“ Tak ada seorang Muslim yang menanam pohon atau menanam tanaman, lalu burung memakannya atau manusia atau hewan, kecuali ia akan mendapatkan sedekah karenanya. ” [HR. Al-Bukhoriy dlm Kitab AL-Muzaro'ah (2320), & Muslim dlm Kitab Al-Musaqoh (3950)]

Rasulullah SAW bersabda, "Tidak menanam seseorang sepucuk tanaman kecuali Allah SWT menuliskan untuknya pahala sebanyak buah yang dihasilkan oleh tanaman tersebut." Kanz al-'Ummal, jil. 3, hal. 892.

Cara Membuat Bibit Pepaya Sendiri

Posted by Cara & Teknik Sunday, December 8, 2013 0 komentar
Perbanyakan pohon pepaya dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti dengan cara sambung, cangkok, atau dengan biji. Namun dengan cara sambung dan cangkok jarang dilakukan orang karena dirasakan sangat sulit. Cara yang paling mudah untuk perbanyakan adalah dengan biji, ini menjadi alternatif untuk mengembangbiakan tanaman pepaya yang banyak dilakukan para petani pepaya saat ini.

Penyiapan Bibit Pepaya
Saat ini bibit pepaya sangat mudah didapat di toko-toko benih pepaya, namun demikian ini masih harus dibuktikan terlebih dahulu. Apakah bisa beradaptasi dengan iklim setempat, mengingat sifat tanaman pepaya sangat peka terhadap pengaruh suhu dan kelembaban. Oleh karena itu para petani lebih senang membuatnya sendiri benih pepaya atau paling tidak untuk pemuliaan membeli bibit yang terpercaya hasil penangkaran di balai penangkaran.

Cara Penyiapan Bibit Pepaya
Bibit kita ambil dari pohon pepaya yang besifat unggul, produktif dan berkualitas serta dalam satu tahun berbuah pada dua kali musim terus menerus. Buah pepaya yang akan dijadikan benih pepaya adalah yang masak di pohon atau yang telah tua betul dan dalam keadaan baik dengan bentuk bulat panjang. Makin tua atau makin masak ini akan mempercepat perkecambahannya.

Biji yang akan dijadikan benih diambil dari 2/3 bagian buah, 1/3 bagian pangkal tidak digunakan. Sebaiknya sebelum di potong buah pepaya diguncang-gunjangkan terlebih dahulu dan biji yang rontok tidak dipakai.

Ambil biji-biji dari 2/3 bagian pepaya yang masih melekat pada buah dan letakkan biji pepaya pada wadah seperti waskom yang berisi air, Untuk mendapatkan benih yang baik, terhadap biji-biji ini masih perlu melakukan pemilihan kembali dengan memasukan biji pepaya kedalam wadah yang telah berisi air.

Di dalam wadah biji akan terlihat ada sebagian yang mengambang dan ada yang tenggelam. Maka kita lakukan pemisahan kembali, yang mengambang kita sisihkan atau dibuang karena tidak akan kita jadikan bibit. Terhadap yang tenggelam kita pindahkan ke sebuah wadah, inilah biji-biji pepaya yang nantinya kita akan jadikan benih.

Langkah selanjutnya biji-biji hasil pilihan tersebut di bersihkan dari lapisan yang lunak dan berwarna putih bening dengan membiarkan 2-3 di tempat yang teduh (jangan langsung terkena sinar matahari) lalu dicuci dengan air sampai bersih.

Penyimpanan Benih Pepaya
Apabila biji-biji tadi tidak digunakan langsung perlu disimpan atau diawetkan dengan baik dengan cara; setelah dicuci dan dikeringkan biji pepaya dicampur dengan abu dapur secukupnya lalu disimpan dalam botol berwarna gelap, atau kantong plastik dan masukan dalam kaleng yang tertutup rapat.

selamat mencoba, semoga melalui artikel ini anda dapat menyiapkan Bibit Pepaya/ Benih Pepaya anda sendiri.

Agar Pepaya Cepat Berbuah

Posted by Cara & Teknik 0 komentar
Cara menaman pepaya ingin berbuah lebat, cepat dan pendek 0.5 m sudah berbuah dan kokoh dari rebah, ini termasuk ilmu baru dan dalam teori pertanian belum di galakkan.

Kami sudah melakukan uji coba ini dan Alhamdulillah lebih baik dari yang tidak di pangkas/ di biarkan tumbuh terus dan cepat menjulang tinggi.

Tanaman pepaya pada usia sekitar 1 bulan atau ketinggian 40~50 cm di potong pupusnya, biar tumbuh tunas. Tunggu sekitar 10 hari tunas baru akan bermuculan. Sisakan satu tunas saja yang lurus & bagus.

Setelah itu batang pohon pepaya dipotong lagi sekitar 15 cm dari ketinggian batang yang telah dipotonh tadi. Tunggu 7 hari mulai seleksi tunas yang paling bagus di tinggal satu saja. Tunas Bermunculan Setelah di potong.

Foto diatas adalah Hasil Dari Pemangkasan Setelah Umur 3 bln

Cara ini bisa dipakai untuk pepaya jenis apa saja.
* Pepaya Bangkok
* Pepaya California
* Pepaya Orange Lady
* Pepaya Red Leady
* Pepaya Hawai

Sumber: http://agrobuah.wordpress.com

Cara Singkat Agar Mangga Cepat Berbuah

Posted by Cara & Teknik 0 komentar
Cara 1
Keluarkan Getah Pohon Mangga sebanyak-banyaknya dengan membuat Sayatan selebar 2cm melingkar pada batang pohon Mangga atau pohon buah lainnya, lakukan sayatan seperti kalau kita mau mencangkok, sehingga getahnya banyak yang keluar, SAYAT & KUPAS batang pohon tersebut selebar 2-3 cm melingkar diatas permukaan tanah 5cm.

DIJAMIN pasti lebat buahnya... TAPI INGAT!!!,
Mangga adalah buah musiman, jadi buat guratan melingkar pada batang pohon pada saat musim Mangga (saat ini anda bisa mencoba karena tepat musimnya bulan Juli Agustus ....cobalah segera ....... Insya'Allah dalam kurun waktu 2 (dua) minggu muncul bunganya sesuai pengalamanku yang tidak aku sengaja.

Setelah itu disekitar pohon tersebut dibuatkan kubangan melingkar diameter 1 Meter untuk menampung air, setelah dua hari timbun sayatan tersebut dengan tanah setelah getah sudah banyak yang keluar. dan jangan lupa dipupuk juga dengan pupuk organik or unorganik (pupuk kimia/NPK) atau jenis lainnya yang untuk bunga/bakal buah, bisa ditanyakan pada toko yang jualan pupuk disekitar rumah anda.

karena awal mulanya/tujuan utama saya waktu itu mau mencangkok pohon tersebut sebanyak 2 batang, seminggu kemudian batang yang mau saya cangkok batangnya tumbuh bunga, sedangkan batang lainnya tidak berbunga, nggak jadi dech dicangkok... akhirnya saya coba sayatan di batang paling bawah pada pohon tersebut sekitar 3-5 cm diatas permukaan tanah... WOW wow wow LUAR BIASA, setelah kurun waktu 2 (dua) minggu lamanya, LUAR BIASA SEKARANG BUNGANYA dan sudah menjadi bakal buah, padahal POHON MANGGA ini sudah EMPAT TAHUN lebih tidak pernah berbuah..... sejak TIGA TAHUN YANG LALU HANYA sekali saja berbuah ... Alhamdullilah sekarang mulai berbunga dan akan berbuah kembali.

Cara 2
Kira-kira 3-5cm dari permukaan tanah, batang utama dibor dengan diameter sebesar pensil. INGAT..... , bor ini sampai tembus ya, kemudian diisi dengan kayu atau pensil kayu. atau sayatan bambu dibentuk bulat panjang.

Pada prinsipnya ini sama dengan membuat guratan tadi, tapi lebih effisien, karena cairan akan keluar dari tekanan akar yang lebih daripada guratan. Ini menstimulasi kembang / bunga.

Cara Memperbesar & Memperbanyak Umbi Bawang Merah

Posted by Cara & Teknik Friday, October 25, 2013 0 komentar
Bila kita melihat proses serta mekanisme pembentukan umbi bawang merah, ada dua unsur penting yang harus kita perhatikan yaitu :

1. Nitrogen
Nitrogen merupakan unsur esensial yang sangat dibutuhkan tanaman terutama untuk perkembangan daun, meningkatkan warna hijau daun serta pembentukan cabang.

2. Kalium.
Sedangkan Kalium atau Potassium berfungsi dalam pembentukan gula dan pati sintesis protein, katalis bagi reaksi enzimatis, penetral asam organik serta berperan dalam pertumbuhan jaringan meristem.

Pemberian kedua unsur tersebut secara tepat sangat membantu proses pembentukan umbi bawang merah.

Potasium nitrat Grand-K adalah salah satu jenis pupuk majemuk yang memiliki kedua unsur tersebut secara tepat. Potasium nitrat penggunaannya dalam pertanian lebih dikenal sebagai kalium nitrat atau biasa disingkat dengan rumus KNO3. Grand-K merupakan pupuk majemuk yang memiliki keunggulan dibandingkan pupuk lainnya. Dimana dengan Grand - K kandungan K2O yang siap diserap tanaman sangat tinggi yaitu 46 persen.

Selain kandungannya yang tinggi, ternyata sifat penting yang dimiliki oleh KNO3 Grand-K adalah tingkat kelarutannya dalam air yang sangat tinggi sehingga jumlah ion-ion K+ dan NO3- yang dilepaskan banyak tersedia bagi tanaman. Pupuk Majemuk Potasium Nitrat Grand-K sebenarnya tidak hanya bagus untuk bawang merah saja namun juga dapat digunakan pada tanaman lain seperti padi, tomat, melon, semangka, jagung dan lain sebagainya.

Lengkap Kandungan dan Unsurnya

Untuk bisa tumbuh berkembang dan berproduksi maksimal, setiap tanaman sangat membutuhkan ketersediaan unsur hara yang mencukupi, tidak terkecuali tanaman bawang merah. Unsur hara yang dibutuhkan pada umumnya terdiri dari 9 unsur hara makro dan 7 unsur hara mikro. Unsur-unsur itulah yang mutlak harus tersedia disamping faktor-faktor lingkungan lain yang mendukung.

Hal ini dapat terpenuhi oleh pupuk KNO3 Grand-K karena selain mengandung hara makro (N=13%, P2O5=0,03%, K=46% dan Ca= 44 ppm) juga mengandung unsur hara mikro seperti Mg 0,05 persen, Na 0,60 persen, Zn 3 ppm, Cu 2 ppm dan Fe 0,04 ppm. Dengan demikian, pupuk majemuk Grand-K cukup lengkap unsur haranya baik yang berupa hara makro maupun hara mikro.

Bila dibandingkan dengan pupuk tunggal seperti halnya urea (CO(NH2)2 maupun KCl, kedua pupuk ini hanya mensuplay unsur hara makro N atau K dan Cl dalam jumlah banyak. Bila pemberiannya terlalu banyak maka akan menyebabkan keasaman tanah (turunnya pH) yang dapat berpengaruh pada penyerapan unsur-unsur hara lain. Selain itu juga dapat menyebabkan toksisitas pada tanaman. Dari kenyataan tersebut dapat terlihat jelas bahwa penggunaan pupuk tunggal seperti Urea, SP-36 dan KCl mempunyai kelemahan yaitu tidak tersedianya unsur hara mikro yang memadai. Karena meskipun unsur hara mikro tersebut dibutuhkan dalam prosentase yang sedikit, tetapi harus tetap tersedia.

Manfaat
Sesuai dengan kandungan yang dimilikinya, maka pupuk majemuk Grand –K memiliki manfaat/kegunaan diantaranya :
- mudah diserap oleh tanaman sehingga pertumbuhan tanaman lebih cepat dan seragam,
- dapat meningkatkan ketahanan tanaman terhadap serangan penyakit,
- panen menjadi serentak,
- dapat mengurangi pembusukan umbi,
- bebas chlor (Cl) sehingga tidak menyebabkan keracunan keasaman pada tanah,
- dapat merangsang pembentukan bunga dan kualitas buah serta
- sel tanaman menjadi lebih rapat sehingga buah menjadi lebih berisi.

Jenis Pupuk Grand-K
Pupuk ini mempunyai dua jenis yaitu berbentuk prill dan kristal maka pemakaiannya pun berlainan.

- Grand-K kristal
mempunyai sifat mudah larut sangat baik bila digunakan pada saat penyemprotan lewat daun. Selain itu dengan kandungan sodium dan chlor yang rendah tidak menyebabkan gejala kebakaran pada daun dan dapat langsung diserap tanaman baik lewat akar maupun daun. Sedangkan untuk

- Grand-K prill
sangat cocok digunakan pada tanaman tahunan yang diaplikasikan lewat tanah. Kelebihan Grand-K prill ini adalah unsur hara K tersedia dalam waktu yang panjang.

Berkaitan dengan hubungannnya dengan perkembangan bawang merah, mengapa KNO3 mampu memperbanyak dan memperbesar umbi? Hal ini erat kaitannya dengan kandungan unsur hara makro yaitu N dan K. Pembentukan umbi bawang merah ini berasal dari pembesaran lapisan daun yang membesar dan menyatu. Pembentukan lapisan daun yang membesar ini terbentuk dari mekanisme kerja unsur N. Dimana unsur N yang terkandung dalam KNO3 Grand-K menyebabkan proses kimia yang menghasilkan asam nukleat (Gambar 1). Asam nukleat inilah yang berperan dalam inti sel pada proses pembelahan sel sehingga pembentukkan lapisan-lapisan daun dapat terbentuk dengan baik yang selanjutnya berkembang menjadi umbi bawang merah.

PROSES REAKSI KIMIA N PADA PUPUK GRAND-K

KNO3 → K* + NO3¯
NO3¯ → NH3 → Asam Amino → Protein → Asam Nukleat & Pembesaran

Sedangkan kandungan Kalium yang tinggi yaitu sebesar 46 persen menyebabkan begitu banyaknya ion K+ yang mengikat air dalam tubuh tanaman akan mempercepat proses fotosintesis, sehingga prosesnya menjadi lebih optimal. Implikasinya dengan proses fotosistesis yang optimal akan menyebabkan tanaman tetap segar dan terhindar dari kelayuan. Hasil fotosintesis ini pulalah yang merangsang pembentukan umbi menjadi lebih besar.

Aplikasi
Baik jumlah, waktu dan cara pemberian pupuk Grand-K disesuaikan dengan jenis tanaman, umur serta tingkat kesuburan tanah. Biasanya setiap tanaman mempunyai batas-batas kebutuhan unsur hara tertentu agar bisa tumbuh dengan optimal. Bila pupuk Grand-K dimaksudkan sebagai
- pupuk dasar,
maka pemberian sebaiknya dilakukan sebelum tanam dengan mencampurkan terlebih dahulu dengan media tanam. Sedangkan bila diberikan sebagai
- pemupukan susulan,
maka sebaiknya diberikan setiap 3 – 6 bulan sekali (untuk tanaman tahunan). Untuk pengocoran dapat dilakukan dengan dosis 10 gram dalam satu liter air.

(Ir. Menas Tjionger’s, pemerhati pertanian , berdomisili di Ujung Pandang, Sulsel)

Bentuk Formulasi Pestisida (Istilah Istilah Dalam Pestisida)

Posted by Cara & Teknik Thursday, October 10, 2013 0 komentar
Pestisida tidak pernah dipasarkan dalam bentuk bahan aktif murni. Bahan aktif pestisida dicampur dengan bahan-bahan lain menjadi berbentuk tepung atau butiran atau dapat juga dilarutkan dalam bahan kimia pelarut atau perekat sehingga menjadi larutan pekat yang mudah larut didalam air.

Tujuan pencampuran ini adalah agar produk pestisida mudah dikemas, mudah digunakan,dan stabil didalam penyimpanan. Produk akhir dari pencampuran disebut sebagai formulasi pestisida. Beberapa jenis formulasi pestisida sebagai berikut.

1. Water dispersable granule (WDG)

Berbentuk butiran halus (micro granules) bebas debu, merupakan formulasi kering yang mudah dilarutkan dalam air. Formulasi ini didalam air bersifat kurang stabil atau agak mudah mengendap, sehingga perlu diaduk terus-menerus selama proses penyemprotan.

2. Emulsifiable concentrate (EC)

Dibentuk dengan mencampurkan bahan aktif pestisida yang hanya larut didalam minyak dengan penambahan bahan emulsi (pencampur minyak dan air). Dengan demikian bahan aktif yang hanya larut didalam minyak dapat larut didalam air dan membentuk larutan seperti susu. Bahan ini stabil setelah dilarutkan didalam air dan tidak perlu diaduk terus-menerus.

3. Salt concentrate (SC)

Dibentuk dengan menggabungkan bahan aktif dari turunan (derifatif) garam dengan air. Contohnya 2,4 D adalah bahan aktif herbisida yang sukar larut di dalam air, dengan mereaksikan 2,4 D dengan bahan garam dapat dibuat menjadi sangat larut. Bersifat cepat larut dan menyebar mereta di dalam air tidak memerluka pengadukan terus-menerus.

4. Wettable powder (WP)

Dibentuk dari bahan aktif dengan daya larut yang rendah. Wp mengandung bahan tambahan (filler), seperti tepung. Bahan aktif direkatkan pada tepung melalui bahan perekat. Pestisida ini berbentuk tepung kering bersifat tidak stabil didalam air sehingga perlu diaduk dengan teratur.

5. Ultra low volume (ULV)

Formulasi ini berbentuk cair, dengan kandungan bahan aktif yang sangat tinggi. Pestisida konsentrat ini dirancang untuk disemprotkan dengan alat khusus (ultra low volume) tanpa dilarutkan dalam air.

6. Granule (G)

Pestisida ini berbentuk butiran padat dengan ukuran seragam, sehingga mudah ditebarkan. Formulasi ini merupakan campuran antara bahan aktif dan butiran yang mampu mengikat ion, seperti butiran liat dan vermikulit, atau dengan cara melapisi bahan aktif dengan polimer seperti kapsul.

Merek dagang pestisida biasanya selalu diikuti dengan singkatan formulasinya dan angka yang menunjukan besarnya kandungan bahan aktif. Contohnya merek dagang herbisida ronstar 250 ec, berarti mengandung 250 g/l bahan aktif oksadiazon yang diformulasikan dalam bentuk Emulsifiable Concentrate (EC). Contoh lain adalah merek dagang Furadan 3G yang berarti mengandung 3 % bahan aktif karbofuran dalam formulasi granule (G)

Mengenali Cara Kerja Racun Pestisida

Posted by Cara & Teknik 0 komentar
1. Racun kontak

Pestisida jenis ini akan bekerja dengan baik jika terkena atau kontak langsung dengan bagian tubuh OPT sasaran, sehingga sebaiknya dipakai untuk OPT yang berada dipermukaan tanaman.

Insektisida jenis ini tidak begitu efektif untuk mengendalikan OPT yang berpindah-pindah dan terbang, seperti belalang dan kumbang, kecuali jika serangga jenis ini hinggap pada tanaman yang masih menyimpan residu pestisida, sehingga terjadi kontak antara serangga dan insektisida. Tetapi insektisida jenis ini sangat efektif untuk mengendalikan serangga yang menetap seperti ulat grayak, kutu daun, dan semut, karena begitu disemprotkan, insektisida langsung menyentuh tubuh hama.

Selain pada insektisida, cara kerja seperti ini dimiliki oleh fungisida dan herbisida. Herbisida racun kontak hanya mematikan bagian gulma yang terkena semprot, sehingga penyemprotannya harus merata dan hanya cocok digunakan dengan gulma yang tidak berkembang biak melalui perakaran, seperti gulma berdaun lebar.

2. Racun pernapasan

Cara kerja racun pernapasan hanya dimiliki oleh insektisida dan rodentisida. Pestisida jenis ini dapat membunuh serangga jika terhisap melalui pernapasannya. Waktu aplikasinya menjadi penentu keberhasilan pengendalian dengan pestisida jenis ini.

Jika pestisida jenis ini disemprotkan bukan pada waktu puncak aktifitas hama, efektifitasnya akan berkurang. Racun pernapasan sering juga disebut juga disebut sebagai fumigan dan sering digunakan untuk mengendalikan hama gudang. Fumigan juga dapat dipakai untuk melakukan sterilisasi tanah untuk mematikan hama yang ada didalam tanah.

3. Racun lambung

Racun yang terdapat di dalam pestisida ini baru bekerja jika bagian tanaman yang telah disemprotkan termakan oleh OPT, sehingga racun yang ada pada permukaan daun ikut termakan. Beberapa insektisida dan rodentisida bekerja dengan cara ini.

4. Racun Sistemik

Cara kerja seperti ini dapat dimiliki oleh insektisida, fungisida, dan herbisida. Racun sistemik setelah disemprotkan atau ditebarkan pada bagian tanaman akan terserap ke dalam jaringan jaringan tanaman melalui akar atau daun, sehingga dapat membunuh OPT yang berada didalam jaringan tanaman seperti jamur dan bakteri. Pada insektisida sistemik, serangga akan mati setelah memakan tanaman atau menghisap cairan tanaman yang telah disemprot. Bagian tanaman atau cairan tanaman menjadi racun lambung bagi serangga, sehingga sangat tepat untuk mengendalikan serangga penggerek yang berada di dalam batang. Racun sistemik memiliki toksisitas yang lebih rendah terhadap mamalia dibandingkan dengan racun lain.

Sedangkan pada herbisida, jenis sistemik dapat mematikan bagian tanaman yang berada diatas dan dibawah permukaan tanah, sehingga sangat tepat untuk mengendalikan gulma yang menyebar melalui organ yang ada dibawah tanah, seperti teki dan alang-alang.

5. Herbisida Purna-tumbuh dan Pra-tumbuh

Pada herbisida dikenal kelompok herbisida purna-tumbuh (post emergence) dan herbisida pra-tumbuh (pre emegance). Herbisida purna-tumbuh hanya dapat mematikan gulma yang telah tumbuh dan memiliki organ yang sempurna seperti akan cabang dan daun. Sedangkan herbisida pra-tumbuh mematikan biji gulma yang belum berkecambah.

6. Racun Antikoagulan

Racun antikoagulan merupakan cara kerja yang umum dari rodentisida. Racun ini menghambat bekerja dengan cara menghambat proses pembekuan darah.

Bibit Bawang Merah Yang Baik

Posted by Cara & Teknik Thursday, October 3, 2013 0 komentar
BIBIT BAWANG MERAH YANG BAIK - Akhir akhir ini harga komoditas bawang merah sangat melejit, dan karena harga jual yang tinggi maka harga bibit bawang pun ikut naik. Pada saat harga bibit mahal, banyak petani kecil tidak bisa membeli bibit akibatnya harga bawang merah semakin sedikit dan otomatis harga bawang akan tetap tinggi.

Petani kecil yang baik biasa membeli bawang dalam jumlah sedikit kemudian ditanam dan dirawat dan hasil panennya digunakan untuk bibit penanaman berikutnya pada lahan yang lebih luas. Sejak Saat itu banyak petani yang tidak menjual seluruh hasil panennya, tapi disisakan sedikit untuk bibit.

Bagi Petani yang kuat modalnya bisa langsung membeli bibit dalam jumlah banyak, akan tetapi untuk mendapatkan hasil panen yang baik harus menanam bibit yang kualitasnya baik juga, sementara jika kurang jaringan petani sumber bibit bawang, banyak petani yang salah membeli bibit bawang merah.

Bibit bawang merah yang baik adalah bawang merah yang sudah mengalami masa Dormansi Benih kurang lebih selama 60 hari setalah bawang panen. Tapi banyak pula petani yang menanam bibit yang baru berumur 40-45 hari setelah panen. Masa Dormansi berhubungan dengan banyaknya kandungan air didalam umbi bawang merah, artinya semakinlama masa dormansi maka kandungan airnya semakin sedikit dan ketika ditanam dan terkena siraman air akan cepat tumbuh. sedangkan bibit yang masa dormansinya sebentar bawang ketika ditanam akan lebih lama tumbuhnya.

Selain masa dormansi bibit bawang yang baik biasanya memilih ukuran umbi, supaya modal yang dikeluarkan tidak terlalu banyak biasanya petani memilih bawang yang berukuran sedang,supaya dalam satuan luasnya tidak menghabiskan bibit yang terlalu banyak jadi bisa menghemat modal. Demikian untuk petani pemula semoga artikel ini dapat menjadi penambah wawasan dan bisa menjadi petani bawang merah yang sukses