“ Tak ada seorang Muslim yang menanam pohon atau menanam tanaman, lalu burung memakannya atau manusia atau hewan, kecuali ia akan mendapatkan sedekah karenanya. ” [HR. Al-Bukhoriy dlm Kitab AL-Muzaro'ah (2320), & Muslim dlm Kitab Al-Musaqoh (3950)]

Rasulullah SAW bersabda, "Tidak menanam seseorang sepucuk tanaman kecuali Allah SWT menuliskan untuknya pahala sebanyak buah yang dihasilkan oleh tanaman tersebut." Kanz al-'Ummal, jil. 3, hal. 892.

Cara Mudah Membuat Lem/Perekat Pestisida Organik

Posted by Cara & Teknik Sunday, February 1, 2015 0 komentar
Beberapa minggu lalu team suksesbudidaya menemukan sebuah artikel tentang tips & cara mudah membuat lem pestisida secara organik. Disebabkan mendapatkan info yang sangat berguna untuk para pembaca blog ini maka kami turunkan saja di artikel kali ini. Mengapa perekat pestisida kerap diikutkan dalam setiap kali penyemprotan, mungkin pembaca bisa mempelajarinya dulu di Beberapa Fungsi Penting Perekat Pestisida

Cara pembuatannya terbilang mudah karena bahan sangat gampang didapat disekitar kita. Yang perlu diuji ialah berapa dosis/ konsentrasi pemakaian lem pestisida organik tersebut yang paling tepat. Selain itu berapa lama ketahanan perekat pestisida organik dalam penyimpanan juga perlu diteliti.

* Alat dan Bahan Perekat Pestisida Organik :

- 1 buah Blender
- 1 buah Telor ayam/ bebek (bebek lebih bagus)
- Minyak goreng 1 sendok makan

* Cara Membuat Perekat Pestisida Organik (skala 1 tangki semprot) :

- Masukkan 1 buah telor ayam dan satu sendok minyak goreng (kalau untuk membuat 10 tangki pake 10 telor ditambah 10 sendok minyak goreng).
- Blender sampai benar-benar tercampur (homogen)
- Campurkan dengan larutan pestisida yang ada dalam tangki semprot sampai benar-benar tercampur.
- Semprotkan pestisida secara merata ke semua permukaan daun.

Resep perekat pestisida organik ini dapat dipakai untuk membuat ovusida (membungkerkan telur, memandulkan telur, membunuh telur) ulat atau telur hama yang lain sehingga telur hama tersebut tidak bisa menetas dengan hanya menambahkan bahan tertentu dalam perekat pestisida organik tersebut.

Berhubung kami belum sempat menguji resep perekat pestisida organik tersebut oleh sebab itu silahkan pakai dalam skala lebih kecil dulu sebelum digunakan untuk semua tanaman.

Mudah mudahan artikel membuat lem/perekat pestisida organik ini dapat berguna di kemudaian hari.

Sejarah & Klasifikasi Tanaman Padi (Oryza Sativa)

Posted by Cara & Teknik Friday, January 30, 2015 0 komentar
Klasifikasi Tanaman Padi
Klasifikasi Tanaman Padi didasarkan pada pentingnya tanaman padi sebagai tanaman yang paling pokok di Indonesia karena makanan pokok sebagian besar masyarakat Indonesia adalah nasi dari beras yang tentunya dihasilkan oleh tanaman padi. Selain di Indonesia padi juga menjadi makanan pokok negara-negara di benua Asia lainnya seperti China, India, Thailand, Vietnam dan lain-lain.

Padi merupakan tanaman berupa rumput berumpun. Tanaman pertanian ini berasal dari dua benua yaitu Asia dan Afrika Barat tropis dan subtropis. Bukti sejarah memperlihatkan bahwa penanaman padi di Zhejiang (Cina) sudah dimulai pada 3.000 tahun SM. Fosil butir padi dan gabah ditemukan di Hastinapur Uttar Pradesh India sekitar 100-800 SM. Selain Cina dan India, beberapa wilayah asal padi adalah Bangladesh Utara, Burma, Thailand, Laos, Vietnam. Hama yang banyak menyerang tanaman ini adalah tikus, orong-orong, kepinding tanah (lembing batu), walang sangit dan wereng coklat. Hama-hama itulah yang sering menyebabkan tanaman padi gagal panen dan tentunya membuat petani merugi

Negara produsen padi terkemuka adalah Republik Rakyat Cina (31% dari total produksi dunia), India (20%), dan Indonesia (9%). Namun hanya sebagian kecil produksi padi dunia yang diperdagangkan antar negara (hanya 5%-6% dari total produksi dunia). Thailand merupakan pengekspor padi utama (26% dari total padi yang diperdagangkan di dunia) diikuti Vietnam (15%) dan Amerika Serikat (11%). Indonesia merupakan pengimpor padi terbesar dunia (14% dari padi yang diperdagangkan di dunia) diikuti Bangladesh (4%), dan Brazil (3%).

Sejarah Tanaman Padi
Dalam klassifikasinya, Padi termasuk tanaman bergenus Oryza L yang meliputi lebih kurang 25 spesies, tersebar didaerah tropik dan daerah sub tropik seperti Asia, Afrika, Amerika dan Australia. Menurut Chevalier dan Neguier, tanaman padi berasal dari dua benua Oryza fatua Koenig dan Oryza sativa L berasal dari benua Asia, sedangkan jenis padi lainya yaitu Oryza stapfii Roschev dan Oryza glaberima Steund berasal dari Afrika barat.

Padi yang ada sekarang ini merupakan persilangan antara Oryza officinalis dan Oryza sativa f spontania. Di Indonesia pada mulanya tanaman padi diusahakan didaerah tanah kering dengan sistim ladang, akhirnya orang berusaha memantapkan basil usahanya dengan cara mengairi daerah yang curah hujannya kurang. Tanaman padi yang dapat tumbuh dengan baik didaerah tropis ialah Indica, sedangkan Japonica banyak diusakan didaerah sub tropika.

Klasifikasi Tanaman Padi

Berdasarkan literatur Grist (1960), padi dalam sistematika tumbuhan diklasifikasikan kedalam
Kingdom Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisio: Spermatophyta (Tumbuhan penghasil biji)
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Sub divisio: Angiospermae
Kelas: Monocotyledoneae,
Ordo: Poales,
Famili: Graminae
Genus: Oryza Linn
Species : Oryza sativa L.

Morfologi Tanaman Padi

Akar

Berdasarkan literatur Aak (1992) akar adalah bagian tanaman yang berfungsi menyerap air dan zat makanan dari dalam tanah, kemudian diangkut ke bagian atas tanaman. Akar tanaman padi dapat dibedakan atas :

Radikula; akar yang tumbuh pada saat benih berkecambah. Pada benih yang sedang berkecambah timbul calon akar dan batang. Calon akar mengalami pertumbuhan ke arah bawah sehingga terbentuk akar tunggang, sedangkan calon batang akan tumbuh ke atas sehingga terbentuk batang dan daun.
Akar serabut (akaradventif); setelah 5-6 hari terbentuk akar tunggang, akar serabut akan tumbuh.
Akar rambut ; merupakan bagian akar yang keluar dari akar tunggang dan akar serabut. Akar ini merupakan saluran pada kulit akar yang berada diluar, dan ini penting dalam pengisapan air maupun zat-zat makanan. Akar rambut biasanya berumur pendek sedangkan bentuk dan panjangnya sama dengan akar serabut.
Akar tajuk (crown roots) ;adalah akar yang tumbuh dari ruas batang terendah. Akar tajuk ini dibedakan lagi berdasarkan letak kedalaman akar di tanah yaitu akar yang dangkal dan akar yang dalam. Apabila kandungan udara di dalam tanah rendah,maka akar-akar dangkal mudah berkembang.

Bagian akar yang telah dewasa (lebih tua) dan telah mengalami perkembangan akan berwarna coklat, sedangkan akar yangbaru atau bagian akar yangmasih muda berwarna putih.

Batang

Padi termasuk golongan tumbuhan Graminae dengan batang yang tersusun dari beberapa ruas. Ruas-ruas itu merupakan bubung kosong. Pada kedua ujung bubung kosong itu bubungnya ditutup oleh buku. Panjangnya ruas tidak sama. Ruas yang terpendek terdapat pada pangkal batang. Ruas yang kedua, ruas yang ketiga, dan seterusnya adalah lebih panjang daripada ruas yang didahuluinya. Pada buku bagian bawah dari ruas tumbuh daun pelepah yangmembalut ruas sampai buku bagian atas.Tepat pada buku bagian atas ujumg dari daun pelepah memperlihatkan percabangan dimana cabang yang terpendek menjadi ligula (lidah) daun, dan bagian yamg terpanjang dan terbesar menjadi daun kelopak yang memiliki bagian auricle pada sebelah kiri dan kanan. Daun kelopak yang terpanjang dan membalut ruas yang paling atas dari batang disebut daunbendera. Tepat dimana daun pelepah teratas menjadi ligula dan daun bendera, di situlah timbul ruas yang menjadi bulir padi.

Pertumbuhan batang tanaman padi adalah merumpun, dimana terdapat satu batang tunggal/batang utama yang mempunyai 6 mata atau sukma, yaitu sukma 1, 3, 5 sebelah kanan dan sukma 2, 4, 6 sebelah kiri. Dari tiap-tiap sukma ini timbul tunas yang disebut tunasorde pertama.

Tunas orde pertama tumbuhnya didahului oleh tunas yang tumbuh dari sukma pertama, kemudian diikuti oleh sukma kedua, disusul oleh tunas yang timbul dari sukma ketiga dan seterusnya sampai kepad apembentukan tunas terakhir yang keenam pada batang tunggal.Tunas-tunas yang timbul dari tunas orde pertama disebu ttunas orde kedua. Biasanya dari tunas-tunas orde pertama ini yang menghasilkan tunas-tunas orde kedua ialah tunas orde pertama yang terbawah sekali pada batang tunggal/ utama. Pembentukan tunas dari orde ketiga pada umunya tidak terjadi,oleh karena tunas-tunas dari orde ketiga tidak mempunyai ruang hidup dalam kesesakan dengan tunas-tunas dari orde pertama dan kedua.

Daun

Padi termasuk tanaman jenis rumput-rumputan mempunyai daun yang berbeda-beda, baik bentuk, susunan, atau bagian bagiannya. Ciri khas daun padi adalah adanya sisik dan telinga daun. Hal inilah yang menyebabkan daun padi dapat dibedakan dari jenis rumput yang lain. Adapun bagian-bagian daun padi adalah :
- Helaian daun ; terletak pada batang padi dan selalu ada. Bentuknya memanjang seperti pita. Panjang dan lebar helaian daun tergantung varietas padi yang bersangkutan.
- Pelepah daun (upih) ;merupakan bagian daun yang menyelubungi batang, pelepah daun ini berfungsi memberi dukungan pada bagian ruas yang jaringannya lunak, dan hal ini selalu terjadi.
- Lidah daun ; lidah daun terletak pada perbatasan antara helai daun dan upih. Panjang lidah daun berbeda-beda, tergantung pada varietas padi. Lidah daun duduknya melekat pada batang. Fungsi lidah daun adalah mencegah masuknya air hujan diantara batang dan - pelepah daun (upih). Disamping itu lidah daun juga mencegah infeksi penyakit, sebab media air memudahkan penyebaran penyakit.

Daun yang muncul pada saat terjadi perkecambahan dinamakan coleoptile. Koleopti lkeluar dari benih yang disebar dan akan memanjang terus sampai permukaan air. koleoptil baru membuka, kemudian diikuti keluarnya daun pertama, daun kedua dan seterusnya hingga mencapai puncak yang disebut daun bendera, sedangkan daun terpanjang biasanya pada daun ketiga. Daun bendera merupakan daun yang lebih pendek daripada daun-daun di bawahnya, namun lebih lebar dari pada daun sebelumnya. Daun bendera ini terletak di bawah malai padi. Daun padi mula-mula berupa tunas yang kemudian berkembang menjadi daun. Daun pertama pada batang keluar bersamaan dengan timbulnya tunas (calon daun) berikutnya. Pertumbuhan daun yang satu dengan daun berikutnya (daun baru) mempunyai selang waktu 7 hari,dan 7 hari berikutnya akan muncul daun baru lainnya.

Bunga

Sekumpulan bunga padi (spikelet) yang keluar dari buku paling atas dinamakan malai. Bulir-bulir padi terletak pada cabang pertama dan cabang kedua, sedangkan sumbu utama malai adalah ruas buku yang terakhir pada batang. Panjang malai tergantung pada varietas padi yang ditanam dancara bercocok tanam. Dari sumbu utama pada ruas buku148yang terakhir inilah biasanya panjang malai (rangkaian bunga) diukur. Panjang malai dapat dibedakan menjadi 3 ukuran yaitu malai pendek (kurang dari 20 cm), malai sedang (antara 20-30 cm), dan malai panjang (lebih dari 30cm). Jumlah cabang pada setiap malai berkisar antara 15-20 buah, yang paling rendah 7 buah cabang, dan yang terbanyak dapat mencapai 30 buah cabang. Jumlah cabang ini akan mempengaruhi besarnya rendemen tanaman padi varietas baru, setiap malai bisa mencapai100-120 bunga (Aak, 1992).

Bunga padi adalah bunga telanjang artinya mempunyai perhiasan bunga. Berkelamin dua jenis dengan bakal buah yang diatas. Jumlah benang sari ada 6 buah, tangkai sarinya pendek dan tipis, kepala sari besar serta mempunyai dua kandung serbuk. Putik mempunyai dua tangkai putik, dengan dua buah kepala putik yang berbentuk malai dengan warna pada umumnya putih atau ungu (DepartemenPertanian, 1983).

Komponen-komponen (bagian) bunga padi adalah:
- kepala sari
- tangkai sari,
- palea (belahan yang besar),
- lemma (belahan yang kecil),
- kepala putik,
- tangkai bunga.

Buah

Buah padi yang sehari-hari kita sebut biji padi atau butir/gabah,sebenarnya bukan biji melainkan buah padi yang tertutup oleh lemma dan palea. Buah ini terjadi setelah selesai penyerbukkan dan pembuahan. Lemma dan palea serta bagian lain yang membentuk sekam atau kulit gabah (Departemen Pertanian, 1983).

Jika bunga padi telah dewasa, kedua belahan kembang mahkota (palea dan lemmanya) yang semula bersatu akan membuka dengan sendirinya sedemikian rupa sehingga antara lemma dan palea terjadi siku/sudut sebesar 30-600. Membukanya kedua belahan kembang mahkota itu terjadi pada umumnya pada hari-hari cerah antara jam 10-12, dimana suhu kira-kira 30-320C. Di dalam dua daun mahkota palea dan lemma itu terdapat bagian dalam dari bunga padi yang terdiri dari bakal buah (biasa disebut karyiopsis).

Jika buah padi telah masak, kedua belahan daun mahkota bunga itulah yang menjadi pembungkus berasnya (sekam). Diatas karyiopsis terdapat dua kepala putik yang dipikul oleh masing-masing tangkainya. Lodicula yang berjumlah dua buah, sebenarnya merupakan daun mahkota yang telah berubah bentuk. Pada waktu padi hendak berbunga, lodicula menjad imengembang karena menghisap cairan dari bakal buah. Pengembangan ini mendorong lemma dan palea terpisah dan terbuka.

Hal ini memungkinkan benang sari yang memanjang keluar dari bagian atas atau dari samping bunga yang terbuka tadi. Terbukanya bunga diikuti dengan pecahnya kandung serbuk, yang kemudian menumpahkan tepung sarinya. Sesudah tepung sarinya ditumpahkan dari kandung serbuk maka lemma dan palea menutup kembali. Dengan berpindahnya tepung sari dari kepala putik maka selesailah sudah proses penyerbukkan. Kemudian terjadilah pembulaian yang menghasilkan lembaga danendosperm. Endosperm adalah  penting sebagai sumbercadangan makanan bagitanaman yang baru tumbuh

Penjelasan diatas adalah deskripsi singkat tentang klasifikasi tanaman padi, mudah-mudahan bisa diambil manfaatnya.

Keunggulan Tanaman Bambu Si "Emas Hijau" Dari Nusantara

Posted by Cara & Teknik 0 komentar
Tanaman Bambu merupakan jenis rumput-rumputan dengan rongga dan ruas di batangnya. Bambu memiliki banyak tipe. Nama lain dari bambu adalah buluh, aur, dan eru. Di dunia ini bambu merupakan salah satu tanaman dengan pertumbuhan paling cepat karena memiliki sistem rhizoma-dependen unik, (Wikipedia). Beberapa keunggulan bambu :

1. Mudah ditanam dan tidak memerlukan pemeliharaan khusus.
Untuk melakukan budidaya bambu, tidak diperlukan investasi yang besar, setelah tanaman sudah mantap, hasilnya dapat diperoleh secara menerus tanpa menanam lagi.


Secara fisik memiliki kelebihan yaitu serat panjang dan rapat, lentur tidak mudah patah, dinding keras dan sebagainya. Kecepatan pertumbuhan bambu dalam menyelesaikan masa pertumbuhan vegetatifnya merupakan tercepat dan tidak ada tanaman lain yang sanggup menyamainya. Dari beberapa hasil penelitian, kecepatan pertumbuhan vegetatif bambu dalam 24 jam berkisar 30 cm – 120 cm per 24 jam, tergantung dari jenisnya. Sebuah keajaiban pertumbuhan yang tidak dapat ditemukan pada tanaman lain.

Budidaya bambu dapat dilakukan sembarang orang, dengan peralatan sederhana dan tidak memerlukan bekal pengetahuan yang tinggi.

Keunikan bambu lainnya adalah memiliki ketahanan yang luar biasa, Sebagai contoh : rumpun bambu yang telah dibakar, masih dapat tumbuh lagi, bahkan pada saat Hiroshima dijatuhi bom atom sampai rata dengan tanah, bambu adalah satu-satunya jenis tanaman yang masih bertahan hidup.

Jenis-Jenis Bambu

Di Indonesia terdapat lebih kurang 125 jenis bambu. Ada yang masih tumbuh liar dan belum jelas kegunaannya. Beberapa jenis tanaman bambu tertentu mempunyai manfaat atau nilai ekonomis tinggi seperti : bambu apus, bambu ater, bambu andong, bambu betung, bambu kuning, bambu hitam, bambu talang, bambu tutul, bambu cendani, bambu cangkoreh, bambu perling, bambu tamiang, bambu loleba, bambu batu, bambu belangke, bambu sian, jepang, bambu gendang, bambu tali dan bambu pagar (Berlian dan Rahayu, 1995).Ada juga bambu air dan bambu hias.

Saat ini Kementerian Kehutanan terus berusaha menggalakkan dan mengembangkan lima jenis prioritas Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK), salah satunya adalah bambu. Selain karena memiliki prospek yang sangat menjanjikan serta terbatasnya jumlah hasil kayu saat ini, bambu merupakan alternatif pengganti kayu yang paling ideal saat ini sebagai bahan bangunan maupun mebel.

Kebutuhan akan kayu untuk perumahan dan mebel semakin meningkat seiring dengan perkembangan jumlah penduduk di Indonesia. Ditambah dengan illegal loging, telah menyebabkan kerusakan hutan di Indonesia saat ini semakin mengkhawatirkan. Oleh karena itu, untuk mengembalikan fungsi hutan sebagai salah satu komponen lingkungan hidup yang terjamin kelestariannya, maka langkah yang perlu dilakukan adalah menghentikan penebangan kayu hutan dan melakukan reboisasi sampai hutan kembali sehat dan mencapai keseimbangan. Dalam hal ini, tentunya terlebih dahulu perlu dicari bahan lain untuk menggantikan kayu sebagai bahan bangunan maupun mebel.

Apabila melihat kondisi saat ini, bambu merupakan tanaman yang tidak asing lagi untuk masyarakat Indonesia karena tanaman ini sudah tersebar di seluruh wilayah nusantara ini. Akan tetapi, banyaknya keunggulan, manfaat dan nilai ekonomi yang diperoleh dari tanaman ini mulai dari bagian akarnya, batangnya, rebungnya, bahkan daunnya sekalipun ternyata belum diketahui sepenuhnya oleh masyarakat.

Berdasarkan hal tersebut, minimal perlu adanya sosialisasi atau transfer informasi kepada masyarakat luas agar dapat lebih mengenal tanaman bambu ini sehingga diharapkan bambu dapat dilestarikan, dibudidayakan serta dapat dijadikan sumber penghasilan bagi masyarakat.

Perbanyakan Pada Tanaman Dengan Cangkok, Okulasi Dan Kopulasi

Posted by Cara & Teknik Tuesday, November 4, 2014 0 komentar
Tanaman yang ada di sekitar kita sebenarnya bisa direkayasa agar meberikan hasil yang lebih banyak, lebih kuat atau bahkan mendapatkan varian baru.

Kali ini saya akan sedikit berbagi tentang teknik-teknik rekayasa yang sebenarnya sudah umum di lakukan oleh masyarakat kita, siapa tahu bisa meng-inspirasi pengunjung untuk melakukannya; bukankah berarti menambah nilai manfaat ?
Ada 3 tips yang akan saya paparkan, yaitu :

► Mencangkok

Dahan dibungkus tanah dan diikat sabut
Adalah memperbanyak tanaman atau membuat bibit tanaman baru dari suatu pokok tanaman yang telah ada. Tanaman -tanaman yang dapat dicangkok misalnya pohon jambu, rambutan, jeruk, mangga dll.

Tahapan Mencangkok:

  • Objek cangkok adalah bagian cabang (dahan); pilih yang berumur sedang (tidak terlalu tua atau terlalu muda), pilih yang berdiameter kira-kira 3 cm.
  • Keratlah bagian pangkal dahan sepanjang 5 cm lalu kulitnya dikupas.
  • Bersihkan lendir yang membasahi batang yang telah dikupas sampai kering dan biarkan selama 1 jam.
  • Balutlah batang yang telah dikupas dengan tanah lalu dibungkus dengan sabut dari luar, ikat kedua ujungnya baik-baik.
  • Sirami cangkokan setiap hari, terutama jika tidak turun hujan.
  • Jika cangkokan sudah tumbuh akar artinya proses pencangkokan berhasil; potonglah cangkokan dengan hati-hati agar tidak merusak akarnya.
  • Pindahkan/tanam hasil cangkokan ke tempat baru yang disediakan.

► Okulasi (Menempel):

okulasi adalah memindahkan tunas (entres) dari batang suatu tanaman ke batang tanaman lain yang sejenis.

Tahapan Okulasi :

  • Batang yang dapat diokulasi ialah batang yang telah berdiameter 5 - 6 cm. tunas yang dipindahkan diambil dari pohon yang telah terbukti berbuah dan banyak buahnya; tunas diambil dari dahan (cabang).
  • Kulit yang bertunas disayat dari pohonnya kira-kira 4 - 5 cm.
  • Sayat kulit pohon yang diokulasi setinggi 30 cm dari tanah dengan ukuran yang sama dengan tunas tadi.
  • Tempelkan tunas dengan baik lalu dibungkus dengan kain yang bersih yang telah dicelupkan dalam lilin.
  • Setelah seminggu bukalah kain, jika tunas telah melekat dan berwarna hijau itu tandanya proses okulasi berhasil.
  • Setelah okulasi berumur 15 hari, batang di atas tunas dipotong dan bekas potongan dicat.

► Kopulasi (Menyambung):

Adalah proses rekayasa agar benih-benih tanaman yang dihasilkan mempunyai sifat-sifat yang sama seperti induknya.
Model menyambung ini banyak dilakukan orang di kebun buah-buahan, tujuannya sama dengan menempel (okulasi), untuk melestarikan sifat induk. Terkadang Benih yang didapat dari biji-biji hasil semaian belum tentu mempunyai sifat yang sama dengan induknya, terutama untuk tanaman hasil perkawinan (tanaman ternyata juga kawin).

Tahapan Kopulasi :

  • Pada saat benih telah tumbuh, misalnya batang telah sebesar jari, potonglah kira-kira 1 dm dari tanah.
  • Carilah ranting tanaman yang baik sifatnya dan besarnya sama dengan batang benih itu.
  • Potonglah pangkal ranting tanaman itu sedemikian rupa hingga bisa disambung dengan pas pada batang benih.

Selamat mencoba.

Cara Alami Membuat Perangsang Akar, Bunga & Daun

Posted by Cara & Teknik Friday, October 24, 2014 0 komentar

PERANGSANG AKAR


► Bahan-bahan untuk membuat pupuk cair perangsang akar, adalah :

1. bonggol pisang/rebung bambu 10 kg
2. air leri 2 liter
3. air kelapa 2 liter
4. tetes tebu/gula/berenuk/maja 20% dari total bahan

► Cara Pembuatan :

  1. Bonggol pisang (Ambil pisang yang belum berbuah)/rebung bambu muda di tumbuk sampai halus kemudian campurkan air kelapa, air leri dan tetes tebu di aduk sampai rata.
  2. Masukkan campuran tadi ke dalam derigen (system aerob) pada tutup botol di beri lobang untuk memasukkan selang sebagai proses aerobnya. Ujung selang yang satu masuk pada derigen yang berisi pupuk cair dan satu ujungnya masuk ke botol yang berisi air.
  3. Proses di biarkan selama 2 minggu.
  4. Ciri-ciri pupuk cair jadi yaitu : bau pupuk cair mendekati bau tape, atau agak kecut, bukan bau yang kurang sedap. Jika yang muncul bau kurang sedap berarti ada proses yang bocor pada saat pembuatan.

► Manfaat dan Fungsi air kelapa :

Selain kaya mineral, air kelapa juga mengandung gula antara 1,7 sampai 2,6 % dan protein 0,07 hingga 0,55 %. Mineral lainnya antara lain natrium (Na), kalsium (Ca), magnesium (Mg), ferum (Fe), cuprum (Cu), fosfor (P) dan sulfur (S). Disamping kaya mineral, air kelapa juga mengandung berbagai macam vitamin seperti asam sitrat, asam nikotinat, asam pantotenal, asam folat, niacin, riboflavin, dan thiamin. Terdapat pula 2 hormon alami yaitu auksin dan sitokinin sebagai pendukung pembelahan sel embrio kelapa.

Penelitian di National Institute of Molecular Biology and Biotechnology (BIOTECH) di UP Los BaƱos mengungkapkan bahwa dari air kelapa dapat diekstrak hormon yang kemudian dibuat suatu produk suplemen disebut cocogro. Hasil penlitian menunjukkan bahwa produk hormon dari air kelapa ini mampu meningkatkan hasil kedelai hingga 64 %, kacang tanah hingga 15 % dan sayuran hingga 20-30 %. Dengan kandungan unsur kalium yang cukup tinggi, air kelapa dapat merangsang pembungaan pada anggrek seperti dendrobium dan phalaenopsis.

► Manfaat air cucian beras :

"Air cucian beras memiliki kandungan nutrisi yang melimpah di antaranya karbohidrat berupa pati sebesar 85-90 persen, protein glutein, selulosa, hemiselulosa, gula, dan vitamin yang tinggi," ujar Yayu.

Percepatan pertumbuhan bakteri P. fluorescens pada formula air cucian beras dapat ditambahkan ekstrak tempe dan gula.

PERANGSANG BUNGA

Untuk pupuk cair perangsang bunga dan buah, kami menggunakan formulasi sebagai berikut :

Larutan A
1. Serabut kelapa 2 kg
2. 2. Air 10 liter

► Cara Pembuatan :

Serabut kelapa di tumbuk bagian belakangnya yang bertujuan untuk memudahkan proses penyerapan air kemudian masukkan kedalam wadah (drum plastik) lalu di berikan air setelah itu di tutup biarkan selama 2 minggu, pasca 2 minggu air akan berubah berwarna merah kecoklat-coklatan, air di saring kemudian di gunakan untuk penyemprotan tanaman ( semua tanaman), karena larutan ini sangat bagus untuk memperkuat batang tanaman dan meransang pertumbuhan bunga

Larutan B
1. Buah-buahan yang busuk
2. Air Cucian beras
3. Air kelapa

► Cara Pembuatan :

Buah-buahan di hancurkan kemudian di campur dengan air cucian beras dan air kelapa di masukkan dalam derigen dengan sistem aerob di biarkan selama 15 hari. Setelah 15 hari larutan di saring dan endapan sebaiknya di buang di bawah pohon sebagai pupuk sedangkan airnya untuk penyemprotan.

Larutan B ini sangat baik untuk merangsang pertumbuhan bunga dan buah.

► Aplikasi di lahan :

Campurkan larutan A dan larutan B, hasil campuran tersebut di sebut sebagai larutan induk yang kemudian di campur lagi dengan air biasa, perbandingan bisa di upayakan sendiri dengan melakukan uji coba di lahan masing-masing, karena apa yang kami di terapkan di Ngawi tentunya akan berbeda jika di terapkan di daerah lain, sebagai gambaran kombinasi larutan yang kami gunakan setiap 10 cc/liter air.

► Waktu Penyemprotan :

  • Penyemprotan untuk pemupukan ini efektifnya pagi antara jam 07.00 - 11.00
  • Penyemprotan yang baik adalah berbentuk kabut

PERANGSANG TUMBUH

Untuk pupuk cair perangsang tumbuh dapat di ambil dari tanaman muda/tunas karena hormon tumbuh masih cukup tinggi. Untuk bahan-bahan yang bisa di gunakan untuk membuat perangsang tumbuh, di antaranya adalah :
1. Tanaman semanggi, pupus melon, azola, pucuk kangkung = 10 kg
2. Air kelapa = 2 - 5 liter
3. air leri = 2 - 5 liter
4. Tetes tebu/buah maja/gula 20% dari larutan

► Cara pembuatan :

  • tanaman semanggi, Azola mulai dari akar, daun dan cabang di tumbuk bersamaan dengan pupus melon setelah benar-benar halus campurkan air kelapa, tetes dan air leri/cucian beras. Setelah semuanya tercampur masukkan ke dalam derigen dengan model aerob selama 14 hari.
  • pasca 14 hari campuran di saring kemudian bisa di gunakan.
  • catatan : saringan kasar dapat di taruh di bawah tanaman atau di sebar di lahan sebagai kompos (sekalipun kandungan utamanya sudah berkurang)

► Aplikasi :

  • Sangat baik di gunakan untuk tanaman bunga atau tanaman daun lainnya.
  • Sedangkan untuk aplikasi pada tanaman berbuah seperti padi, kacang, buah-buahan, kedelai, dll dapat di aplikasikan pada awal tanam sebelum tumbuh bunga.
  • Dosis antara 5-10 cc/liter air

► Keterangan :

Jika bahan-bahan no. 1 tidak ada dapat di ganti dengan tanaman lain yang pertumbuhan (liar) bagus dan bagian yang di ambil adalah pupus/pucuk/tunasnya.

Cara Mudah Perbanyakan Tanaman Sirih

Posted by Cara & Teknik Sunday, October 19, 2014 0 komentar
Secara alami, Sirih menyukai tempat ternaung. Seperti di bawah pohon di hutan. Tumbuh subur di tempat yang berhawa sejuk. Untuk sinar matahari sirih merah butuh 60 – 75 persen cahaya matahari. Di tempat teduh, daunnya akan melebar, warna merah yang cantik akan segera terlihat bila daunnya dibalik. Batangnya pun tumbuh gemuk. Bila terkena banyak sinar matahari, batangnya cepat mengering. Sebaliknya bila terlalu banyak kena air akar dan batangnya akan membusuk.

Jika kebanyakan air, tanaman akan mati. Kena panas terus pun akan mati juga. Artinya, jika di pot tidak boleh langsung kena matahari. Sangat baik jika menggunakan paranet sehingga tak langsung kena hujan.

Musuh utama tanaman sirih adalah keong, bekicot kecil, dan semut. Kalau daunnya akan dipakai obat, hendaknya jangan menggunakan pestisida untuk menghalau hama.

Budidaya sirih bisa dilakukan lewat pembibitan atau perbanyakan. Untuk perbanyakan bisa dilakukan bila tanaman sirih merah sudah mulai menjalar atau berkembang pesat. Berikut kami jelaskan cara perbanyakan tanaman sirih:

► Steck

Bagi Anda yang ingin mencoba menanam sirih merah, cobalah dengan cara stek. Cara ini adalah yang paling mudah bagi pemula. Caranya:
  1. Sediakan media tanam stek berupa tanah, pasir, dan kompos. Perbandingannya tanah, pasir dan kompos dengan perbandingan 3:1:3. Masukkan ke dalam polybag berdiameter 10 cm yang bagian bawahnya sudah dilubangi, atau menggunakan bekas botol aqua gelas
  2. Pilih batang sirih merah yang sudah tua.
  3. Potong batang sirih kira-kira dua ruas. Jangan asal potong. Sebaiknya batang yang diplih sudah memiliki 2 -3 lembar daun.
  4. Rendam potongan batang ini ke dalam air biasa kira-kira 15 menit lalu angkat.
  5. Masukkan setek ke dalam media tanam yang sudah disediakan.
  6. Letakkan setek yang sudah ditanam di tempat teduh. Sinar matahari kira-kira 60 persen saja.

► Runduk

Pilih batang sirih yang sudah panjang, kemudian cukup letakan di tanah atau di media yang telah kita siapkan. Setelah beberapa minggu, akar akan tumbuh, dan batang sirih siap di potong.

► Steck Air.

Cara ini paling mudah. Cukup potong batang sirih, kemudian batangnya di rendam di air sampai akarnya keluar. Tapi cukup batangnya saja yang di rendam, jangan dengan daun sirihnya. Bisa kita masukan di botol bekas air mineral.

Cara Budidaya Tanaman Sirih/ Suruh

Posted by Cara & Teknik 0 komentar
Tidak semua orang tahu cara menanam sirih (Piper betle) atau sebutan lain seperti Sireh, Suruh, padahal suruh sangat dikenal luas dan populer sebagai tanaman yang banyak mempunyai khasiat obat dan memiliki manfaat terhadap kesehatan. Daun sirih telah digunakan sejak zaman nenek moyang kita terdahulu baik sebagai obat ataupun untuk dikomsumsi rutin setiap hari (dibeberapa daerah dikenal dengan kebiasaan " nyirih ").

Tanaman ini tumbuh memanjat, tinggi 5-15 m, helaian daun berbentuk bulat telur.Bunga bentuk bulir di ujung cabang, panjang bulir 2,5-6 cm, biji membentuk lingkaran.

Ada 4 macam sirih, yaitu sirih berdaun hijau tua dengan rasa pedas merangsang, sirih berdaun kuning, sirih kaki merpati, daun berwarna kuning dengan tulang daun berwarna merah, dan sirih hitam yang ditanam khusus untuk obat.

Sirih tersebar di Indonesia dalam skala yang tidak terlalu luas, tumbuh di ketinggian sampai 300 m dpl.Tumbuh liar di hutan jati dan hutan hujan.

► Cara Budi daya Tanaman Suruh:

Perbanyakan tanaman menggunakan sulur.Turus diambil dari sulur di bagian ujung atas sepanjang 40-50 cm.Untuk pertumbuhannya, sirih memerlukan sandaran pohon hidup, seprti dadap, kapuk randu, kelor, waru atau gamal.

Pohon sandaran ditanam pada musim hujan sebelum menanam sirih, dengan jarak 1,5 m.Tiap dua baris dibuat selokan atau parit untuk mengalirkan air karena sirih tidak tahan terhadap tanah yang terlalu basah.Selokan digunakan juga untuk mengairi sirih di musim kemarau.Bila sandaran sudah berakar baik, pada permulaan musim hujan dibuat lubang di sekitar sandaran.

Turus ditanam sepanjang dua buku dan sisanya diikatkan pada tiang sandaran.Cara lain ialah dengan memotong sulur panjang yang sudah dewasa pada pangkalnya, daun dihilangkan kemudian sulur dibagi 3 atau 4 bagian dan ditanam secara mendatar.Setelah turusberakar, cukup tiga sulur saja yang dibiarkan tumbuh dan dipanjatkan diatas.

Pemeliharaan yang baik menyebabkan sirih akan bertahan selama bertahun-tahun dengan tetap memberikan hasil yang baik.Dari ketiak daun akan tumbuh cabang dan ranting yang menggantung, bagian itulah yang akan dipanen.

Bila tanaman telah terkena cahaya matahari, warna akan berubah menjadi kuning kehijauan dan bila dikunyah terasa lebih pedas.

Sirih yang tumbuh ditempat teduh, daunnya berbentuk panjang, lemas, berwarna hijau segar, dan tidak begitu pedas.Di samping cahaya matahari, macam pupuk juga mempengaruhi rasa daun.Dianjurkan menggunakan pupuk kotoran ayam yang sifatnya dingin dan daun yang dihasilkan berwarna kuning muda.Jika digunakan pupuk kotoran kuda, sapi, atau kerbau, daunnya berwarna kuning tua.

Bila tanaman telah berumur satu tahun, dapat mulai dipanen, produksi tertinggi akan diperoleh bila sirih telah mencapai ujung sandaran.Yang dipanen adalah daun yang berasal dari sulur yang menggantung sebanyak 3 atau 4 ruas.Panen dilakukan pagi sekali, ketika daun masih segar.

Sulur yang telah dipanen diikat dan dikemas dalam keranjang atau dengan memetik daun dari sulur kemudian tiap 25 lembar diikat menjadi satu.Untuk dikirim kedaerah lain, daun dibungkus dengan daun atau pelepah pisang.

► Khasiat Daun Sirih

  1. Obat jerawat : tumbuk 10 lbr daun sirih hingga halus, Seduh dengan dua gls air panas. Setelah dingin, gunakan air seduhan tersebut untuk mencuci muka. Lakukan sehari 2 sampai 3 kali.
  2. Mengobati diare : 6 lbr daun sirih, 6 biji lada, 1 sdm minyak kelapa. Tumbuk semua bahan sampai halus, gunakan sebagai obat gosok pada bagian perut.
  3. Mengurangi air ASI berlebih : ambil daun sirih secukupnya, lalu olesi dengan minyak kelapa, panaskan diatas api sampai layu, hangat-hangat tempelkan diseputar payudara yang bengkak.
  4. Mengatasi mata merah dan gatal : rebus 6 lbr daun sirih menggunakan 1 gls air hingga mendidih. Setelah air rebusan dingin, gunakan untuk mencuci mata. Lakukan 3x sehari sampai mata anda sembuh.
  5. Mengobati pendarahan pada hidung / mimisan : 1 lbr daun sirih agak muda dilumatkan , gulung sambil ditekan sehingga keluar minyaknya. Gunakan untuk menyumbat hidung.
  6. Sebagai obat batuk : Rebus 15 lembar daun sirih dengan tiga gelas air sampai tersisa ¾ air. Minum air rebusan tersebut dengan menambahkan satu sendok madu. Lakukan hingga batuk hilang.
  7. Sebagai obat bronchitis : daun sirih sebanyak 7 lbr, gula batu satu potong direbus dengan 2 gelas air sampai tersisa satu gelas. Minum 1/3 gelas dengan aturan 3 x sehari.
  8. Obat luka bakar : peras daun sirih secukupnya, tambahkan madu sedikit, lalu bubuhkan pada bagian kulit tubuh yang luka akibat terbakar.
  9. Menghilangkan bau badan : rebus 5 lembar daun sirih dengan 2 gls air sampai menjadi 1 gls, minum secara rutin tiap hari.
  10. Mengobati bisul : Cuci daun sirih secukupnya, giling hingga halus, lalu bubuhkan pada bisul dan sekelilingnya. Kemudian dibalut. Lakukan 2x sehari.
  11. Menghilangkan aroma kurang sedap pada mulut : 4 lembar daun sirih,diseduh air panas, tunggu sekitar 1 jam. Gunakan sebagai obat kumur.
  12. Mengobati sariawan : 2 lembar daun sirih segar dicuci, lalu kunyah sampai lumat oleh mulut anda. Buang ampasnya.
  13. Mengobati keputihan : Rebus 10 lbr daun sirih menggunakan 2,5 ltr air, angkat, lalu pada kondisi air hangat gunakan untuk mencuci bagian kemaluan.