang bedeng , kira – kira 10 cm dari tepi bedeng
- Ukur jarak tanaman yang diinginkan pada sepanjang tali kencana tersebut
- Buat lubang tanaman sesuai dengan jarak tanaman tersebut , kemudian beri pupuk besar

Pupuk kandang = 1 kg / lubang
Pupuk urea
Pupuk TSP
Pupuk KCI

Campurkan ketiga pupuk buatan hinga rata dan masukan pada setiap lubang yang telah dibuat.
Lanjut ke tahap selanjutnya yaitu tahap pesemaian, pesemaian merupakan kegiatan untuk menghasilkan bibit tanaman atau calon tanaman yang baik.Caranya dengan membuat bedeng dengan ukuran bedeng pesemaian sebagai berikut:

Lebar bedeng 1 – 1,2 m
Panjang bedeng 3 – 5 m
Tingi bedeng 15 – 20 cm

Kebutuhan benih untuk satu hektar berkisar antar 300 – 500 benih. sebelum benih disemai atau ditabur , tempat pesemaian disiram merata. beberapa cara menyemai benih cabai rawit sebagai berikut :
- Semai bebas atau ditabur merata
- Semai dalam baris
- Semai berkelompok

Segera tanam bibit tanaman cabai rawit yang sudah berumur 1 bulan. penanaman sebaiknya pada sore hari agar tanaman tidak layu, ciri – ciri bibit yang siap tanam adalah sebagai berikut :
- Telah berumur satu bulan
- Tidak terserang hama dan penyakit
- Pertumbuhan tanaman seragam

Dan berikut ini adalah cara penanaman bibit cabe rawit
- Siram bibit yang akan ditanam
- Pilih bibit yang akan ditanam
- Lepaskan bumbung atau pelastik dari bibit
- Padatkan tanah disekeliling tanaman bibit yang telah dimasukan kelubang agar tidak rebah

Dan setalah itu lakukan pemeliharaan tanaman cabai rawit.

Penyiraman dilakukan 2 kali sehari atau di sesuaikan dengan keadaan tanah .
RumpuT liar yang tumbuh disekita tanaman harus dicabit atau di siang dengan kored atau sabit
Pemupukan, Jumlah pupuk yang dibutuhkan dalam satu hektar adalah

UREA = 200 kg
TSP = 200 kg
KCI = 150 kg

Hama yang sering menyerang tanaman cabai rwit adalah sebagai berikut :
- Tungau marah
- Kutu daun berwarna kuning
- Kutu gurem atau thrips

Tanda – tanda tanaman terserang
- Tanaman berwarna seperti perak
- Tanaman tampak pucat
- Daun menjadi layu

Pengendalian
- Cabut tanaman yang terserang berat
- Kumpulkan bagian tanaman yang terserang , lalu dibakar

Cara Membuat Bibit Pepaya Sendiri

Posted by Cara & Teknik Sunday, December 8, 2013 0 komentar
Perbanyakan pohon pepaya dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti dengan cara sambung, cangkok, atau dengan biji. Namun dengan cara sambung dan cangkok jarang dilakukan orang karena dirasakan sangat sulit. Cara yang paling mudah untuk perbanyakan adalah dengan biji, ini menjadi alternatif untuk mengembangbiakan tanaman pepaya yang banyak dilakukan para petani pepaya saat ini.

Penyiapan Bibit Pepaya
Saat ini bibit pepaya sangat mudah didapat di toko-toko benih pepaya, namun demikian ini masih harus dibuktikan terlebih dahulu. Apakah bisa beradaptasi dengan iklim setempat, mengingat sifat tanaman pepaya sangat peka terhadap pengaruh suhu dan kelembaban. Oleh karena itu para petani lebih senang membuatnya sendiri benih pepaya atau paling tidak untuk pemuliaan membeli bibit yang terpercaya hasil penangkaran di balai penangkaran.

Cara Penyiapan Bibit Pepaya
Bibit kita ambil dari pohon pepaya yang besifat unggul, produktif dan berkualitas serta dalam satu tahun berbuah pada dua kali musim terus menerus. Buah pepaya yang akan dijadikan benih pepaya adalah yang masak di pohon atau yang telah tua betul dan dalam keadaan baik dengan bentuk bulat panjang. Makin tua atau makin masak ini akan mempercepat perkecambahannya.

Biji yang akan dijadikan benih diambil dari 2/3 bagian buah, 1/3 bagian pangkal tidak digunakan. Sebaiknya sebelum di potong buah pepaya diguncang-gunjangkan terlebih dahulu dan biji yang rontok tidak dipakai.

Ambil biji-biji dari 2/3 bagian pepaya yang masih melekat pada buah dan letakkan biji pepaya pada wadah seperti waskom yang berisi air, Untuk mendapatkan benih yang baik, terhadap biji-biji ini masih perlu melakukan pemilihan kembali dengan memasukan biji pepaya kedalam wadah yang telah berisi air.

Di dalam wadah biji akan terlihat ada sebagian yang mengambang dan ada yang tenggelam. Maka kita lakukan pemisahan kembali, yang mengambang kita sisihkan atau dibuang karena tidak akan kita jadikan bibit. Terhadap yang tenggelam kita pindahkan ke sebuah wadah, inilah biji-biji pepaya yang nantinya kita akan jadikan benih.

Langkah selanjutnya biji-biji hasil pilihan tersebut di bersihkan dari lapisan yang lunak dan berwarna putih bening dengan membiarkan 2-3 di tempat yang teduh (jangan langsung terkena sinar matahari) lalu dicuci dengan air sampai bersih.

Penyimpanan Benih Pepaya
Apabila biji-biji tadi tidak digunakan langsung perlu disimpan atau diawetkan dengan baik dengan cara; setelah dicuci dan dikeringkan biji pepaya dicampur dengan abu dapur secukupnya lalu disimpan dalam botol berwarna gelap, atau kantong plastik dan masukan dalam kaleng yang tertutup rapat.

selamat mencoba, semoga melalui artikel ini anda dapat menyiapkan Bibit Pepaya/ Benih Pepaya anda sendiri.

Agar Pepaya Cepat Berbuah

Posted by Cara & Teknik 0 komentar
Cara menaman pepaya ingin berbuah lebat, cepat dan pendek 0.5 m sudah berbuah dan kokoh dari rebah, ini termasuk ilmu baru dan dalam teori pertanian belum di galakkan.

Kami sudah melakukan uji coba ini dan Alhamdulillah lebih baik dari yang tidak di pangkas/ di biarkan tumbuh terus dan cepat menjulang tinggi.

Tanaman pepaya pada usia sekitar 1 bulan atau ketinggian 40~50 cm di potong pupusnya, biar tumbuh tunas. Tunggu sekitar 10 hari tunas baru akan bermuculan. Sisakan satu tunas saja yang lurus & bagus.

Setelah itu batang pohon pepaya dipotong lagi sekitar 15 cm dari ketinggian batang yang telah dipotonh tadi. Tunggu 7 hari mulai seleksi tunas yang paling bagus di tinggal satu saja. Tunas Bermunculan Setelah di potong.

Foto diatas adalah Hasil Dari Pemangkasan Setelah Umur 3 bln

Cara ini bisa dipakai untuk pepaya jenis apa saja.
* Pepaya Bangkok
* Pepaya California
* Pepaya Orange Lady
* Pepaya Red Leady
* Pepaya Hawai

Sumber: http://agrobuah.wordpress.com